Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Bersiap untuk kemungkinan terburuk


__ADS_3

Erik keluar dari kamar seperti yang diminta sang nenek .Dia segera meminta Zero untuk menyiapakn semaunya pergi kerumah sakit . Erik hanya bisa menatap datar saat Luwina bertanya dengan tubuh yang sudah lemas .


" Paman nenek meminta untuk bersiap kerumah sakit . Untuk saat ini racun bisa ditekan . Tapi Kakek butuh penanganan lebih untuk saat ini . Jantung kakek sudah tidak lagi bisa berdetak dengan baik ." Ucap Erik dengan wajah datar nya .Bocah itu tidak lagi bisa menahan untuk tidak berkata kejam. Semau sudah dia katakan dari awal organ tuan Scotly sudah rusak akibat dari racun . Yang sudah berada didalam tubuhnya terlalu lama .


" Baik lah ..kami akan bersiap ." Jawab Zero melirik Zus untuk menyiapakn semuanya . Dengan kekuasaan yang ada saat ini mereka bisa mendapatkan yah terbaik di waktu dekat .Tanpa harus menunggu terlebih dulu .


Ambulans datang tim dokter yang dimilki tuan Scotly . segara membawa nya masuk kedalam . Ambulans berjalan dengan kecepatan diatas rata rata . Mobil Zero mengikuti dari belakang saat ini hanya Zus yang ikut serta . Noela tidak bisa ikut untuk dia akan menyusul saat anak anak sudah bisa tenang .Selama perjalanan mereka hanya diam tidak ada yah bersuara .Hanya usai tangis Luwina yang terdengar lirih .


Zero membiarkan Luwina memalukan itu untuk saat ini. Yang terpenting dia bisa tenang dia sendiri belum tahu pasti racun yang ada di saraf otak Luwina saat ini.


Mobil berhenti setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam lamanya .


Para dokter telah menghubungi rumah sakit sebelumya sehingga mereka sudah menyiapkan . Ruangan ICU untuk melakukan perawatan .


" Hiks ... hiks ... kenapa mereka semua meniggalkan ku seperti ini ." Lirih Luwina disela Isak tangis nya .


" Aura tenang ...semau sudah ada yang mengatur .Berdoa lah semoga Daddy masih bisa bangun untuk memeluk mu ." ucap Zero yang memeluk Luwina untuk menyalurkan semangatnya.

__ADS_1


" Apa ku bersalah kepada nya ...saat aku .... ingin memusuhinya ?"Suara Luwina terdengar bergetar penuh kesakitan .


" Tidak dia tidak menyalahkan mu ...tenang lah oke. Jika begini terus itu tidak baik untuk kesehatan mu ." Suara lembut Zero menjadi yang terakhir didengar luwina sebelum terlelap .Zero hanya bisa menghela nafas kasar saat ini . Dia sendiri juga pernah mengalami rasanya kehilangan orang yang dicintai . Tapi tidak bisa berbuat apa pun untuk menyelamatkan nya .


" Bos ... apa yang harus kita lakukan saat ini.?" Zus bertanya dengan lirih .


" Aku tidak tahu Zus .... " Jawab Zero dengan linglung .


" Nyonya ... apa anda bisa memeriksa keadaan luwina saat ini.?" Zero bertanya kepada nenek Elma yang berada didekatnya .


" Aku butuh darahnya untuk memeriksa lebih jauh lagi ." Sambung nenek Elma setelah memeriksa nadi Luwina.Zero akhirnya memanggil dokter untuk mengambil darah Luwina .


" Butuh berapa lama untuk mengetahui ini .?" Zero bertanya lagi dengan raut wajah muram .


" Tidak lama .... aku akan meminjam lab rumah sakit untuk itu. Lagi pula dokter disini yang bertugas menjaga tuan Scotly sudah tahu . Jadi aku bisa mengunakan lab rumah sakit saat ini ." Jawab Nenek Elma .Sambil melirik dokter yang mengambil sampel darah Luwina .


" Eemm ...baiklah aku menunggu mu nyonya . Aku harap semoga semua baik baik saja ." Sahut Zero lirih .

__ADS_1


" Tentu .... temani saja dia gadis yang tangguh jadi jangan terlalu khawatir ." Ucap Nenek Elma sambil menepuk punggung Zero .


" Terima kasih ...." Jawab Zero dengan sendu .Ruangan itu kembali hening setelah mereka semua pergi untuk melakukan aktivitas mereka.


Sedangkan diruangan ICU tempat tuan Scotly berada saat ini terlihat kepanikan dari para dokter .Saat jantung tuan Scotly sempat berhenti berdetak .


Diluar ruangan Baweli terlihat sangat cemas dengan keadaan sang tuan . Apa kah ini hari terakhir nya bersama sang taun . Segala pikiran buruk menghantui pikiran nya saat ini . Pria paruh baya itu terlihat lebih lelah dari bisanya . Kerutan diwajah nya bertambah semakin kentara.


" Tuan ....bertahan lah bukan kah kau ingin memeluk putri mu . Saat ini dia berada disini jadi bertahan lah . Untuk memeluk nya dan mengantarkan nya ke altar . bukan kah itu yang menjadi keinginan terbesar mu ." Ucap Baweli didalam hati .Dia tahu jika sang tuan sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi . Yang menjadi impian nya saat ini hanya mengantarkan putrinya berjalan ke altar pernikahan .


" Baweli ... apa kau tahu jika Luwina juga memiliki racun didalam tubuhnya saat ini .?" pertanyaan nenek Elma membangunkan Baweli dari lamunan nya .


" Tidak aku datang kerumah Scotly saat itu nona muda sudah tidak ada lagi disana ." jawab Baweli sambil menundukkan kepala nya .


" Eemm ...aku akan pergi lab . Jika terjadi sesuatu bersiap lah ." Pesan Nenek Elma dengan suara tegas.


" Baik nyonya ..." Jawab Baweli dengan nada yang bergetar .Dia merasa akan ketakutan yang luar biasa saat ini.Entah apa yang bisa dia lakukan untuk saat ini .

__ADS_1


__ADS_2