Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Menuggu kehancuran


__ADS_3

Setelah puas mentertawakan Zus mereka pergi menuju kamar mereka dengan senyum yang mengembang .Hari berlalu dengan cepat dan sudah berganti hari . Mereka semua kembali dengan aktifitasnya masing masing .


Tapi berbeda dengan seorang pria yang saat ini sedang terlelap disamping seorang wanita .Yang telanjang dengan senyum menggoda .


" CK ....Ck.... ternyata semua pria itu sama saja . " Ucap Wanita itu dengan sinis .


Dengan gerakan pelan Clara turun dari ranjang . Di segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya .Dia telah mendapatkan apa yang dicarinya dia menikmati wine yang sudah ada dari semalam .


" Eeuuggh.... baby " Suara serak pria itu terdengar enggan membuka mata .


" Yes ... honey kau sudah bangun ." Jawab Clara yang hanya menggunakan bathroop.


" Kemarilah .... " Ucap Jordan sambil melambaikan tangan nya meminta clara untuk mendekat .


" Honey ... apa yang semalam tidak cukup untuk mu pinggang hampir patah kau terbaik . Dari pada pria pengecut itu." Ucap Clara dengan cemberut .


" Ha ha ha ... tentu saja baby jadi jangan pikirkan lagi pria itu ." Sahut jordan dengan tawa yang lebar .Pria itu tidak memikirkan jika ada wanita lain yang sedang menunggunya dengan kesal .


Margaretha sudah mencoba untuk menghubungi jordan dari semalam tapi tidak ada jawaban . Bahkan nomer ponsel pria itu sekarang tidak bisa dihubungi .

__ADS_1


" Mom ... aku masih tidak bisa menghubungi jordan . Kemana pria itu saat ini berada apa dia tidak menghubungi ku . Dan sudah hampir satu Minggu dia jarang bercinta dengan ku ." Margaretha berkata dengan kesal .


" Sayang ...kau bisa bercinta dengan mereka yang biasa nya . Untuk saat ini Enrico sudah mendapatkan tanda tangan Zayden jadi saham yang dijual oleh daddy mu sudah bisa kita miliki . Dan dengan begitu Zayden bisa kau miliki sepenuhnya dan menekannya ." Sahut Debora dengan wajah yang berbinar dipenuhi dengan keserakahan .


" Mom ....apa kau tidak bercanda ." Seru Margaretha dengan tidak percaya .


" Tentu saja ... dengan begini kita akan bisa hidup dengan dipenuhi kekayaan .Jadi kau bisa memiliki pria manapun saat kau sudah memliki kekuasaan dan kekayaan .Mok yakin tidak akan ada pria yang akan menolak mu lagi ." Ucap Debora dengan senyum yang penuh dengan tatap serakah .


"Aahh.... mom aku senang dengan berita ini ... mom apa kita akan memangil mereka untuk memuaskan kita nanti ." Margaretha dipenuhi dengan kesenangan .


" Tentu .... mom akan bermain dengan Enrico dan juga dengan mereka ." Jawab Debora dengan senyum mengembang dibibir nya yang tebal berwarna merah .


Tanpa mereka tahu jika semua pembicaraan mereka semau sudah terekam oleh seseorang .Yang selalu mengawasi mereka selama ini . Pelayan itu dengan cepat mengirim rekaman video itu kepada orang lain .


Dikantor saat Luwina menerima pesan yang dikirim orang itu hanya bisa tersenyum . Dengan kejam untuk segera menjatuhkan mereka bersamaan . Dia sudah tidak sabar ingin memusnahkan mereka .


" CK .... kenapa meraka sangat bodoh dan hanya kelamin pria saja yang ada di otak mereka. Kalau begini akan tidak akan seru lagi . Hah permainan ini akan semakin tidak menyenangkan ." Ucap Luwina dengan mendesah lirih .


" Baby ... apa yang membuat mu kesal?." Zero bertanya dengan berbisik tepat ditelinga Luwina .

__ADS_1


" Ck... bisa tidak jangan datang dengan senyap membuat ku kaget saja ." Seru Luwina yang terkejut kedatang Zero .


" Aura ... aku sudah dari tadi disini . Hanya saja kau fokus dengan ponsel mu makanya kau tidak sadar aku disini ." Jawab Zero dengan lembut yang membuat Luwina merinding ada lagi Zero yang sengaja menjilat telinga wanita itu.


Berbeda dengan Luwina yang merasa ingin dimakan Zero berbeda dengan Patricia. Yang merasa iri dengan kemesraan yang mereka berdua tampilkan .


" Tunggu .... apa yang membuat mu datang kesini ?." Tanya Luwina dengan menaik turun kan alisnya .


" Aura .. jangan bilang kau lupa perlukah aku ingat kan seperti tadi pagi .," Ucap Zero dengan raut wajah mesum .


"Tidak ... aku sudah ingat ...apa kita akan pergi sekarang ." Jawab Luwina dengan terbata bata .Dengan wajah yang memerah karena malu . Saat mengingat apa yang dilakukan Zero tadi pagi . Pria itu dengan sengaja menahannya dikamar mandi untuk menyiksanya dengan segala sentuhan .


"Kalau ingat .. ayo berangkat kita kesana mereka semua sudah menunggu kita ." Ajak Zero dengan lembut .


"Oke ... aku akan menyiapkan yang perlu kita bawa ." Jawab Luwina dengan mata yang berbinar .


" Noel .... kamu handle perkerjaan disini bersama dengan Jakson aku akan pergi dengan Luwina . Dan Zus saat ini tidak ada dikantor jadi kau yang mengurus nya ." Ucap Zero dengan nada tegas . Tapi juga ada kelembutan dari mata pria itu saat berbicara dengan Noela .


Setelah berpamitan dengan Noela kedua sejoli itu pergi dari perusahaan Oliver. Mereka menuju keperusahaan Scotly untuk mengusir para pembuat onar .Yang ada diperusahaan nya saat ini.

__ADS_1



__ADS_2