
" Daddy ..." Lirih luwina saat melihat pria yang berbaring dengan lemah itu .Sedangkan pria itu hanya mengedipkan matanya untuk menjawab ucapan Luwina .
Wanita itu berlari dan memeluk pria itu dengan tangis yang tidak bisa ditahan lagi .
" Daddy ... hiks ...hiks ...jangan tidur lagi temani aku oke."Ucap Luwina dengan terisak dipelukan pria paruh baya itu .Dengan gerak tangan nya yang lemah tuan Scotly mengusap lembut rambut Luwina.Pria itu melirik Zero yang berdiri dibelakang luwina .Dan untuk Baweli sendiri menyingkir untuk memberi ruang kepada mereka .
"Jangan berbicara lagi .... istirahat lah dengan baik . Aku akan menjaga nya dengan baik . jadi cepat lah sehat untuk melihat kami menikah ." Zero membuka suara saat melihat tuan Scotly yang meliriknya .Pria itu kembali mengedipkan mata nya sebagai jawaban .
"Eemm...Zero benar dad jadi Daddy harus sehat agar bisa melihat kami menikah ." Sambung Luwina dengan senyum lebar . Sambil menghapus air matanya yang masih mengalir .
Senyum lemah terukir diwajah lesu tuan Scotly .Pria itu kembali mengedipkan mata nya memberi jawaban .Kedua pasangan itu saling melempar senyum dengan suasana hati yang baik .
" Kami disini ...bersama Daddy .Aku akan menemui dokter untuk bertanya perkembangan dad. "Zero pamit kepada Luwina yang masih duduk disamping tuan Scotly .
" Eemm ....aku akan menunggu disini." Jawab Luwina dengan senyum lembut .Wanita terlihat engah untuk meninggalkan sang ayah.
Zero keluar dari ruangan tuan Scotly untuk bertanya kepada dokter. Sebelum pria itu mencapai ruangan dokter. Ponsel pria itu berdering sehingga menghentikan langkah kaki nya . Melihat siapa yang menelponnya saat ini .
__ADS_1
" Katakan Zus ..."Ucap Zero saat panggilan sudah terhubung .
" Mereka ...semua sudah dalam keadaan tidak baik . Apa lagi wanita itu yang sudah digilir mereka semau . Saat ini dalam keadaan yang sudah mengerikan .Lubang nya sudah rusak wanita tua itu sudah tidak berdaya .Yang masih bertahan hanya dia sesuai dengan permintaan nya saja ."Zus melaporkan semua yang terjadi kepada para tahanan mereka .
" Eemm... lepaskan kedua wanita itu ...biarkan mereka keluar lewat hutan ." Suara Zero terdengar dingin . Zus seakan bisa merasakan kedinginan menembus ponselnya .
" Baik ...lalu kepada tiga pria itu .?" Zus bertanya lagi .
" Terserah ... saat ini kau hanya ingin fokus bersama dengan aura saja .Kamu bisa melakukan apa pun kepada mereka . Ingat jangan berikan mayat mereka kepada para binatang .Tubuh mereka terlalu banyak racun ." Zero memberi instruksi kepada Zus .
" Oke ... anggap saja sudah selesai ." Sahut Zus berkata dengan acuh tak acuh .
Hutan yang dimaksud Zero hutan yang tidak pernah dijamah manusia lain selain Zero .Selama ini hanya dia yang bisa keluar dari hutan itu dengan selamat .Hutan yang masih memiliki banyak hewan buas dan juga ular yang sangat besar . Bukan hanya itu saja ,masih ada suku pedalaman yang membenci manusia lain .
" CK ... huh aku tidak rasa mereka berdua lebih baik mati diamkan hewan buas. Dari pada bertemu dengan para kanibal itu ." Ucap Zus sambil menatap ponsel yang baru saja mati .Pria itu beranjak dari tempat duduk nya dengan mendengus kesal .
" CK ... gara gara kalian aku harus meninggalkan istri seksi ku dirumah ." Gerutu Zus dengan mendengus kesal .
__ADS_1
" Arnov .... bersujud lah di makam Carlos .Kami mengampuni mu hanya kerena permintaan terakhirnya ." Ucap Zus saat berada didepan Arnov .Pria itu menatap Zus pria yang pernah menjadi saudara nya itu dengan pasrah .
" Kenapa ...kenapa ....kalian tidak membunuh ku saja .Dari pada membiarkan ku hidup seperti ini .?" Arnov bertanya dengan menundukkan kepala nya .
" Bukankah sudah ku katakan ini permintaan terahkir Carlos .Orang yang kau hianati hingga akhir nyawanya." Jawab Zus dengan nada acuh tak acuh . Dia lebih suka membunuh pria yang ada didepannya saat ini dari pada melihat tetap hidup .
" Kemana....kau akan mengirim ku pergi .?" Arnov bertanya dengan segala ketakutan nya .
" Pulau neraka ..." Jawab Zus dengan mengangkat bahu nya dengan acuh .Mata Arnov membulat mendengar ucapan Zus . Dia lebih memilih mati dari pada harus kesana. Jika itu dulu mungkin dia akan dengan senang hati dikrim kesana .Tapi dengan.keadanan nya saat ini dia sudah tahu bagaimana nasibnya .
" Baik ..biarkan aku bertemu dengan Claudia untuk terakhir kalinya ." Ucap Arnov sebagai permintaan terakhir dari pria itu .
" Tunggu saja ..dia akan datang ." Jawab Zus dengan acuh .Mata Zus beralih kepada dua tawanan lain yang berada didepan sel Arnov .
" CK ...CK ...kalian berdua sekarang pilih . Ingin mati dengan cara apa .?"Zus bertanya seolah nyawa keduanya tidak ada artinya lagi .
" Lakukan dengan cepat ." Jawab Jordan dengan lirih .Pria sudah pasrah dengan nasib nya yang akan mati ditangan pria didepannya .
__ADS_1
" Pilihan yang bagus ...." sahut Zus sambil mengangguk angguk kepala nya .