Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Datang untuk mengambil


__ADS_3

2 hari berlalu dengan begitu cepat , Sesuai dengan apa yan sudah dikatakan Zero .Hari ini Zero akan membawa Luwina ke perusahaan Scotly .Pria itu sudah mendapatkan informasi jika saat ini Scotly crop sedang mengadakan rapat pemegang saham .


" Luwi .... apa semau sudah siap kita akan berangkat sekarang juga .?" Zero bertanya dengan senyum lembut .


"Sudah Sir ... semua sudah siap .Apa kali ini Mr Zus tidak akan ikut dengan kita sir .?" Luwina bertanya dengan hari hati .


" Tidak dia kan disini ... mengurus semua nya .Ayo berangkat sebentar lagi meting akan dilakukan ." Ucap Zero sambil berjalan menuju lobby .Luwina hanya bisa diam mengikuti Zero sampai sekarang dia belum tahu apa yang sedang direncanakan pria ini .


Tapi pasti dengan ini dia bisa membalas kan dendam nya semkin dekat .


"Aku masih begitu mengingat saat orang itu tertawa .Hari ini mari kita lihat apa yang akan kau lakukan ." Dada Luwina bergemuruh dengan dendam yang membara .


Selama perjalan mobil terasa hening tidak ada pembicaraan diantar mereka .Zero fokus dengan mengemudi sedangkan Luwina sibuk dengan lamunannya .


Setelah hampir setengah jam mereka berkendara .Mereka sampai disebuah gedung yang tinggi nya tak kalah dengan oliver crop .Saat memasuki lobby tubuh Luwina bergetar dengan hebat . Dia masih mengingat saat dia dan ibunya datang kesini .


" Mom ..aku datang lagi kesini .Aku berjanji kepada mu mom aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang." Batin Luwina menjerit saat ini . Dengan mata yang sudah mengembun dia tetap berusaha untuk menahan air matanya .


" Luwi ...apa kau baik baik aja .?" Zero bertanya dengan cemas saat melihat tangan Luwina bergetar .


" Iya ....saya baik sir ... " Jawab Luwina dengan tergagap .Wanita itu masih kekeh dengan apa yang dia lakukan .

__ADS_1


" Oke .... jika kau tidak nyaman mari kita tidak perlu hadir disini .Aku yakin dia bisa mengurus nya dengan baik meski tanpa kita ." Sahut Zero dengan nada khawatir jika Luwina akan pingsan lagi saat mengingat sesuatu .


" Aku baik baik saja sir mari kita selesaikan .... " Jawab Luwina dengan tegas .Melihat ketegasan yang ada di mata Luwina membuat Zero pasrah dengan mengikuti Luwina.


Saat mereka tiba di perusahaan Scotly,Disana mereka disambut oleh Maxim . Yang merupakan pengacara tuan Scotly dan juga putra dari Baweli .


' Selamat datang tuan dan nona ... saya Maxim Loilyd pengacara tuan Scotly. Mari saya akan membawa kalian keruang meting. " Ucap Maxim memperkenalkan diri .Luwina sedikit menyeringit kan keningnya saat ini.Dia belum tahu apa yang sedang terjadi .


" CK....apa yang kau pikirkan , Ayo mereka sudah menunggu kita ." Ucap Zero sambil menarik lembut tangan Luwina yang sedang bengong .


" Eemm ...sir tolong tangah anda .Bisa membuat salah faham terhadap orang lain ." Cicit Luwina dengan canggung dan malu .Apa lagi disana ada banyak karyawan dan juga Maxim yang ada bersama mereka.


Maxim pria itu hanya bisa tersenyum melihat keduanya .Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh tuan nya ,mereka memliki hubungan yang baik .Dan Zero bisa diandalkan untuk menjaga Luwina dengan baik .


" Baik lah semua sudah datang , Marin kita mulai acara hari ini." Ucap Enrico dengan lantang . Tubuh Luwina bergetar hebat saat mendengar suara itu . sekelebat bayang kelam itu hadir dimatanya dengan jelas .Hingga sebuah tangan mengusap lembut dan menggenggam nya dengan lembut dan hangat .


" Karena kesehatan tuan sedang tidak baik , Maka dari itu kalian didatangkan disini .Untuk pemilihan Ceo baru melanjutkan perusahaan ." Ucap Enrico ." Dan disini nona Scotly yang akan menjadi salah satu kandidat karena dia adalah putri satu satu nya tuan Scotly .Dan dia yang akan mewarisi semua nya jadi tolong untuk kerja sama nya ." Lanjut nya dengan senyum lembut .


" Hemm ....maaf berapa persen saham yang saat ini nona Scotly milik saat ini. ?" Maxim bertanya dengan dingin .Pria itu tidak bisa membiarkan Enrico menang kali ini .


" Tuan anda adalah pengacara Scotly ,kenapa masih bertanya seperti itu .Bukan kah anda faham jika putih tuan Scotly lah yang akan memliki semua nya .?" Enrico bertanya dengan sarkas dan juga tidak suka dengan pertanyaan Maxim .

__ADS_1


" Yah saya tahu itu ... tapi tuan Scotly tidak lagi memilik saham disini .Semau sudah diserahkan kepada taun muda Oliver ."Jawab Maxim dengan mengeluarkan kertas dari dalam map .Pria itu kembali berdiri dan membagikan kertas itu kepada semua orang yang hadir .


" Tuan ... apa apaan ini kenapa bisa Marvolo menjual saham nya seperti ini .?" tanya salah satu pemegang saham yang merupakan teman lama tuan Scotly .


" Itu sudah menjadi keputusan dari tuan ... perusahaan ini baik baik saja tapi tuan sudah menjualnya . " Jawab Maxim dengan acuh tak acuh .Luwina pun tersentak kaget saat mendengar ini . Apa ayahnya sudah gila dengan menjual saham sebanyak itu .


" Dan saham nona Margaretha hanya 10 persen sisinya sudah dijual oleh tuan ." Lanjutnya dengan tenang .


" Tuan muda Oliver bisa kah anda menjelaskan nya ?" Salah satu dewan bertanya dengan kasar .


" Saya bukan orang yang akan menekan kalian dengan saham saya .Tapi jika ada yang menyimpang maka saya tidak akan segan untuk menendang kalian ." Jawab Zero dengan dingin dan datar .Enrico dan Margaretha semakin gusar dengan apa yang terjadi .


" Secra pribadi saya awalnya memiliki 10 persen saham ,dan tambah dengan 40 persen yang saya miliki saat ini . Total semua 50 persen jadi apa yang akan ada menolak . Jika saat ini saya lah yang akan mengakuisisi perusahaan saat ini ." Lanjut Zero dengan suara dingin dan sarkas .Luwina pun juga terkejut tapi setelah menatap mata Zero pria itu tersenyum . Seakan tahu apa yang saat ini sedang ditanyakan oleh Luwina .


" Kau jelaskan nanti ..." Bisik Zero dengan lembut dan itu tidak luput dari mata Margaretha .Dia mengepalkan tangan nya dibawa meja ,matanya menatap tajam keduanya .


🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ... like comen nya jangan lupa ya ....


kalua ada kopi itu lebih baik ....

__ADS_1


Cie ...kasihan mereka yang kena mental


__ADS_2