Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Sumpah Margaretha


__ADS_3

Luwina meniggalkan ruangan sekertaris dengan tenang dia tidak terganggu dengan apa yang terjadi .Sedangkan Zero hanya tersenyum saat melihat Luwina sudah ada didepan pintu .


" Ayo... mereka sudah menunggu .Dan bersiap lah besok lusa kita akan ke Scotly crop ." Ucap Zero dengan tegas tidak ingin ada bantahan dari wanita yang kini berada dibelakangnya .


Tak butuh waktu lama kedua nya sampai diruangan meting . Dan disana sudah ada orang yang menuggu .Mereka berdiri menyambut keduanya dengan senyum lebar .


" Maaf ... kami seperti nya terlambat ." Ucap Zero sambil menjabat tangan pria itu .


"Tidak .... kami yang datang terlalu pagi ." Jawab nya dengan ceria .Pria paruh baya itu dengan senang hati menuggu jika akan mendapatkan proyek .


"Baiklah...mari kita berbicara bisnis untuk hari ini ." Sahut Zero sambil duduk di kursinya .


" Luwi .. berikan berkasnya kepada mereka agar bisa dipelajari oleh mereka ." Lanjutnya dengan lembut .


"Baik tuan..." Jawab Luwina dengan patuh . Melihat Zero yang duduk dengan angkuh membuat sekretaris dari klien semakin tertantang .Dengan gerakan sensual dia merima berkas itu dan memberikannya kepada bosnya .


" Terima kasih tuan .... dan ini adalah pengajuan yang akan kami lakukan . Dalam proyek kerja sama kita kali ini .Saya akan menjelaskan dengan terperinci lagi ." Sahut nya dengan senyum yang menggoda .


Setalah beberapa saat wanita itu selesai dengan penjelasan nya. Luwina dan Zero akui mereka bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari mereka .

__ADS_1


" Bagaimana tuan , Apakah ini cukup memuaskan anda . Jika masih ada yang kurang kami akan menambahkan nya ." Ucap pria itu dengan senyum puas saat Zero terlihat tertarik .


" Tuan anda juga sudah membaca berkas yang kami berikan . Jadi jika anda memang berkenan maka itu semau yang akan kami ajukan .," Jawab Luwina dengan tegas . Mata yang dibalut dengan kaca mata tebal itu terlihat tajam .Seperti nya orang ini belum mengerti cara kerja yang di inginkan oleh bosnya .


" Iya ... anda benar nona dan kami ... akan melakukan peninjauan terlebih dulu. " Jawab nya dengan tetap berusaha ramah .Meski dia merasa jika saat ini Luwina yang hanya Sekertaris kecil berani memcemooh dirinya .


" Jika begitu kembali lah jika sudah melakukannya .Dan jika sudah setuju segara siapkan kontrak kerja sama nya ." Sahut Zero dengan cuek dan angkuh .Melihat apa yang sudah dilakukan Zero pria itu geram .Seandainya saja dia tidak dalam kesulitan tidak mungkin akan merendahkan diri seperti saat ini .


" Baik lah tuan kami ... akan datang lagi jika kami telah selesai ." Jawab nya dengan tetep mempertahankan wajah ramah .Setelah selesai dengan basa basi nya kedua klien itu keluar dengan geram .Jika sang bos merasa Zero sedang mempermainkan mereka .Maka berbeda dengan yang sekertaris saat ini .Dia kesal karena Zero tidak melirik dengan penuh minat .


Disebuah apartemen yang mewah terlihat, seorang wanita cantik sedang menikmati segelas anggur merah .Ditangan yang satu nya sedang memegang ponsel nya .Setelah bersembunyi selama hampir 2 pekan .Akhirnya skandal yang dilakukan nya saat ini bisa ditekan .


" Apa yang membaut mu begitu marah saat ini ...eemm" Ucap pria itu dengan mencium tengkuk Margaretha.


" Aku hanya kesal saja ... karena skandal itu membuat kita harus bersembunyi disini .Dan aku tidak akan membiarkan orang itu bahagia untuk selamanya ." Jawab Margaretha dengan geram .


" Tenang lah akan ada waktu yang tepat untuk membalasnya .Bukan kah selama ini dia juga sering bercinta dengan para jal4ng ." Sahut pria itu dengan tangan yang sudah meraba perut datar Margaretha .


"Eemm..aku tahu itu .Dan aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan nya .Pasti akan memuaskan jika melihatnya bersujud dan memohon kepada kita ."Sahut Marga dengan senyum yang mengembang .

__ADS_1


" Jangan pikirkan dia lagi kau adalah pewaris Scotly . Dengan kita bergabung kita bisa menekan nya dengan mudah .Jadi mari kita nikmati waktu saat ini dengan gairah ." Ucap pria itu sambil menyusuri leher Margaretha dengan bibirnya .


" Iya...mari kita lakukan yang menyenangkan kan ." Ujur Margaretha dengan menahan suaranya saat Jordan sudah mencumbunya dengan buas .


"Aahh...." Margaretha tidak bisa lagi menahan suaranya .


" Menjeritlah seperti yang keras ....aku menyukai suara mu ." Bisik Jordan dengan sensual . Yang membuat Margaretha semakin menggelinjang saat Jordan menumpahkan anggur ke tubuhnya .


Entah berapa lama mereka berpacu untuk mencari kenikmatan sampai akhirnya keduanya jatuh tak berdaya.Tanpa kedua orang itu tahu jika apa yang mereka lakukan saat ini terus dipantau oleh orang orang Zero .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ... kok sepi pada kemana ..


Jangan lupa like and comen ....


Yuk kita lihat rencana Margaretha yang sok pintar dan berkuasa tidak tau apa pun .


Kopi nya guys biar tambah semangat up .

__ADS_1


__ADS_2