Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Rencana Enrico untuk bebas


__ADS_3

Dengan langkah yang tegas dipenuhi keangkuhan.David berjalan menuju sebuah bangunan yang cukup tua .Dengan sedikit menyipit kan mata pria itu terus berjalan dengan tenang .Sampai seorang pria diujung lorong tersenyum menyambutnya .


" Selamat datang dimarkas black shadow..." Zus tersenyum menyambut David ."Mari tuan saya kan membawa anda melihat mereka ." Lanjutnya dengan ramah .


"Eemm .. tempat ini cukup menyeramkan dari luar. Sehingga orang akan engah mendekat ." Jawab David sambil melihat sekeliling .


"Tentu .... itu lah kami yang hidup dalam kegelapan ." Sahut Zus dengan acuh .


Pria itu membawa David masuk setelah membuka pintu dari dinding yang sudah berjamur . Jika orang tidak jeli tidak akan tahu jika itu bisa terbuka .Saat pintu terbuka David cukup terkesima dengan apa yang dilihatnya .


" Wow .... ternyata didalam nya sungguh luar biasa . CK CK ... kalian pantas saja banyak musuh kalian yang tidak tahu siapa kalian ." Seru David setelah melihat ruangan itu .Dia bisa melihat banyaknya barang antik dan juga beberapa koleksi senjata yang bisa digunakan oleh anggota .


"Tentu ... ini cara kami untuk bertahan dari musuh . Dan juga disini kami bisa saling membantu jika ada yang kesulitan ." Zus berkata dengan bangga .


" Lalu apa rencana kalian untuk menyerang Eddelwis ...?" David bertanya setelah duduk disofa yang sudah disediakan .


" Tentang itu kami masih menunggu para anggota Eddelwis ,yang berhasil kami selamatkan dari racun unyuk datang kesini .Setelah itu baru kami bergerak . Dan untuk anak dari pemimpin nya sudah berada dibawa kendali . " Jawab Zus dengan menyesap wine yang baru dituang salah satu anggota wanita .


" Wow ... bukan kah seharusnya dia adalah kekasih dari wanita itu .?" David bertanya dengan mata berkilat kejam .

__ADS_1


" Yap .... dan salah satu anggota kami bisa mendapatkan nya dengan mudah . "Jawab Zus dengan santai .


" Ha ha ha ha .... aku tidak tahu jika kalian sangat lah licik ." David tertawa dengan keras setelah mendengar jawaban Zus .


" Baik lah ayo kita lihat mereka ..Aahh aku ingin bermain dengan mereka tapi sayang bos tidak mengijinkan nya ." Sahut Zus dengan nada kesal .


Mereka berjalan menuju ketempat dimana keluarga itu dengan ditawan . Dari kejauhan sudah terdengar teriakkan seorang wanita yang terdengar histeris .Saat keduanya Sampai mereka bisa melihat Debora yang memaki penjaga . Sedangkan Enrico terlihat sedang berfikir keras untuk bisa kabur .


Sedangkan Margaretha duduk dengan menatap kosong . Wanita itu seakan kehilangan jiwanya mendapati fakta jika dirinya bukan lah putri Marvolo Scotly .Dia masih mengingat bagaimana orang yang dipanggil Daddy bukan lah daddy kandungnya .


" Tidak mungkin ... kenapa ini terjadi kepada ku . Kenapa mereka semua menipu ku ." Gumam Margaretha dengan mata kosong .


" Sudah cukup retha berhentilah menangis ... pada kenyataannya kau tetap lah keturunan Scotly . " Seru Debora dengan geram .


" Diam lah Deby....tidak puas kah kau berteriak dari tadi . Dari pada berteriak lebih baik kau berfikir bagaimana caranya kita bisa lolos dari sini . "Geram Enrico dengan dipenuhi amarah .


" Ini semua salah mu ... jika saja kau tidak gegabah dan bodoh tidak mungkin bisa tertipu . " Debora kembali berteriak dengan marah . Dia menyalahkan Enrico yang gagal untuk mendapatkan semuanya .


" Sudahlah kita harus berfikir sekarang ... saham yang atas nama retha akan ku buat negosiasi dengan mereka saat ini ." Sahut Enrico dengan geram .

__ADS_1


" Tidak bisa .. itu semau yang akan menjadi kunci kita bisa bertahan disana . Bagaimana bisa kau mau menjadi kan nya bahan tawar menawar .?" Debora bertanya dengan mata dipenuhi amarah.


" Cih... aku pilih menyimpan saham itu dan tetap bisa hidup diluar sana.Atau memiliki saham tapi kau akan membusuk disini .?" Tanya Enrico dengan senyum licik .


Debora diam setelah mendengar pertanyaan itu . Dia juga tidak mau terkurung ditempat kotor ini. Tapi dia juga tidak bisa melepaskan saham yang sudah menjadi milik mereka .


Saat keduanya berdebat terdengar langkah kaki yang menggema di lorong sepi .


Wajah mereka dipenuhi rasa ingin tahu dan juga ketakutan . Untuk melihat siapa yang datang kali ini . Mereka sudah berada disana berjam jam tapi belum ada yang datang .


" CK ..CK... kenapa kalian berisik sekali sungguh menganggu saja ." Seru Zus dengan nada malas .


" Kau katakan pada tuan mu untuk membebaskan kami jika ingin saham yang ada pada kami ." Enrico berkata dengan sombong . Dia berharap dia bisa menekan mereka dengan saham yang berada ditangan nya .


" CK... memang berapa banyak saham yang mereka miliki sampai berani mengancam kita .?" David bertanya kepada Zus dengan melirik ketiga nya dengan jijik .


" Aku tidak tahu .. yang asyik itu tidak lebih dari 15 persen mungkin ." jawab Zus dengan mengangkat bahunya acuh.


" Cih .. hanya sama kecil itu berani berlagak . Sungguh bosan hidup ." David berdecih tak suka . Sungguh berani pria itu mengancamnya apa dia tidak tahu orang yang mengancamnya saat ini sudah berada didalam tanah .Memikirkan nya saja membuat David tersenyum semirik .Senyum yang bisa membuat lawannya ketakutan .

__ADS_1


__ADS_2