
" Biarkan saja ... itu tidak mungkin terjadi. Lagi pula para penjaga itu tahu mana yang harus mereka makan dan tidak ." Jawab Zero dengan tersenyum sinis .
" Heh.... sepertinya kau begitu percaya dengan para anak buah mu ." Tuan Hadwin mencibir saat mendengar ucapan Zero yang begitu meremehkan tawanan nya .
" Tentu saja ... mereka tidak akan mudah tertipu . Lagi pula mereka tidak kekurangan wanita ." Jawab Zero dengan sinis .
" Jadi bagaimana cara mu untuk menghilangkan racun yang saat ini berada di saraf otak Luwina .?" Tuan Hadwin bertanya dengan gusar .
" Sudah aku katakan aku akan membawanya ke Indonesia .Setelah kita tahu racun itu apa baru lah bisa membuat penawarnya ."Jawab Zero . "Dan kami akan berangkat setelah akhir pekan ." Sambungnya lagi dengan mantap . tidak ada keraguan dihati pria itu .
" Aku ingin mengatakan jika kami berbeda . Tapi aku juga tidak akan memaksa Aura untuk sama dengan ku . Tapi jika seandainya dia ingin beralih apa kalian akan menyetujuinya .?" Kali ini Zero membahas sesuatu yang lebih sensitif .Yah masalah agama yang dianut selama ini .
"Aku tidak bisa memutuskan nya semua itu tergantung Luwina jika dia bersedia maka . Kami juga tidak mungkin bisa menghalangi nya."Jawab tuan Hadwin dengan menyandarkan tubuhnya di sofa .
" Terima kasih itu sudah cukup .... untuk saat ini ." Sahut Zero dengan senyum lega .
" Lalu apa kau kan menikahinya dengan cara agama mu ?". Tanya tuan Hadwin dengan memicingkan mata .
" Tentu ....aku akan melakukan nya .itu adalah keyakinan ku ." Jawab Zero dengan tegas .
Pembicaraan mereka harus terhenti lagi saat Hendri memberi tahu mereka jika sudah waktunya makan siang .Mereka keluar dari ruangan kerja Zero dengan wajah yang berbeda . Mereka sampai dimeja makan di sana sudah ada Jackson yang sedang duduk sambil memakan apel .
__ADS_1
" Kau tidak sopan tuan rumah saja belum datang aku sudah di sini ."Zus mengejek Jackson yang terlihat khusyuk makan apel .
" Cih ....kalian saja yang lama .Aku dan Carlos akan kelaparan jika menunggu mu ." Jawab Jackson sambil berdecih tidak suka .
" Tidak kah kalian malu ...untuk ribut dimeja makan." Sahut Noela dengan menggelengkan kepalanya .
"Emmpphh.... " Zus hanya bisa mendengus bisa Noela yang sudah angkat bicara .
Sedangkan nyonya Hadwin yang terkekeh melihat pemandangan ini . Seperti berada dirumahnya sendiri saat melihat bagaimana mereka berinteraksi selama ini .
" Aahh ...maaf akan kami tuan nyonya kami sudah terbiasa dengan bercanda seperti ini ." Sahut Jackson dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
" Kemarilah anak manis ...aku ingin sekali membawa mu pulang ." Seru nyonya Hadwin sambil mengacak acak rambut Carlos .
"Mom ...apa cucu mu masih tidak cukup ?." Luwina bertanya dengan cemberut .
"Ha ha ha .. tentu belum kami masih menantikan cucu dari mu sayang ." Jawab nyonya Hadwin sambil tertawa .Yang membuat Luwina memerah seketika .
" Mom.....jangan bercanda lagi . Aku masih lama untuk memberikan cucu untuk mom ." Jawab Luwina dengan malu .
" Cih ....mom tidak yakin dengan temperamen taun muda oliver aku yakin. Kau sudah dimangsa nya sampai habis ." Sahut tuan Hadwin sambil melirik Zero yang duduk dikursi paling depan sesuai intuk tuan rumah .
__ADS_1
" Dad .... kau juga sama saja dengan mom ." Seru Luwina sambil merajuk .
" Ha ha ha ha ....... Kenapa harus malu sih ." Tawa menggema diruangan makan itu .
" Tidak ... aku sudah berjanji tidak akan menyentuh sebelum kami menikah ." Jawab Zero yang membaut semau orang membulatkan mata tidak percaya .
" Hah ....apa kau serius .....tidak bercanda .?". Jackson bertanya dengan mata melotot .
" Apa yang sedang kalian tertawakan .... kenapa juga Papi harus memangsa mami?." Carlos bertanya dengan wajah polosnya .
Sekali lagi mendengar pertanyaan Carlos menimbulkan tawa yang semakin kencang .Mereka yang ada dimeja makan lupa jika ada Carlos yang masih kecil .
" Eemm ....tidak apa kakek dan nenek hanya bercanda dengan papi mu ." Jawab Noela setelah selesai dengan tawanya .
" Oohh ...aku pikir apa ." Jawab Carlos sambil menyantap makan yang ada didepannya .
Hendri juga ikut tertawa baru kali meja makan siang menjadi lebih meriah . Biasanya semau akan tegang apa lagi saat Zero belum bertemu dengan Luwina .Dan masih banyaknya wanita yang saling bersaing untuk mendapatkan perhatian Zero .
Tapi kali ini ruangan makan menjadi lebih meriah sejak kedatangan Luwina . Sehingga Hendri juga tidak usah repot dengan para wanita yang bisa bawa .Oleh tuan mudanya itu saat ini dia hanya fokus untuk mengurus rumah .
" Semoga kebahagiaan selalu bersama dengan mu tuan muda . Tuan ...nyonya lihat putra kalian kini sudah bisa tertawa dengan penuh bahagia .Sekarang kalian bisa tenang ." Ucap Hendri dengan lirih yang masih didengar oleh pelayan yang lain .
__ADS_1