Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Melakukan pemeriksaan di rumah sakit


__ADS_3

Keesokan hari nya Zero membawa Luwina untuk pergi ke rumah sakit. Untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut . Untuk mengetahui perkembangan janin yang ada diperut Luwina . Kedua nya terlihat bahagia tapi itu semua tidak bisa menutupi duka .


Yang akan datang entah cepat atau lambat .Hanya tinggal menunggu waktu yang sudah digariskan saja . Kondisi tuan Scotly semakin menghawatirkan . Sehingga kehadiran janin tidak sepenuhnya bisa menghilangkan kesedihan .


Mobil yang dikemudikan oleh supir berhenti didepan lobby rumah sakit .Sepasangan suami istri turun menjadi pemandangan yang yang cukup mencolok .Siapa yang tidak mengenal kedua nya. Beberapa waktu lalu menghebohkan publik London .


" Ya Tuhan .... ini adalah pasnagan sangat serasi . Pria tampan impian wanita kini sudah ada yang memiliki ." Jerit salah satu perawatan yang kebetulan melihat mereka . Juga beberapa orang yang saling berbisik .


Zero pria itu turun memapah Luwina dengan penuh kelembutan. Juga hati hati memperlakukan nya bak ratu menjadi pemandangan yang cukup mengusik mata .


" Hati hati ...aura apa perlu aku menggendong mu .?" tanya Zero dengan nada yang penuh dengan khawatiran .


" Ayo ...Hubby aku tidak sakit oke ... aku hanya sedang hamil . Noela saja masih bisa bekerja dengan baik . Apa iya aku harus kamu layani seperti ini. Ayo lah Hubby aku tidak apa ..." Luwina memohon dengan wajah yang menggemaskan . Suara Luwina yang lembut tapi orang yang ada didekat mereka cukup mendengarnya .


" Apa kau yakin .... aura .?" Sekali lagi Zero bertanya untuk memastikan jika wanita itu benar benar bisa .


" Tentu ...saja .aku sehat bayi kita juga sehat ...lagi pula sebentar lagi princess akak datang. Jadi ayo cepat kita sudah membuat janji dengan dokter . Dan harus ada di mansion sebelum princess kita datang .Dan akan merajuk saat kita tidak menyambut kedatangan nya ." Ucap Luwina dengan terkekeh pelan.Membayangkan wajah imut Xaviera yang marah .


"Haish... kenapa aku bisa lupa . ayo aku tidak ingin jadi sasaran kemarahan princess Subastian itu ." Zero merangkul pinggang Luwina dengan lembut .Segara menuju ruangan dokter kandungan .Yang memang sebelumnya sudah membaut janji temu .


Mereka berdua sampai di ruangan dokter kandungan. seorang perawat datang menyambut kedatangan mereka dengan ramah . Juga ada rasa iri dari mata perawat itu .

__ADS_1


Seorang dokter wanita menunggu dengan senyum ramah . Yang biasa ditampilkan oleh para dokter .


" Selamat datang tuan dan nyonya ...mari kita lakukan pemeriksaan kepada nyonya." Sapa dokter itu dengan senyum ramah .


" Sus ...tolong bantu nyonya Oliver untuk bersiap ." Dokter itu memberi instruksi kepada Suster .


" Baik dok..." jawab suster itu dengan menampilkan senyum . Tapi didalam hati suster itu mencibir ." Cih nyonya ... bahkan sampai sekarang belum ada kabar pernikahan mereka ." ucap Suster didalam hati .


Luwina berbaring diranjang dengan suster mengolesi gel diperut Luwina .Zero berdiri disampingnya dengan mata yang menatap suster . Yang sedang mengolesi gel diperut Luwina sebelum melakukan pemeriksaan . Dengan alat USG yang sudah disiapkan sebelumnya .


" Dok ....tolong ganti suster ...sepertinya suster anda tidak ingin lagi berkerja ." Zero berkata dengan dingin dengan mata yang menatap tajam. Dokter merasakan tekanan yang luar biasa . Dengan cepat memanggil suster lain untuk membantu Luwina .


" Pergi lah .... jangan menunjukan wajah mu didepan tuan Oliver."Bisik dokter itu sebelum meminta suster pergi .


" Hubby ...sudah lah jangan marah marah .Kita harus cepat princess akan datang sebentar lagi ." Suara lembut Luwina menguarkan aura dingin Zero . Apa lagi saat dia mengingat jika saat ini keponakan nya akan datang .


" Baik lah ...Dok tolong percepat pemeriksaan nya . kami masih ada kepentingan lain ." Zero masih berkata dengan datar . Dokter itu tidak lagi menunda apa lagi sudah ada suster yang membuat pria ini marah .Dia tidak ingin lagi membuat masalah sehingga segera melakukan pemeriksaan .


Dengan hati hati dokter mengarahkan sebuah alat yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan .Tak lama terlihat dimonitor sebuah titik kecil yahh terlihat samar .


Dokter itu tersenyum menatap kedua pasnagan yang saat ini juga fokus menatap monitor .

__ADS_1


" Tuan ... titik kecil itu adalah calon janin nyonya.Yang saat ini usia kandungannya baru mencapai 3 Minggu . Jadi keadaan janin masih sangat rawan .Saat ini janin sangat sehat dan juga berkembang dengan baik . " Ucap dokter itu memberi penjelasan kepada kedua nya .


Mata Zero berkedip menahan rasa yang saat ini sedang membuncah . begitu juga dengan Luwina yang tersenyum tapi juga ada air mata . yang tidak bisa ditahan oleh wanita itu. Saat pertama kali nya melihat titik kecil yang merupakan janin .


" Terima kasih Babe .....ini kado terindah yang pernah aku dapatkan ." Bisik Zero dengan penuh kebahagiaan .


" Selamat ulang tahun Hubby ..... selamat kita akan menjadi orang tua ." Lirih Luwina dengan senyum lembut.


" Selamat tuan ...semoga panjang umur ." Dokter juga memberi selamat kepada pria yang tengah berbahagia itu.


"Terima kasih dok .... apa ada pantang untuk ibu hamil dok .?" Tanya Luwina dengan hati hati .


" Tidak nyonya .... hanya saja anda tidak boleh terlalu lelah dan juga yang sampai stres ..itu akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi ." Jawab dokter dengan antusias .


" Saya juga akan meresepkan vitamin untuk anda . Apa saat ini anda merasakan mual atau yang lainnya .?" Tanya dokter dengan penuh perhatian .


" Tidak dok ...selama ini saya belum mengalami itu ." Sahut Luwina dengan senyum lembut .


" Baik lah ini resep yang harus nada tebus tuan . Jika ada keluhan mual tuan bisa menghubungi saya .," Ucap dokter sambil memberikan resep yang harus ditebus .


Setelah cukup berbincang dengan dokter Zero membawa Luwina pulang . Dirumah sudah banyak yang menunggu mereka .

__ADS_1


Bahkan bisa dibilang Xaviera telah tiba lebih awal . Sehingga gadis kecil itu begitu bersemangat ketika mendengar . Berita kehamilan Luwina menjadi penghibur duka.


__ADS_2