Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Kak kau ngidam lagi


__ADS_3

Perbincangan kedua pria itu berhenti disaat Luwina telah kembali dengan berbagai masakan seafood yang terlihat mengiurkan .Bahkan tanpa permisi David langsung menyantapnya .Zero dan Luwina hanya bisa memandang dengan heran .


" Kak ... jangan bilang kau dengan ngidam lagi .?" Tanya Luwina dengan memicingkan mata .Pria berusia 35 tahun itu hanya bisa tersenyum saat Luwina bertanya .


" Eemm mungkin lagi pula keponakan mu butuh adik untuk menjadi teman bermain ." Jawab David dengan enteng sambil makan .


" Kau tidak sopan tuan .... " Ucap Zero dengan sedikit mencibir .


"Kau juga akan merasakan nya jika sudah punya anak .Lebih baik aku yang menderita dari pada istri ku ." Jawab David dengan senyum mengembang .


" Cih ... sekarang saja posesif dulu sok sokan menolak cih dasar ...tidak tahu malu ." Gerutu Luwina membuat David terkekeh kecil .


" Sudah tidak usah cerewet kakak hanya ingin makan saat ini ." Jawab David sambil terkekeh .


Zero bingung sendiri siapa sebenarnya yang tamu disini . kenapa malah pria ini yang sekarang seperti tuan rumah .


" Sudah lah ... karena kau sedang ngidam lanjutkan saja aku tidak melarang mu .Luwi Setalah Kakak mu selesai suruh bersihkan sendiri aku akan ada meting ." Ucap Zero dengan menggelengkan kepalanya tidak berdaya .


" Bos ... semua sudah menunggu mu diruang meting ." Ucap Zus saat membuka pintu .Yang pertama menjadi pemandangan nya adakah David yang sedang duduk disofa sambil makan .

__ADS_1


" Ayo pergi Zus jangan hiraukan orang itu ... biarkan saja kau kan kesal sendiri menghadapi orang ngidam ." Sahut Zero beranjak dari kursinya berjalan mendahului Zus yang masih tercengang saat ini .


" Wah .... gila itu orang dia begitu menikmati makannya tanpa perduli dimana dia makan ." Bisik Zus sambil berjalan .


" Aku akan gila jika terlalu lama .... bersama dengan mafia ngidam itu .Apa seperti ini ya yang dirasakan Xavier saat aku menganggu nya saat bersama dengan Ay ." Pikir Zero dengan kesal .


Sedangkan diruangan Zero David baru saja selesai makan .Dengan ditemani Luwina dengan wajah kesalnya .


"Kak .... kau ini keterlaluan ." Ucap Luwina dengan cemberut .wanita itu kesal saat ini mengingat keponakan nya juga masih kecil .


" Sudah Luna jangan cemberut terus .... nanti cantik nya hilang .Lagi pula keponakan mu sekarang sudah hampir berusia 2 tahun ." Sahut David dengan tenang wajah pria itu seperti tanpa beban .Membuat Luwina semakin kesal sambil membersihkan tempat makam David .


" Bagaimana menurut mu ... apa Zayden bisa dipercaya untuk saat ini .?" Tanya David dengan serius setelah drama ngidam nya .


" Ikuti kata hati mu ...apa pun keputusan mu ingat kami akan selalu mendukung mu .Lakukan apa pun yang ingin kau lakukan biar sisa nya kakak yang membersihkan untuk mu ." Ucap David dengan senyum lembut .


" Kau tahu kak.... aku kan menyelesaikan nya dengan cepat aku kan membuat mereka membayar 2 kali lipat untuk apa yang sudah mereka lakukan kepada mu ."Jawab Luwina dengan tegas .Malam tragis yang selalu menjadi mimpi buruk nya selama ini .Dia mengingat dengan jelas saat pria itu membuat mobil nya dengan mereka tumpangi masuk kedalam jurang .


" Baik lah ....jangan terlalu memaksakan diri , Kak kan pulang orang orang kakak ada disekitar mu .Jaga diri mu dengan baik jangan biarkan kau terluka jika tidak kakak sendiri yang akan turun tangan ." Ucap David dengan tegas pria itu tidak ingin dibantah oleh Luwina saat ini.

__ADS_1


David meninggalkan perusahaan Oliver crop dengan wajah datar .Entah kemana hilangnya wajah jenaka itu pergi .


Diruang meting saat ini dalam suasana yang tidak baik .Zero terlihat geram dengan laporan dari pihak keuangan . Banyak sekali selisih yang muncul dari data yang dia miliki dan juga laporan direktur keuangan saat ini .


Jackson hanya bisa menelan ludah kasar saat mata Zero sudah berubah gelap .


" Hah... Zus bisa aku pergi terlebih dulu mata bos sangat menyeramkan saat ini ." Bisik Jackson kepada Zus .


" Huh ..kau pikir aku mau disini ... aku juga ingin segera kabur sebelum bom itu meledak dengan skala besar ." Sahut Zus dengan sangat pelan .


Zero masih diam menatap direktur keuangan dengan mata tajam .Untung nya saat Luwina mengecek kemarin wanita itu bisa menemukan data yang berbeda dari yang seharusnya .


" Katakan siapa yang membaut laporan saat ini .... ?" Zero bertanya dengan nada rendah .yang seakan bisa membekukan ruangan itu .


" Saya ...tuan ..." Jawab Seorang wanita dengan menunduk ketakutan .


"Angkat wajah mu .... " Perintah Zero dengan keras .Wanita itu mengangkat wajah nya dengan gemetar .Dia hanya anak magang yang baru bergabung satu Minggu yang lalu .


Zero menoleh kearah Jackson seolah bertanya siapa wanita itu .

__ADS_1


" Eemm ...dia anak magang dan baru 1 Minggu bergabung dengan menejemen keuangan ." Jawab Jackson dengan tenang .Gadis itu semakin ketakutan saat ini apa yang harus dia lakukan dia hanya menuruti apa yang sudah diberikan kepadanya .


" Kau hebat .... Tuan Waston luar bisaa meminta anak magang yang baru 1 Minggu untuk mengerjakan ini .Hebat hebat .... aku benar salut untuk itu ." Ucap Zero semakin dingin .Direktur keuangan kini sudah mulai ketakutan dia gagal mengkambing hitam kan gadis itu .


__ADS_2