Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Aku bisa mengikuti mu


__ADS_3


Gaun dengan model tertutup tapi itu terlihat elegan bisa digunakan dengan hijab maupun tidak . Gaun ini juga tidak kalah elegan nya dengan dua gaun yang lainnya .


" Aku suka yang ini..." Seru Luwina dengan mata berbinar cerah .


" Sepertinya kita sudah menemukan yang cocok." Jawab Ay dengan mengangguk-angguk kepalanya. Dia juga puas dengan pilihan kakak iparnya .


" Baiklah ...lalu untuk resepsinya ingin yang mana nona ..?" Pegawai butik itu bertanya dengan ramah .


" Resepsi akan kami adakan di London jadi itu tidak diperlukan untuk sekarang ." Jawab Zero dengan datar .


Pegawai itu hanya bisa terdiam mendengar jawaban dari calon pengantin pria .Sehingga mengalihkan perhatian kepada Luwina untuk mencoba gaun yang dipilih.


Ay membawa mereka ke salah satu kamar tamu yang berada dilantai bawah .Untuk tempat ganti yang baju saat ini.Luwina pergi kekamar itu bersama dengan dua pegawai butik untuk membantunya .


" Nyonya ...kami juga sudah membawa pesanan anda yang lain silahkan untuk dilihat ." Ucap pegawai butik dengan sopan .



Pegawai itu lagi lagi mengeluarkan gaun yang indah . Ada empat gaun dengan warna biru muda yang terlihat elegan .Mata Ay bersinar cerah melihatnya.


"Ini indah .... aku akan meminta Zahra untuk datang dan mencoba baju ." Seru Ay dengan semangat.


Tak lama Kemudian Luwina keluar dengan mengunakan gaun yang sebelumnya dicoba .Semua mata memandang dengan penuh semangat .Zero pria itu tidak berkedip menatap wanita nya dalam balutan gaun pengantin .


" Cantik ..." Gumam Zero dengan lirih yang masih didengar oleh Xavier yang berada disampingnya.

__ADS_1


" CK ... ini bukan pertama kali nya kau mengucapkan kalimat itu ." Xavier mencibir Kakak ipar nya itu dengan sengaja .


" Tentu ...saja apa salah nya memuji wanita sendiri ." Sahut Zero tanpa melirik Xavier mata pria itu hanya memandang Luwina . Wanita itu tersenyum malu saat melihat Zero yang tidak mengalihkan perhatian nya .


" Apa kah ini cukup baik ....?" Tanya Luwina dengan malu .


" Tentu ....kamu sangat cantik dan elegan menggunakan nya ." Seru Ay dengan mata berbinar cerah .


"Eemm ....kamu sangat cantik dengan itu . Jadi jangan menundukaan kepala mu lagi ." Sahut Zero dengan senyum puas diwajahnya .


Pria itu sudah tidak sabar untuk menanti hari yang akan datang .


" Eemm ..aku tahu ." Jawab Luwina dengan tersenyum lembut .Luwina kembali kedalam kamar tamu untuk berganti pakaian nya .


" Mom...tidak lupa kan menyajikan baju yang cantik untuk ku ." Seru Xaviera yang baru datang bersama dengan Erik .


" Tentu ...mom sudah menyiapkan nya unyu princess dan prince mommy." Jawab Ay dengan mencubit pipi chubby milik gadis kecil itu .


Wanita itu hanya bisa menggelengkan kepala nya. Melihat tingkah putrinya yang super aktif .


"Nona ...tolong tunjukkan gaun untuk putri ku ." Pinta Ay dengan sopan .


" Tentu nyonya ..." Jawab staf dengan membawa gaun kecil dengan warna sama seperti gaun yang dilihat Ay sebelumnya.



" Bagaimana suka tidak ....?" tanya Ay kepada putri nya .

__ADS_1


" Ini cantik mom ...tapi kenapa warnanya tidak sama seperti milik mami .?"Xera bertanya dengan menatap Ay .


"Karena ini sama dengan punya mom dan mama juga milik Aisyah juga ." Jawab Ay dengan senyum lembut .


" Eemm begitu ...." jawab Xera dengan menganggukkan kepala nya seperti orang yang sudah mengerti .


" Sayang .....lalu untuk mana ... juga untuk pengantin kita .?" Bisik Xavier dengan lembut ditelinga Ay . Zero mendengus kesal melihat kelakukan adik iparnya .


" Ada dong ... tunggu saja ..minta kepada mereka untuk menunjukkan nya ." jawab Ay dengan senyum sambil membelai tangan Xavier.


" CK ...kau tidak melihat disini masih ada banyak orang ." Zero mendengus kesal dengan adik iparnya .


" Kalian ini bisakah tidak ribut ...ayo kak juga harus mencoba jas milik mu ." sahut Ay dengan geram .


"Eemm ..mom benar papi harus mencobanya ." Xera juga ikut berkata.


" Tidak usah .... papi selalu tampan mengunakan nya ." Jawab Zero dengan sombong .


" CK ....narsis ...." Gumam Xavier dengan berdecak kesal .Zero tidak perduli lagi dengan perkataan iparnya . dia hanya fokus melihat Luwina yang berjalan keluar .Setelah berganti baju lagi dan berjalan untuk bergabung bersama dengan mereka .


" Eemm .. apa tidak masalah untuk pernikahan kita saat ini .maksud aku..aku tidak masalah dengan mengikuti mu ." Ucap Luwina dengan lirih saat berada disisi Zero .


Pria itu tersenyum mendengar keinginan Calon istrinya .


"Tidak masalah ... Aku tidak ingin kamu mengubah keyakinan mu hanya kerena pernikahan kita .Aku ingin itu tulus dari dalam hati bukan untuk kepentingan semata ." Jawab Zero dengan lembut .


" Apa yang dikatakan kakak itu benar jadi jangan memikirkan hal yang remeh .Meski kita berbeda cinta itu murni jadi jangan terbebani dengan masalah ini ." Sahut Ay dengan mengusap lembut lengan luwina .

__ADS_1


" Terima kasih ....kalian sangat baik ." Jawab Luwina dengan memeluk Ay .


" Tentu saja ... kita keluarga ." Ay berkata dengan tersenyum .


__ADS_2