Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Anak itu milik ku


__ADS_3

" Cih ...kau pikir kau siapa hah.Beraninya kau menghina putra ku .Selama ini aku diam saat kau menghina ku tapi jangan pernah menghina putra ku .Jal4ng sialan aku bisa meleyapkan mu sekarang juga ." Ucap Noela dengan nada rendah yang mempu membekukan suhu ruangan itu .Brigita terdiam saat merasakan aura Noela berubah dingin .Begitu pula dengan kedua pria yang kini sedang berdiri dibelakangnya.


" Noel ...jangan lagi kotori tangan mu hanya untuk melenyapkan wanita ini.Menyingkirlah biar aku yang mengurus nya .Bernai dia menghina anak kita , Apa dia sudah bosan menikmati dunia ." Sahut Zus dengan mata merah seakan ingin menelan hidup hidup wanita yang kini menggigil kedinginan .


" Zus ... wanita ini berbohong dan kau bilang anak mu kau pasti telah ditipunya ." Ucap Brigita tidak terima dengan pengakuan Zus saat ini .


"Diam ....kau Carlos bukan hanya memiliki mereka tapi juga memilik diri ku .Menghina nya sama saja menghina kami semua kau pikir siapa diri mu saat ini .Jangan kau pikir dengan saham Daddy yang sedikit itu bisa menggerat ku .Sudah cukup toleransi yang selama ini aku berikan Brigita. kau tidak tahu kehidupan kami jadi jangan pernah mencoba untuk melewati garis bawah ku ." Sambung Zero dengan suara mengeram .Pria itu saat ini sedang murka dengan perkataan Brigita .


Luwina hanya diam sampai sekarang dia belum tahu hubungan mereka .


" Aura ....maaf maksud ku Luwi bawa Noel pulang biar Zus yang mengurus ini."Lanjut Zero dengan lembut .Perubahan itu jelas nampak dimata mereka semua .


"Eemm... Saya akan membawa nya pulang Sir ." Jawab Luwina dengan senyum terpaksa ." Kenapa dia memanggil ku dengan mana Aura .Aahh sudah lah aku tidak perduli lebih baik aku pergi ,aku tidak ingin terlibat lebih jauh lagi untuk saat ini." Lanjut Luwina didalam hati .


"Noel ....pulang lah Carlos menunggu mu dirumah jangan buat bocah itu tahu keadaan mu saat ini ." Sahut Zero dengan menatap Noela yang saat ini terlihat berantakan .


"Urus dia .... jika besok dia masih ada disini aku tidak akan segan melemparkan nya dari atap gedung .Kalian tahu aku seperti apa tolong urus dengan baik ." Ucap Noela berjalan pergi digandeng Luwina .

__ADS_1


Setalah kedua wanita itu pergi mata Zero berkilat ,Dan itu sangat menakutkan untuk dilihat .Jeselyn yang dari tadi berdiri hanya bisa diam membeku sampai lututnya lemas .


" Zus .... bawa kedua nya pergi kemarkas aku kan menemui mereka nanti malam .Berikan sedikit pelajaran untuk nya ."Ucap Zero dengan dingin .Brigita semakin terkejut dengan apa yang saat ini didengar nya selama ini dia tahu Zero hanya lah seorang pengusaha . Begitu pula dengan jeselyn wanita itu semakin bergetar ketakutan .


" Sir .... saya mohon saya tidak akan mengucapkan sepatah kata pun tentang hal ini .Tolong bebaskan saya sir saya tidak ikut menghina Noela dan anak nya ." Ucap Jeselyn mencoba untuk meyelamatkan dirinya dari maut yang kan datang.


"Baik bos .... mereka akan segera datang untuk membawa mereka . Aku ingin menyusul Noela saat ini ." Jawab Zus dengan sedikit ragu .


" Eemm....kita akan kesana .Panggil Jackson untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada disini ." sahut Zero dengan sedikit melunak .


Meski kedua nya sudah meraung memohon tidak ada satu pun yang perduli . Zero maupun Zus hanya memandang dengan sinis kepergian keduanya .


Sedangkan Luwina masih diam tanpa suara wanita itu tidak ingin menganggu Noela yang mencoba untuk mengendalikan dirinya saat ini .


" Luwi apa kau takut melihat ku yang seperti ini .?" Tanya Noela dengan serak .


"Eemm ....aku tidak tahu kak ....aku yakin kakak lepas kendali karena Brigita yang sudah keterlaluan ." Jawab Luwina dengan tenang . Walaupun didalam hati mereka bertanya tanya siapa yang mereka sebenarnya .

__ADS_1


" Apa kau tidak bertanya dengan apa yang diucapkan kedua pria itu ..?" Tanya Noela lagi dengan melirik Luwina yang ada disebelahnya .


" Yah ... aku terkejut jika kakak memilik anak dengan tuan Zus ." Jawab Luwina dengan senyuman ." Pasti menjengkelkan jika punya suami seperti dia ." Lanjut nya dengan terkekeh pelan .


" Putra ku bukan anak nya ataupun Zero . Tapi kami pernah hidup bersama di panti asuhan. Jadi mereka sudah menganggap anak itu milik mereka .Aku pun tidak bisa berbuat apa pun saat anak ku sangat bahagia bersama dengan mereka berdua ." Sahut Noela dengan senyum indah saat mengingat anak nya .


" Wow ... aku pikir mereka tidak suka dengan anak kecil .he he he ...kau tahu kan mereka berdua temperamen." Ucap Luwina dengan terkekeh sendiri .


" Mereka akan berubah menjadi monster jika ada yang berani menyentuh orang yang mereka sayang ." Jawab Noela dengan lembut dan juga lirih .


" Eemm....maaf kak lalu siapa ayah dari anak mu? Apa dia pria yang baik ?" Tanya Luwina dengan penuh rasa ingin tahu.Yang membuat Noela terkekeh pelan.


" Dia sudah tiada 7 tahun lalu bahkan saat kami baru tahu jika aku hamil ." Jawab Noela dengan sedih .


" Maaf kan aku kak ...aku tidak tahu tentang itu ." Sahut Luwina dengan penuh rasa bersalah musnah sudah rasa penasaran saat ini .


"Tenang saja .... aku bisa bertanya kepada ku tapi jangan kepada Zero atau pun Zus .Kejadian itu membuat keduanya protektif kepada ku ." Ujur Noela dengan senyum .Namun Luwina tahu ada kepedihan dari cerita itu .Terlihat dengan jelas dimata Noela ada kebencian juga dendam yang sama seperti diri nya .

__ADS_1


__ADS_2