
Keesokan paginya saat sinar mata hari mulai memasuki celah dari gorden yang masih tertutup rapat .Wanita itu menyipitkan mata nya perlahan terbuka .Saat pertama kali membuka mata pemandangan indah yang dilihatnya.Dada bidan rahang yang kokoh dari pria dewasa yang kini dengan eratnya mendekap tubuhnya .
" Kenapa aku bisa tidur dengan nya ...apa yang terjadi semalam tidak mungkin akan aku terlalu mabuk dan melakukannya dengan pria ini ." Batin Luwina dengan gusar .
" Tidak aku tidak melakukannya aku tidak merasa sakit tubuh ku juga biasa saja ." lanjutnya didalam hati .Sebuah suara membuyarkan lamunan Luwina .
"Kau sudah bangun .... apa sebegitu nyenyak tidur dipelukan ku..?" Tanya Zero dengan suara khas bangun tidur .
Luwina linglung sendiri saat ini belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi .Kenapa dia bisa berakhir diranjang dengan pria ini .
Tak ....
" Apa yang kau pikirkan .... cepat bangun kita harus kekantor ." Ucap Zero dengan menjitak kening Luwina dengan lembut .Wanita itu hanya cemberut sambil memegangi kening nya yang baru saja di jitak Zero .
" Eemm ....dimana kamar mandi nya .?" Tanya Luwina dengan linglung yang membuat pria itu ingin sekali menerkamnya sekarang juga .
"Ada disitu kau buka saja pintu itu aku ...akan mandi dikamar sebelah ." Jawab Zero sambil menunjuk sebuah pintu .Dengan sedikit melompat dari ranjang Luwina berlari menghindari Zero Setalah menyambar kaca matanya .Zero bangun dengan terkekeh pelan setalah itu baru menuju kamar yang ada disebelah nya .
" Bagaimana ini .... apa iya aku pakai baju yang semalam .... tidak mungkin baju itu saja entah dimana .Aku juga tidak tahu siapa yang sudah mengganti baju ku semalam ." Gumam Luwina dengan cemas .
Setalah berfikir keras akhirnya Luwina keluar dari kamar mandi sudah ada Zero . Dengan penampilan yang rapi dengan jas mahal yang dijahit khusus untuk nya .
Cklek...
__ADS_1
Pintu terbuka memperlihatkan Luwina yang hanya mengunakan bathroop saja.
" Kenapa lama sekali ....Ini gunakan baju ini aku baru saja memesannya ." Ucap Zero menyerahkan baju kepada Luwina yang masih bengong .Dengan cepat wanita itu meraih paperbag itu dan membawanya kembali kedalam kamar mandi .
" Uuhh ...ini mengerikan Agrrhh...Apa yang sudah kau lakukan Luwi .?" Batin Luwina berteriak keras .
" Huh ...dia itu pria dewasa kan semoga saja dia tidak tergoda dengan tubuh ku ,atau karena sudah terbiasa dengan tubuh wanita jadi dia tidak bernafsu saat melihat ku ." gerutu luwina saat menyadari apa yang telah terjadi .
Tak butuh waktu lama Luwina keluar dari kamar mandi .Dengan sedikit menunduk karena malu akhirnya Luwina menghampiri Zero .
" Sudah selesai ayo kita turun ..Zus sudah menunggu untuk sarapan ." Ucap Zero saat baru melihat Luwina .Baju yang digunakan Luwina saat ini hampir mirip yang dipakai seperti biasa hanya saja merek nya yang berbeda .
" Baik sir ..." Jawab Luwina dengan gugup .Mengikuti pria itu dari belakang .Luwina bisa melihat betapa mewahnya masion yang saat ini ditempati oleh pria itu .
" Selamat pagi luwi ....apa tidur mu nyenyak ?" Tanya Zus dengan senyum mengejek kearah Zero .Yang duduk dengan wajah dingin .
" Eemm....iya tidur ku nyenyak ." Jawab Luwina dengan canggung saat melihat banyaknya pelayan disekitar mereka .
Zero yang mengerti kegelisahan Luwina pun segera mengusir mereka dengan gerakan tangan.
" Makan lah kita akan segera pergi kekantor ." Ucap Zero sambil mengibaskan tangan nya. sebagai tanda untuk mengusir para pelayan,
agar wanita itu bisa makan dengan tenang .
__ADS_1
Dengan cepat para pelayan pergi setelah melihat tanda itu .
Sarapan selesai dengan cepat dengan keheningan diantara mereka .Mereka meninggalkan meja makan dan segera bergegas menuju perusahaan .Mereka sudah terlambat setengah jam saat tiba dikantor .
Luwina dengan tergesa gesa memasuki ruangan nya yang disambut oleh Brigita dengan tatapan tajam .
" Kau.... jangan seenaknya ya kau terlambat kerjakan ini .Ingat harus selesai tepat waktu jika tidak kau akan dipecat ." Ucap Brigita dengan keras .Luwina hanya diam tidak membantah memang dirinya terlambat .
"Brigita ....punya hak apa kamu memecat pegawai disini .Mengandalkan daddy mu yang memiliki saham disini atau wanita yang pernah naik keranjang bos .?" Tanya Noela dengan dingin . Noela mulai geram sendiri dengan tingkah laku wanita sombong yah ada didepannya saat ini .
"Cih ...menjengkelkan ." Jawab Brigita pergi begitu saja saat melihat mata tajam Noela .
" Sudah kerjakan saja jangan hirau kan mereka wanita ular itu ." Ucap Noela kepada Luwina untuk mengerjakan tugasnya dengan tenang .
"Terima kasih kak .... ini juga salah ku terlambat ." Sahut Luwina dengan memaksakan senyum nya .
" Eemm aku tahu ..."Jawab Noela ringan .Wanita tahu pasti ini ulah Zero yang membuat luwina terlambat .
Brigita dengan amarah yang dan kesal saat melihat tanda merah dileher Luwina membuat nya panas .Apa lagi dia tahu semalam Luwina dibawa pergi oleh Zero ke acara ulang tahun nona Scotly .
" Tidak bisa dibiarkan .... aku kan membaut perhitungan dengan nya jika dia berani merebut Zero dari ku .Hanya aku yang pantas bersanding dengan nya bukan wanita miskin dan cupu itu yang akan bersama dengan nya ." Gumam Brigita saat pergi menginggalkan ruangan sekertaris.Wanita itu tidak menyadari jika ucapan itu didengar oleh orang lain .Yang tak sengaja Zero ingin pergi keruangan Zus tapi malah melihat Brigita keluar dengan marah.
"Jika kau berani menyentuhnya maka dihari itu juga kau akan berakhir ." Batin pria itu dengan geram .Zero bertekad untuk membuat wanita itu membayar mahal jika berani menyentuh Luwina .
__ADS_1