Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
kembalinya keluarga Subastian


__ADS_3

Keesokan harinya Sesuai dengan apa yang sudah dijadwalkan . Kelurga Subastian akan kembali ,ke Indonesia dengan engan Zero mengantarkan mereka ke bandara. Begitu jua dengan kedua gadis kecil yang saat ini berada dipelukan ayah mereka .


"Papi ...janji ya papi kah pergi kerumah untuk kami ." Ucap Xera dengan mata merah . Gadis kecil itu engan meninggalkan papinya.


" Eemm .. tentu setelah semua selesai papi pasti akan kesana ." Jawab Zero dengan lembut .


" Baby ... ayo sebentar lagi giliran kita .Ayo gadis cantik tidak boleh menangis nanti kak kasih hadiah ." bujuk Erik dengan lembut sambil memeluk gadis itu .Xavier hanya bisa melonggo saat putrinya dengan senang hati di bujuk Erik . Sedangkan dia sudah membujuk nya dari tadi tidak berhasil .


" Oke .. papi kami akan pergi dulu ingat papi harus mengunjungi kami bersama dengan mami ." Seru Xera dengan wajah merah malu dipelukan Erik .


" Tenang saja ...baby girl papi janji ." Sahut Zero dengan wajah berbinar .Sedangkan yang lainya hanya bisa menggeleng tidak berdaya saat melihat drama ini .


Luwina ingin sekali bersembunyi di lubang jika dia bisa . Apa lagi saat Xera dengan lantang memanggil nya dengan sebutan mami . Dengan wajah yang memerah karena malu yang tidak bisa disembunyikan dari orang lain .


" Kak... cepat lah selesaikan kami menunggu mu . Dia harus tahu tentang agama kita Meksi dia tahu garis besarnya .Dan jangan pernah memaksa nya untuk ikut agama kita ." Bisik Ay kepada Zero . yang di angguki oleh pria itu dengan tegas .

__ADS_1


Setelah melakukan perpisahan yang penuh drama akhirnya rombangan itu naik ke pesawat yang akan membawa mereka kembali ke negara asal nya .


" Sir....kenapa anda tidak melarang nona kecil memanggil ku mami .?" Tanya Luwina dengan memicingkan matanya .


" Aku suka dengan itu Kenapa apa ada yang salah dengan itu . Aura aku suka kamu dan hanya kamu yang layak dipanggil mami olehnya ." Jawab Zero sambil memandang Luwina dengan lekat .


" Tapi ...." Ucapkan Luwina terputus saat Zero mendaratkan ciuman dibibir mungil wanita yang ada disampingnya .Awalnya Zero hanya menempelnya bibirnya sampai akhirnya memperdalam ciuman nya .


" Aura .... aku mencintai mu segenap jiwa dan raga ku ." Ucap Zero dengan lirih tepat ditelinga Luwina .


Jantung Luwina berdetak lebih cepat dari sebelumnya . sebelum dia bisa menjawab ucapan Zero pria itu sudah membenamkan ciuman dibibir mungil itu lagi .Dengan keadaan yang masih linglung Luwina entah bagaimana bisa membalas ciuman itu meski sangat kaku .


" Aura jika kau tidak mendorong ku sekarang aku tidak yakin aku akan berhenti . Dan kita bisa berakhir dihotel ." Ucap Zero dengan Serak .


" Eemm....Tolong berhenti aku ...aku ..." Ucap Luwina dengan terbata bata wanita itu menghirup udara sebanyak banyak nya saat ini .Ciuman yang dilakukan Zero membuat ha lemah dan tidak berdaya .Zero dengan gemas menarik Luwina kedalam pelukan nya memeluk dengan erat .

__ADS_1


" Terima kasih ... sudah kembali kehidupan ini .Aku mencintai mu aku akan membuktikan nya hanya kamu yang akan menjadi mami untuk anak anak kita ."Lirih Zero dengan menahan gejolak yang saat ini dia rasakan . Sedangkan dibawahnya sudah ingin memberontak keluar dari sarangnya .Zero harus menahan dengan berat dia sudah berjanji tidak akan menyentuh, wanita mana pun jika dia sudah bisa menemukan gadis kecilnya .


Luwina menyadari apa yang saat ini dirasakan oleh Zero ,meski dia sampai sekarang belum pernah berhubungan badan dengan pria mana pun .Tapi dia juga wanita dewasa yang faham ,apa yang terjadi dengan tubuh dari bos yang baru saja mengucapkan kata cinta untuk nya .


" Eemm .. apa itu akan baik baik saja .?"Tanya Luwina dengan malu .Wajah wanita itu merona merah karena malu .


"Eemm... aku sudah berusaha menahannya untuk saat ini . Ayo kita pulang masih ada banyak perkejaan yang harus kita lakukan ." Jawab Zero dengan suara serak .


Luwina hanya bisa menatap pria yang saat ini dengan menahan hasrat . Dia juga merasa kasihan tapi tidak bisa membantu Karena dia sendiri tidak tahu bagaimana cara membantunya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan .Dengan perasaan yang berkecamuk Zero berusaha untuk tetap menahan dirinya .Dia tidak ingin membuat Luwina merasa bersalah .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ... jangan lupa ya like comen and vote nya ...

__ADS_1


Apa lagi kembang kopinya jangan sampai lupa ....


__ADS_2