
Sebuah hampir satu Minggu berlalu keadaan juga sudah kembali stabil . Saat ini di masion utama Oliver terlihat pelayan yang tengah membersihkan masion . Keadaan masion lebih hidup saat ini sejak kedatangan Luwina .
Biasanya masion akan terlihat hidup jika ada keluarga nona muda mereka .
" Cepat cepat .... jangan ada yang terlewatkan .Semau harus berada ditempat yang tepat ." Ucap Hendri yang sedang mengawasi para pelayan.
" Baik.... " Jawab para pelayan dengan senang hati .Hari ini merupakan hari yang paling sibuk untuk menyambut tamu tuan rumah .
Hendri dengan penuh semangat menyiapkan semau dengan teliti .
" Huh ...apa lagi yang kurang tidak mungkin ada yang kurang . Hari ini pertama kalinya tuan Hadwin akan datang . jadi semua harus terlihat sempurna .Kita harus membantu tuan untuk menyambut tamu ." Ucap nya dengan senyum cerah diwajah tuanya. Dia cukup bahagia saat ini dengan bisa melihat tuan muda nya bisa melepaskan masa lalu .
Tak tak tak .....
Terdengar suara sepatu yang sedang menuruni tangga dengan hati hati .Sehingga para pelayan menoleh untuk melihat siapa yang telah turun .
" Selamat lagi nona .... Apa ada yang anda butuhkan?." Tanya Hendri dengan senyum sopan dan juga terpancar kasih sayang dari mata tua itu .
" Eemm... tidak kalian ini sedang apa kenapa begitu tegang ?." Kali ini Luwina yang bertanya dengan penasaran .
" Tidak ada nona .... kami hanya ini melakukan yang terbaik saja . Dan kami juga senang bis melihat anda yang perhatian ." Jawab Salah satu koki yang sedang menyiapkan sarapan .
" Eemm ... sudah lah lanjutan kerja kalian jangan perdulikan aku ." Ucap Luwina sambil melambaikan tangan .
Saat Zero juga telah turun terdengar suara mobil yang datang . Awalnya Luwina mengira itu hanya Zus dan yang lainnya datang ternyata dugaan nya salah .Saat ini yang datang tidak lain adalah keluarga Hadwin.
__ADS_1
" Mom...Dad kalian datang."Seru Luwina dengan senyum cerah.
"Yes honey .... mom merindukan mu ."Jawab nyonya Hadwin sambil memeluk Luwina .
"I Miss you too ....mom." Jawab Luwina dengan erat memeluk mommy nya .
" Kepada Daddy tidak ...?." tanya tuan Hadwin dengan muka masam diabaikan oleh anak dan istrinya.
" Selamat datang di tempat saya tuan dan nyonya . Maaf seharusnya saya lah yang datang kepada anda ." Ucap Zero dengan sopan . Tapi masih ada jejak keangkuhan dari suara pria itu.
" Tidak masalah ...aku berterima kasih sudah menjaga Luwi kami ." Sahut Nyonya Hadwin terlebih dulu sebelum dan sang suami bersuara .
" Cih .... tahu diri juga ternyata ." Gerutu tuan Hadwin pelan tapi masih bisa didengar oleh orang lain .
" Dad.... bos tidak lebih sopan kita dengan bertamu ." Bisik nyonya Hadwin dengan senyum canggung . Wanita itu diam diam melirik kearah Zero yang hanya tersenyum mendengar ucapan nya .
" Maaf ... hanya saya yang dan kepala pelayan yang bisa menyambut kalian . Kalian juga sudah tahu saya yatim piatu ." Ucap Zero sambil mempersilahkan tamunya untuk duduk .
Setelah mereka duduk diruang tamu para pelayan menyajikan minuman dan beberapa camilan . Yabg sebelumnya sudah disiapkan oleh koki .
" Silahkan dinikmati tuan ,nyonya semoga kalian bisa memaklumi tuan muda kami . Yang tidak pernah mendapatkan bantuan dari orang tua ." Ucap Hendri dengan ramah . Tapi siapa pun juga bisa melihat adanya kesedihan juga kebahagiaan secara bersamaan .
" Ini sudah cukup .... dan terima kasih atas jamuan nya. " Jawab nyonya Hadwin dengan. senyum lembut . Sepertinya wanita paruh bayu itu mengerti apa yang dikatakan oleh kepala pelayan di masion ini .
" Paman duduk lah ..." Ucap Zero dengan lirih .
__ADS_1
" Tuan muda didepan tuan Zus dan juga yang lain sudah datang ." Ucap Hendri setelah menerima laporan dari para penjaga .
"Biar kan saja .... bukan kah mereka sudah biasa datang ." Ucap Zero dengan datar .
Dan bear saja saat ini mereka sudah berada di dekat mereka .
" Maaf kami datang terlambat ...?"ucap Noela dengan wajah yang teduh .Di mata nya masih ada jejak air mata yang tertinggal .
" Tak apa kak .... ayo duduk .Aku kenalkan kepada orang tua ku ." Sahut Luwina dengan senyum manis .
" Selamat datang ditempat saudara kami nyonya .Semoga pria nakal itu tidak membuat ulah ." Sapa Noela dengan senyum ramah .
" Aku bukan pembuat ulah Noel .Yang ada tuh orang yang dibelakang mu ." Sahut Zero tidak terima dengan ucapan Noela saat ini .
Ruang tamu kini semkin ramai dengan kedatangan mereka .
" Ha ha ha ....tidak nak dia tidak berbuat ulah . Kami disini cukup nyaman ." Jawab Nyonya Hadwin dengan tawa lembut .Dia tidak menyangka jika par saudara dari calon menantunya ini juga sangat baik .
" Disini hanya kami yang akan berani memarahinya . Itu pun jika dia sedang dalam mood yang baik. " Ucap Noela sambil bercanda .
.....
🌺🌺🌺🌺🌺
Sorry guys baru bisa up kemarin ada kesibukan jadi tidak bisa up .
__ADS_1