
Hari hari berlalu dengan cepat sejak kematian tuan Scotly . Saat ini sudah mencapai 8 bulan ,Disebuah rumah sakit ternama .Terlihat seorang pria yang berjalan mondar mandir . Didepan ruang operasi ,menunggu dengan kecemasan . Bahkan didampingi berdiri 2 orang pria yang hanya bisa menatap nya dengan jengah .
" Bos .... berhenti lah apa kau tidak lelah .?" Tanya Jackson dengan memutar mata jengah . Sudah hampir satu jam Zero berjalan mondar mandir didepan nya .
"Diam lah ...Jack ." Gumam Zero dengan lirih .
" Bos .... sebaik kau duduk . Kita hanya bisa menunggu saja saat ini . Apa kau tidak sadar jika mertua mu juga kakak ipar mu pusing melihat mu ." Zus berkata dengan pelan tapi masih bisa didengar pria itu .
" CK ...kau juga sudah merasakan nya Zus .jadi diam lah jangan membuat ku semakin gusar ." Zero berdecak kesal dengan para saudaranya . Zus hanya bisa menggelengkan kepala nya tidak berdaya . Dia tahu betul yang dilihatnya saat ini bukan pertama kali . Zero juga bersifat sama saat menemani Ay melahirkan .
Keluarga hadwin juga hanya bisa diam tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan pria itu .Tak lama terdengar suara tangis bayi yang menggema . Tangis yang disambut dengan senyum lega dari orang yang berada diluar .
" Zus .... itu suara bayi kan Zus ...?" Tanya Zero dengan terbata bata . Air mata pria itu mengalir begitu saja tanpa bisa dicegah .
"Iya .... selamat bos .... " Zus memeluk Zero dengan menepuk punggung pria itu .
" Selamat nak..sekarang sudah menjadi seorang ayah . " Nyonya Hadwin juga ikut senang mendengar tangisan bayi .
" Terima kasih mom ....terima kasih ." lirih Zero . pria itu memeluk nyonya Hadwin dengan erat . Sedangkan mata tuan Hadwin melotot melihat melakukan menantunya saat ini .
" Aku tahu kau bahagia tapi jangan memeluk istri ku ...pergi sana peluk istri dan anak mu didalam.." Tuan Hadwin berkata dengan sinis . Tapi tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang terpancar dari mata nya . Pria paruh baya itu diam diam mengusap air mata nya .
__ADS_1
" Aku tahu ...tapi mana bisa aku masuk kedalam ." Lirih Zero . Saat bersamaan seorang suster keluar dengan membawa seorang bayi laki laki . Dengan pipi yang kemerahan yang memperlihatkan betapa gembul nya bayi itu .
" Tuan ...selamat bayi anda telah lahir dengan selamat . " Suster itu berkata dengan ramah dan juga seulas senyum .
" Terima kasih sus .... aku akan menggendong nya ." Zero berkata dengan tidak sabar . Pria itu mengambil bayi yang baru lahir dari tangan suster tanpa kesulitan . Suster itu tercengang melihat betapa lihainya pria tampan didepan nya saat ini .
Zero melantunkan azan dengan hikmat dibawah tatapan heran dari sang suster .Pria itu tetap melanjutkan hingga selesai . Sedangkan bayi yang ada dipelukan Zero terlihat senyum . Dengan juga mengerjakan kakinya seakan menyambut apa yang dilakukan sang ayah .
" Selamat datang jagoan Papi .....Alfazhar Sky Devaro Oliver ." Bisik Zero Setelah selesai mengazani bayinya .
" Bagaimana dengan keadaan istri saya sus....?" Zero bertanya dengan mengalihkan pandangan nya kepada suster yang masih berdiri .
untuk dibersihkan ." Lanjut suster dengan senyum profesional .
" Baiklah .... tolong hati hati ." Zero menyerah kan bayi lucu yang ada dipelukan nya .Meski enggan pria itu harus melepaskan nya untuk saat ini . Begitu juga dengan nyonya Hadwin juga terlihat enggan . Wanita paruh baya itu mengusap mata nya saat melihat bayi itu .
" Jadi aku sudah menyiapkan nama untuknya ...nama nya terdengar bagus .," Ucap nyonya Hadwin dengan senyum teduh .
" Iya ...itu sudah kami siapkan beberapa hari yang lalu . Kami menyiapkan dua mana karena dari awal kami tidak tahu jenis kelaminnya . Sesuai dengan keinginan awal kami . Hanya saat bayi lahir kami akan tahu jenis kelaminnya." Jelas Zero dengan berbunga-bunga .
" Selamat bos ....kita bertambah jagoan lagi . Sepertinya kau akan mendapatkan reward dari princess Subastian ." Zus berkata dengan senyum miring .Baru lah Zero menepuk jidatnya setelah Zus berbicara .
__ADS_1
" Sial...habis lah aku ...bocah cerewet itu akan mengamuk karena memiliki adik laki laki lagi ." Zero berseru dengan gemas .Sudah bisa dipastikan gadis kecil yang memiliki julukan princess Subastian itu akan mengamuk .
" Ha ha ha ha .... tanggung sendiri nasib mu bos ... " Jackson tertawa dengan senang . Saat melihat wajah pias Zero saat ini ,Pria itu tidak bisa berkutik jika princess Subastian sudah marah .Tawa senang terdengar riuh didepan ruang operasi . Tawa mereka berhenti saat beberapa suster mendorong brankar. Yang terlihat seorang wanita yang memejamkan matanya . Disamping juga ada seorang bayi mungil yang telah bersih . Juga seorang dokter berada dibelakang mereka tersenyum ramah .
" Selamat tuan .....bayi dan ibu sangat baik saat ini . Saat ini nyonya hanya sedang kelelahan jadi tertidur lagi . Kami akan membawa mereka keruang rawat . " Dokter menyapa Zero dengan senyum cerah .
" Terima kasih dok ...atas bantuan anda ."Zero menjabat tangan dokter itu dengan senang hati. Setelah duka yang terjadi beberapa bulan yang lalu . Akhirnya setelah sekian lama menanti Luwina melahirkan dengan selamat . Hanya tinggal memastikan bagaimana keadaan baby boy . Dan itu masih menunggu satu hingga dua tahun untuk mengetahui . Apa racun itu berimbas kepada sang bayi .
Senyum yang mengembang dibibir pria itu tidak pudar . Dengan penuh dengan kebahagiaan mata tajam itu senantiasa memperhatikan kedua orang yang tertidur pulas .
" Bos .... ada telfon dari nyonya Subastian ." Zus masuk bersama dengan Noela . Yang jual baru melahirkan dua bulan yang lalu .Wanita itu datang dengan bayi nya juga Carlos yang siap menjaga.
" Baik lah ....jaga mereka aku akan berbicara diluar . " Jawab Zero dengan enggan .
Dengan berat hati pria itu meninggal istri dan anaknya yang tertidur .
" Pa ... lihat baby boy ...sangat lucu dan menggemaskan . pipinya hampir sama gembul nya dengan adik ." Bisik Carlos dengan sangat pelan .
" Tentu saja .... kamu harus bisa menjaga adik adik mu . " Zus mengusap lembut kepala Carlos .
" Eemm ...papa tenang saja ...serahkan mereka kepada ku ."Sahut Carlos dengan semangat .
__ADS_1