Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Resiko istri dari pria berkuasa


__ADS_3

Zero memandang wanita tua yang ada dihadapannya saat ini. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh nya . Tapi Zero bisa melihat kecemasan yang tergambar jelas dari mata tua nya.


" Apa yang kau cemaskan saat ini nyonya ..?" Zero bertanya dengan memicingkan mata .


" Aku hanya memikirkan bagaimana kedepannya . Aku hanya berharap semoga selama nya Erik bisa hidup damai seperti sekarang ." Jawab Nenek Elma dengan menutup matanya .


" Eemm ... baiklah aku akan melihat tuan Scotly. " Ucap Zero setelah dirasa cukup untuk berbincang dengan nenek Elma saat ini .


" Iya pergilah aku juga akan beristirahat tubuh ku semakin tua . Jadi tidak bisa bekerja lebih lama lagi ." Sahut nenek Elma dengan tersenyum menuju kamar dimana tempat Luwina berada saat ini .


Zero berjalan menuju tempat ruangan Scotly berada saat ini. bertepatan dengan dokter yang keluar dari ruangan itu . Zero melihat raut wajah yang tidak baik dari sang dokter .


" Dokter bagaimana keadaan nya saat ini .?" Zero bertanya dengan cemas .


" Keadaan tuan Scotly saat ini cukup stabil tapi juga tidak bisa dikatakan baik .kau juga pasti tahu kan jika organ dalam nya sudah rusak .Untuk bertahan sampai saat ini saja itu sudah menjadi sesuatu yang luar biasa ." Jawab dokter dengan menghela nafas panjang .

__ADS_1


" Hah... lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membuatnya bertahan lebih lama .?" Zero bertanya lagi dengan mengusap wajah nya dengan kasar.


" Tidak ada hanya semangat untuk hidup yang bisa membuat nya bertahan lebih lama." jawab Dokter itu dengan muram . Dia sudah banyak menanganinya pasien tapi untuk yang satu ini dia benar benar tidak bisa memastikan keselamatannya .Meski harus melakukan operasi pergantian organ . Itu masih tidak akan bisa menyelamatkan nyawa pasien nya saat ini .


" Aku akan berbicara dengan putrinya untuk mengambil keputusan selanjutnya ." Ucap Zero dengan menunduk semoga saja Luwina bisa mengambil keputusan yang tepat .


Zero berjalan dengan gontai kearah ruangan Luwina berada saat ini . Sedangkan diruangan itu terdengar suara Ay yang berbicara dengan Luwina.


" Sejujurnya aku sendiri tidak tahu apa yang sudah dilalui oleh kakak selama ini. Bahkan aku tahu jika memiliki seorang kakak baru beberapa tahun ini . Tapi aku tahu dia selalu akan menjadi perisai untuk ku jika ada yang berani melukai ku ." Ucap Luwina dengan mata yang terlihat sendu .


" Tapi sekarang aku bisa melihat mata Kakak berbinar dipenuhi semangat dan kebahagiaan saat bersama mu . Aku harap kau bisa bertahan untuk nya . Dan jika ada wanita yang datang kepada mengaku sebagai wanita nya . Jangan langsung percaya kakak memang sering bermain wanita . Tapi mereka semua hanya orang yang ingin mendapatkan kepuasan semata ." Lanjut Ay dengan sedih saat membayangkan jika ada wanita yang mencoba untuk menganggu kebahagiaan sang kakak .


" Eemm ..aku bisa mengatasi mereka jadi jangan terlalu berfikir . Lagi pula aku yakin Zero bukan lah orang yang mudah tertipu oleh para ular itu ." Jawab Luwina sambil terkekeh mendengar kecemasan Ay . Dia tidak menyangka jika Ay akan memiliki pemikiran seperti itu .


" Yah aku mengatakan ini karena kau juga mengalaminya saat ini .Bahkan dengan sikap Xavier yang dingin dan menjauhi mereka tapi mereka tetap saja selalu mecari celah untuk mendapatkan suami ku . Apa lagi Kakak yang semau orang tahu begitu sering bermain dengan wanita ." Sahut Ay dengan mengerutu saat mengingat bagaimana para wanita itu yang mencoba menggoda suaminya .

__ADS_1


"Ha ha ..ha ....itu lah resiko yang harus kita tanggung jika memiliki pria dengan segudang kekayaan dan kekuasaan ." Tawa Luwina menggema diruangan itu . Ay hanya memandangnya dengan aneh . Bagaimana bisa Luwina tertawa Mendengar ceritanya saat ini .


Disaat bersamaan pintu terbuka seorang pria masuk dengan muram .Dia sempat mendengar ucapan sang istri .Yah Xavier menyusul Ay Diruangan Luwina setelah membereskan urusannya .


" Sayang ... aku tidak perduli dengan mereka . Hanya kamu yang akan menjadi ratu didalam hati ku ." Ucap Xavier sambil memeluk Ay dengan mesra .


" Aku tahu ...aku hanya jengkel dengan mereka yang selalu mencoba untuk merayu mu ." Jawab Ay dengan cemberut .


" Jadi ingat lah .... " Ucapan Xavier terhenti saat sebuah tangan menarikanya.


" Jika kau berani selingkuh ...lihat saja aku sendiri yang akan memotong punya mu ." Suara Zero Terdengar menakutkan dengan wajah yang muram .


" Ay tenang saja....kau punya kakak jika dia macam macam bilang saja .Kakak akan membawa mu dan kedua keponakan Kakak pergi . Sehingga pria ini tidak lagi menemukan mu ." Ucap Zero dengan senyum mengejek kepada Xavier .


" CK ...kenapa kau memeluk istri ku pergi sana kepada wanita mu . jangan coba coba mempengaruhi istri ku saat ini ." sanggah xavier dengan cemberut .

__ADS_1


" Ha ha ha ....kalian ini kenapa seperti anak kecil yang rebutan mainan saja ." Tawa Luwina membuat kedua pria itu tersenyum canggung .


__ADS_2