
Setelah pemakaman selesai para keluarga kembali kediaman Scotly . Mereka berkumpul untuk memastikan keadaan Anela yang tadi sempat jatuh pingsan. Sehingga seluruh keluarga masih menanti dokter selesai memeriksa keadaan wanita yang sedang hamil muda itu.
Pria yang berada didalam kamar menemani istrinya yang diperiksa dokter . Pria itu terlihat sangat cemas memikirkan kesehatan sang istri .
" Bagaimana apa keadaan nya buruk ...?" Tanya Zero dengan khawatir .
Dokter itu tersenyum dengan ramah dan juga sopan sebelum akhirnya menjawab . Pertanyaan Zero yang terlibat sangat cemas .
" Keadaan nyonya ....baik baik saja . Begitu pula dengan janin nya . Hanya saja Jangga sampai terlalu lelah dan juga stres . Kejadian hari ini cukup mengguncang batin nyonya .Jadi tuan harus mengusahakan untuk membuat nyonya tidak tertekan . Setelah nyonya bangun berikan dia makanan sehat . Untuk menambah tenaga nyonya ." Jelas dokter itu dengan senyum ramah . Dokter itu tetap bekerja dengan profesional . Dia juga tidak berani bertingkah banyak dihadapan di pria yang dikenal . Sebagai pemain hebat ini ,dan lihatlah saat ini pria itu sudah memiliki pawang nya .
Setelah ini pasti para wanita yang mendambakan pria itu akan patah hati bersamaan . Apa lagi dengan status yang dimiliki Luwina dia pasti akan menjadi pasangan yang hits .
" Terima kasih dok .... maaf mengganggu waktu anda ." Ucap Zero dengan tulus . Pria itu menatap Dokter wanita itu dengan ramah .
"Tidak masalah tuan .... ini sudah menjadi tugas saya . Memang sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga pasien saya ." Dokter berkata dengan senyum ramah.Meski didalam hati dia ingin sekali berteriak mengatakan tidak . Tapi dokter itu masih sayang dengan nyawa dan Karir nya .
"Karena keadaan nyonya muda...baik baik saja . Saya pamit untuk kembali kerumah sakit . " Lanjut dokter itu berpamitan dengan sopan.
__ADS_1
"Silahkan dok ... anak buah saya akan mengantar anda . Saya yakin asisten saya saat ini tidak bisa bangun . " Sahut Zero dengan senyum semirik .
Setelah sedikit berbasa basi dokter itu pergi .Tak lama pintu terbuka kembali yang memperlihatkan seorang anak berusia 10 tahun. Wajah anak itu terlihat muram saat melihat Zero . Yang duduk disamping Luwina yang saat ini sedang berbaring .
Cklek ....
" Paman ... apa keadaan aunty belum buruk .?" Tanya Erik dengan raut muram.
"Untuk saat ini tidak ada masalah ....." Jawab Zero menatap Erik .Tidak biasanya anak ini menemui nya jika tidak penting .
"Eemm .... bisa kah kita pindah tempat . " Ucap Erik melirik Luwina yang masih terlelap .
" Baiklah ...ayo ikut aku ."Ajak Zero dengan dengan . Sebelum mereka pergi Zero lebih dulu memanggil Ay untuk menemani Luwina yang masih terlelap . Pria itu takut saat wanita itu bangun tidak ada orang .
Setelah itu baru lah Zero membawa Erik keruangan kerja yang biasa dia gunakan saat berada dirumah ini.
" Jadi ada masalah apa ...?" Tanya Zero dengan menatap Erik yang malah terdiam dengan raut wajah muram .
__ADS_1
"Ini berhubungan dengan racun yang ada didalam tubuh aunty. Tapi aku harap itu tidak berpengaruh kepada janin ." Ucap Erik dengan wajah datar .Zero mengerti kemana arah perkataan Erik saat ini .
" Iya ....lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah itu terjadi .?" Zero bertanya lagi dengan khawatir .Erik tidak menjawab hanya menyodorkan sebuah botol yang berisi cairan .
" Berikan ini kepada aunty dengan sedikit demi sedikit cukup 3 tetes saja . Itu bisa membantu untuk mencegah racun menjalar kepada janin .Juga bisa menguatkan janin . " Jelas Erik dengan wajah datar nya .
" Baik lah akan ku ingat ... terima kasih . " Sahut Zero dengan wajah yang terlihat lebih cerah dari sebelumnya .
" Eemm ... " Erik hanya bergumam menjawab Zero .
" Mereka sudah menjemput anak itu ... saat ini dia sudah berada disana . Dan orang orang yang ku sudah memastikan semuanya berjalan dengan lancar . Bahkan untuk tes DNA ,pun sudah selesai .Jadi untuk saat ini kau aman . Tapi itu juga tidak berlaku selama nya . Jadi apa rencana mu kedepan nya .?" Zero bertanya setelah menjelaskan panjang lebar .
" Untuk saat ini aku hanya akan belajar . Setelah aku sudah siap akan menuntut balas kepada mereka . Aku hanya ingin mengumpulkan kekuatan ku sendiri . Sehingga nanti aku bisa melawan bukan hanya menjadi boneka untuk mereka ." Jawab Erik dengan sorot mata lebih tajam. Aura yang menguar dari tubuh anak itu tak kalah dari Zero . Yang sudah banyak membunuh orang entah itu misi atau musuh nya selama ini .
" Jika begitu ...sekarang mulai lah belajar dengan giat terutama tentang bisnis .Banyak nya belajar dari Xavier dia telah menjadi raja bisnis sejak berusia masih sangat muda . " Tutur Zero dengan tenang . Dia menyadari jika dirinya sendiri masih kalah telak dalam bisnis .Dengan adik iparnya yang berwajah datar itu.
" Eemm ...akan aku lakukan ." Jawab Erik singkat . Setelah itu anak itu pergi begitu saja dari ruangan Zero . Pria itu hanya bisa menatap dengan menggelengkan kepala nya .Dia merasa jika apa yang dilakukan Erik saat ini benar . Saat ini dia masih terlalu kecil untuk mengambil alih sebuah kartel besar. Apa lagi musuh saat ini sangat berbahaya dan juga licik. Satu satu nya cara untuk bisa menyingkirkan mereka hanya saat dia memiliki kekuatan yang lebih besar .
__ADS_1