Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Keadaan tuan Scotly


__ADS_3

Radit segera pergi untuk menjalankan perintah yang diminta oleh Zero .Dia juga merinding saat memegang cairan yang saat ini berada ditangannya .


Ada tiga cairan yang sebelumnya dikeluarkan oleh Zero salah satunya bisa membuat orang gila .Yang akan lainnya akan membuat mereka kesakitan seumur hidup .


Kejam itu belum kejam ,jika mengingat bagaimana kejamnya Keluarga itu . Mereka bukan hanya membunuh tapi ibu Luwina . Tapi mereka juga telah membunuh kakek Luwina. Semua itu Zero ketahui setalah lebih dalam lagi menggali informasi tentang Enrico .


" Siapa kan beberapa pria untuk kedua wanita itu . Dan biarkan enrico menyaksikan mereka bermain ." Perintah Zero disambut dengan senyum semeringah dari para bawahan yang memang menginginkan nya .


" Kami pergi bos ....Ini akan menjadi pesta yang indah ." Jawab salah satu dari mereka dengan senang hati .


" Tapi ingat jangan sampai mati ." Zero berseru dengan cukup dingin .


Ditempat lain disebuah pedesaan terlihat 2 orang pria paruh sedang menanam berbagi sayuran .Meski terlihat letih tapi keduanya tetap tersenyum. Melihat apa yang mereka tanam saat inis sudah bisa dipanen .

__ADS_1


" Baweli ..... sudah berapa lama kita tinggal disini .?" Tuan Scotly bertanya sambil menyiangi rumput yang ada di tanaman nya .


" Kita disini hampir 2 bulan tuan .Bagaimana dengan keadaan anda saat ini ?." Baweli berbalik bertanya dengan menghela nafas lelah .


" Aku cukup baik .... aku bersyukur dan berterima kasih karena nyonya mu mau merawat ku ." Jawab tuan Scotly dengan nada sendu . Seperti yang dikatakan Erik bahwa racun itu sudah terlalu lama ditubuh nya . Dan banyak organ dalam yang rusak . Dan hanya bisa bertahan dengan melakukan bergantian organ . Dan itu juga belum tentu bisa bertahan lama .


" Sudah menjadi tugas ku tuan ... Jika bukan tuan yang menyelamatkan ku waktu . aku juga tidak bisa bertahan hidup hingga sekarang ." Jawab Baweli dengan sedih . Dia masih mengingat bagaimana malam ini dia hampir mati jika tidak diselamatkan tuan Scotly .


" Sekarang yang menjadi keinginan ku sudah tercapai .Jadi meski aku mati sewaktu waktu aku sudah siap .Jadi tolong nanti kau tetap menjaga putri ku setelah aku tiada.Yeah meski pria itu tidak akan pernah menyakiti putri ku ." Ucap tuan Scotly dengan senyum miris .


" Tuan ....sebaiknya anda segera itu istirahat agar tubuh anda tidak bertambah lemah ." Ucap Baweli dengan nada cemas.


"Ya ....tenang saja aku akan beristirahat dibawah pohon itu .Aku rasa dengan angin yang alami ini akan sangat segar ." tuan Scotly berceloteh sambil terkekeh melihat Baweli yang terlihat cemas .Setelah tuan Scotly pergi kearah pohon Baweli hanya bisa menghela nafas ringan .

__ADS_1


Entah sudah berlama lama seorang wanita tua berjalan kearah mereka . Meski umurnya sudah tidak lagi muda tapi wanita tua itu cukup enerjik .


" Baweli ...." Tegur wanita itu dengan suara pelan .


" Nyonya ...anda datang lagi bagiamana keadaan disana.?" Baweli dengan mata berbinar cerah .


" Semau baik baik saja...Erik juga tinggal dikediaman Subastian. Jadi aku bisa berada disini cukup lama ." Jawab nenek Elma dengan tenang . Diwajah tua nya Terlihat lebih cerah setelah mendengar ucapan wanita yang ada didepannya .


" Aku akan memanggil tuan Scotly dia sedang berada dibalik pohon itu untuk beristirahat . Aku sudah meminta nya untuk kembali kerumah tapi dia menolak . Dengan alasan dia nyaman berada disini ." Jelas Baweli dengan sopan .


" Biarkan saja dia benar udara disini sangat nyaman berbeda dengan kota .Dengan begitu racun yang ada ditubuhnya bisa dihambat lebih lama lagi ." Sahut nenek Elma dengan senyum mengembang dari bibirnya .


" Baik nyonya .... aku juga sudah menyiapkan beberapa herbal apa anda akan mengunakan nya .?" Baweli bertanya dengan senyum yang menghiasi wajah tua nya .Dia masih bersyukur bisa melihat wanita yang pernah membesarkan dirinya. Juga wanita yang telah mengajarinya banyak lah semalam ini.

__ADS_1


" Eemm ...aku akan menjemurnya sebelum itu bisa diproses . Untung saja Erik tidak ikut jika dia ikut habis sudah ." Lanjut Nenek Elma dengan menggeleng lemah jika mengingat eksperimen yang sering dilakukan .


__ADS_2