Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Aku akan menjaganya


__ADS_3

Semau orang tercengang dengan apa yang dikatakan Erik . Bocah itu terlihat tidak bercanda dengan apa yang dikatakannya . Bahkan Baweli sendiri yang selama ini merawat nya pun terkejut dia tidak tahu jika racun itu sangat berbahaya .


" Racun itu sudah bertahun tahun lama nya berada didalam tubuh . Dan itu sudah mulai mengikis organ dalam nya .Meski ada nenek disini juga tidak bisa menolong ." Ucap Erik dengan kejam bocah itu selalu mengatakan apa yang harus dikatakan .


" Nak .. sampai berapa lama aku bisa bertahan untuk saat ini . Aku tidak menginginkan hidup lama hanya ingin bisa melihat putri ku hidup dengan baik itu saja ." Tuan Scotly terlihat semkin lemah dia merasa hari harinya semakin sulit .


" Tuan Scotly lalu apa tujuan anda mengundang ku kesini ?. Tidak mungkin kan hanya untuk beramah tamah saja ." Ucap Zero dengan sedikit mencibir .


" Kau benar ... ingin memberikan ini kepada mu . "Sahut tuan Scotly sambil menyodorkan map kepada zero .Zero menyipitkan matanya saat menerima map itu .


" Terima lah berikan itu kepada nya saat dia sudah bisa mengingat sesuatu ." Lanjutnya dengan sendu .

__ADS_1


"Kenapa kau memberikan ini kepada ku .. bukan kah dengan ini aku bisa mengambil kekuasaan mu .?" Zero bertanya dengan raut tidak enak .


" Aku tahu itu ... aku lebih baik menyerahkan kepada mu dari pada jatuh ketangan orang serakah .Untuk sementara Maxim akan mengurus nya dia yang akan menjadi pengacara yang akan mengurus semuanya ." Ucap Tuan Scotly dengan nada lesu .


"Aku akan menjaga nya meski tanpa adanya harta yang kau siapa kan untuknya . Bukan kah kau tahu itu mungkin hanya aku yang percaya dia masih hidup .Aku memang suka bermain dengan para wanita tapi aku bukan lah bajingan yang akan lupa dengan janji yang sudah ku buat ."Jawab Zero dengan tegas .Tidak ada sedikit pun keraguan di mata pria itu .


" Lagi pula ... keluarga nya yang sekarang jauh bisa diandalkan dari pada diri mu . Mereka tidak memilik konflik internal seperti mu . Meski tanpa ku dia bisa melindungi dirinya sendiri ,dan jangan macam macam kepada nya ." Lanjut Zero dengan menyesap teh yang telah disediakan .


Ben hanya bisa menghela nafas kasar saat ini, Dia bisa melihat mendiang Oliver saat ini berada di sosok Zero .


" Baik lah jika itu bisa membuat mu tenang .Lalu untuk apa kertas kosong yang ada sudah aku bubuhi dengan tanda tangan mu .?" Zero bertanya dengan mengeluarkan kertas kosong yang sudah ditanda tangani .

__ADS_1


" Eemm ....itu bisa kau gunakan untuk mengambil alih semuanya jika dia menolak .Dan tolong jangan itu dengan baik aku hanya percaya kepada mu . Dan berikan kertas yang ini kepada orang yang sekarang menjadi tangan kanan ku .Dia juga berhak untuk memiliki nya kau tahu yang ku maksud bukan ." Tuan Scotly menjelaskan dengan sedikit muram .


" Kau tidak tahu jika dia juga memiliki darah yang sama dengan ku . Aku yang masih kecil hanya percaya jika dia akan menjadi teman dan orang yang bisa aku percaya seperti yang dikatakan nya .Tapi setelah bertahun tahun lama nya aku tahu dia memiliki darah yang sama dengan ku saat orang tua itu sudah tiada .Ini kesalahan nya yang membuat keturunan yang lainnya menderita .Dan untuk Margaretha aku menerima nya dikeluarga karena dia putrinya .Jadi aku harap kau bisa bertindak bijak untuk itu , Yang aku inginkan hanya jaga lah putri ku disaat aku tidak bisa melakukan nya .Ini kesalahan kakeknya jadi biar aku yang menanggung nya sendiri ." Ucap Tuan Scotly dengan panjang lebar dia mejelaskan semuanya kepada Zero .Zero melirik Erik saat ini yang sedang diam sambil melihat sekeliling .


" Baik lah ....aku akan menjaga nya dengan baik ,dan jika orang yang kau maksud berusaha untuk menyentuhnya jangan salah kan aku akan melenyapkannya ." Sahut Zero dengan tenang . " Rik bisa kau membantu nya untuk bertahan lebih lama ." Lanjut Zero sambil melirik Erik yang hanya diam saja .


Semau orang menoleh kearah nya dengan tatapan berharap .


" Eemm .. ramuan yang aku berikan itu cukup membuatnya hidup selama keruang lebih 2 bulan . Jika ingin bertahan lama dia harus bisa menemukan donor organ yang tepat ." Sahut Erik dengan dingin .


" Hah... darimana kau mendapatkan anak ini ?" Ben bertanya dengan miris .

__ADS_1


" Aku tidak menemukan nya ... dia hidup bersama dengan Ay . Bisa dibilang dia anak didik Xavier jadi jangan salahkan jika dia tak ubahnya Xavier ." Jawab Zero dengan mengangkat bahunya acuh tak acuh .


" Pantas saja ... mulutnya tajam seperti Anton dan acuh tak acuhnya mirip dengan xavier ." Gumam Ben dengan kesal .


__ADS_2