Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Misi dari terbaru dari bos besar


__ADS_3

Dengan gerakan cepat kedua nya segara meloncat kearah Jackson .Saat mereka membaca pesan yang dikirim oleh Zero kedua nya juga membulatkan mata .Noela menggelengkan kepalanya . Sudah lama bosnya tidak menurunkan perintah untuk semua anggotanya .


#Semua anggota diharap bersiap untuk menyerang Eddelwis .Silahkan kembali dan tolak semua misi . Kumpulan sebanyak mungkin yang kalian bisa untuk mengetahui musuh dengan lebih jelas .# .


Pesan teks yang ditulis oleh Zero membuat para anggota segara bersiap .Mereka belum tahu pasti dengan misi ini . Selama ini mereka sering bentrok dengan Eddelwis tapi tidak pernah sampai baku hantam .


" Zus .. kenapa bos menurunkan perintah seperti ini .Kita sudah lama tidak pernah bentrok dengan organisasi lain .?" Tanya Noela dengan mengerutkan kening. Yang dapat jitakan pelan dari Zus . Yang membuat wanita itu mengusap nya dengan cemberut .


" Hah .. ini ada hubungan nya dengan Luwina .Orang itu berhubungan dengan Eddelwis jadi bos ingin menyingkirkan pendukung nya terlebih dulu ." Jawab Zus dengan tenang .


" Jadi kau sudah tahu ... rencana bos ?" Jackson bertanya dengan memiringkan kepala nya .


" Eemm .... dan kita tidak sendiri Red Eagle akan membantu kita ." Jawab Zus dengan sedikit muram . " Aku tidak tahu apa yang terjadi hari ini sampai membuat bos bergerak lebih cepat dari Terget .Apa bos sudah mengirim video baru lagi .?" Tanya Zus kepada Jackson sambil melirik pria itu.


" Belum ... hanya video yang kita dapatkan itu saja ." Jawab Jackson . Pria itu tahu saat ini suasana hati dari bos mereka sedang tidak baik . Jadi Zus pun dengan tenang harus mengambil tindakan yang bisa membantu bosnya itu .


" Hah .... ini sudah lama semoga kita bisa kembali dengan selamat ." Ucap Noela dengan lirih .Zus menyeringit kan dahinya saat mendengar ucapan Noela meski terdengar lirih .


" Kami tidak mengijinkan mu ikut terjun ... kamu hanya harus menjaga Carlos dan juga Luwina ." Sahut Zus dengan sedikit kasar ." Noel ... jangan pernah berpikir untuk melakukan misi kali ini ." Lanjutnya dengan tegas .Noela menjadi linglung sesaat setelah ucapan Zus yang tegas yang tidak bisa dibantah .


" Tapi ....ini misi..." Ucap Noela terputus saat tiba tiba tangan Zus menekan bibir wanita itu .

__ADS_1


" Tidak ada bantahan Noel ." Sahut Zus dengan mata tajam .Noela terpaku begitu juga dengan Jackson yang terkejut dengan apa yang dilakukan Zus .


Di Scotly crop Luwina baru saja sadar saat hari sudah gelap . Zero hanya bisa membawa nya ke masion disana masih ada Ay dan keluarga nya . Yang bisa membantu nya untuk menjaga Luwina jika dalam keadaan tidak baik lagi .


" Sudah bangun ..ayo kita pulang ." Ucap Zus dengan lembut .Luwina yang masih linglung memandang tempat yang saat ini dia tiduri .Dia bisa mengingat ruangan itu dengan baik karena dulu dia sering berada disana .


" Eemm ... Apa aku menyusahkan mu sir . Maaf akan aku Jiak berbicara sembarangan." Jawab Luwina dengan lemas .


" Tidak ... ayo pulang Ay baru saja menelfon ku . Dia berkata bahwa sedang masak banyak ayo kita makan malam bersama ." Ucap Zero dengan senyum lembut sambil mengusap lembut rambut Luwina .


" Eemm ... sepertinya itu sangat baik .Masakan Indonesia buat nyonya sangat enak ." Seru Luwina dengan semangat . Zero bisa melihat adanya binar cerah dari mata wanita yang ada didepannya saat ini .


" Baiklah ... ayo pulang pasti mereka sudah menunggu kita ." Ajak Zero dengan senyum yang mengembang dibibir tebal pria itu .


Gluk ...


" Sungguh seksi ...." Batik Luwina saat memandang bibir tebal seksi milik zero .Dengan tanpa sadar dia menelan ludahnya seperti sedang kehausan.


" Oohh... my apa yang sudah kau pikirkan saat ini Luwina. Jangan terpesona kepada nya dia itu tidak mungkin bisa jatuh cinta, dia itu bos mu yang mesum .. ." Batin Luwina menjerit mengingat siapa Zero .


Hanya saja Luwina tidak tahu jika pria yang saat ini menatapnya sedang menahan diri . Zero tidak ingin Luwina takut kepada nya jika saat ini dia ingin mencium bibir mungil milik Luwina .

__ADS_1


" Sabar ....belum waktunya ... tunggu sebentar saja ini tidak kan lama." Ucap Zero didalam hatinya dengan berat hati .


Setelah beberapa saat mereka berdua keluar dari kamar itu. Dan segara pergi agar tidak membuat khilaf keduanya .Diluar Maxim hanya bisa menahan segala pertanyaan yang ada saat ini . Dia tidak mungkin membahas rencana didepan Luwina saat ini .


🌺🌺🌺🌺🌺


Cie .... sabar dulu bang tahan ....


Nama nya juga cobaan yang indah untuk dilewatkan .....


Guys ... mana like and comen nya ....


Ditunggu yah kembang kopinya ....


Hari ini udah up 2 loh ....


See you next chapter ....


Bye bye ....


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2