
Bocah berusia 3 tahun itu membaca doa dengan fasih . Mereka semua mendengar doa yang dilakukan oleh nya dengan cermat .
" Amin......" Ucap Mereka semua dengan bersama setelah Xaviero selesai membaca doa .
" Wah ...jagoan papi sudah pintar membaca doa sekarang ." Ucap Zero sambil mengacak acak rambut Xaviero .Yang mendapatkan kan tatap tajam dari Xaviero .
" Papi jangan ..." Sahut Xaviero dengan cemberut .
" Papi .... kenapa suka sekali menggoda Eros dia kan ngak suka jika ada yang menyentuh kepala nya ." Seru Xaviera yang duduk disamping Luwina dengan mengemaskan .
" Sudah ayo makan ...jangan ribut terus dimeja makan . Kami minta maaf semalam tidak bisa menyambut kedatangan kalian berdua ." Ucap Xavier dengan tegas menyatakan permintaan maaf .
" No problem ......lagi pula kami juga yang datang tengah malam." Jawab Noela dengan senyum ramah .Dia melirik Zus yang cuek dengan meletakkan sebuah lauk diatas piring Carlos .
" Makan lah ... ini enak setelah kau terbiasa dengan makan Indonesia ." celetuk Zus saat Carlos menatap lauk yang ada di piringnya saat ini .
" Eemm ... aku akan makam ini terlihat enak ." Jawab Carlos dengan semangat .
" Tentu jadi nikmati lah .... nanti siang kita kan jalan jalan .Mumpung sekarang akhir pekan ." Sahut Zero dengan melirik sebuah sambal yang diambil Luwina .
__ADS_1
" Aura itu pedas ...yakin mau makan itu ?." Zero bertanya saat Luwina dengan cepat mengambil nya .
" Eemm ...ini enak, meski pedas tapi aku suka ." jawab Luwina dengan cepat .Ay hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat Luwina makan dengan sambel serta tempe.
" Hua .... lihat Mami hebat bisa makam pedas ." Seru Xaviera dengan senang melihat Luwina makan dengan lahap tanpa kepedasan .
Semau orang dimeja kan pun terlihat menikmati sarapan mereka . meski bagi Luwina dan juga Noela tidak pernah sarapan berat dengan nasi seperti sekarang kedua nya malah terkait sangat lahap . Itu membuat Ay senang dengan pilihan sang kak .
Setelah mereka semau selesai dengan sarapan sesuai dengan apa yang dikatakan Zero . Mereka pergi kepuncak untuk akhir pekan ini . Kali ini tujuan Zero membawa rombongan kesana tidak lain untuk bertemu Erik dan nenek Elma .
Untuk keadaan tuan Scotly sendiri saat ini cukup baik meski sudah tidak bisa berkerja . Hanya bisa melihat para pekerja di kebun teh dan juga memperhatikan Baweli yang berkebun . Dia ingin menikmati hari hari terakhirnya dengan damai disini .
Tidak ada lagi sesal diwajah tua nya saat ini . Meski terlihat semakin lemah tapi ada kebahagiaan yang terkait jelas dimata lemah itu .Tidak ada lagi tuan Scotly yang ganas dan perkasa lagi . Saat ini hanya ada tuan Scotly yang rapuh dengan tatapan sendu .
" Tuan ... keluarga Subastian akan segera sampai disini ." Ucap Baweli yang menyadarkan tuan Scotly tersadar dari lamunan nya.
" Aahh ....aku merindukan si cerewet ,aku yakin dia akan memarahi ku lagi jika memonopoli Erik terlalu lama." Sahut tuan Scotly dengan terkekeh . Sambil mengingat bagaimana Xaviera yang akan mengomel saat Erik mengobatinya .
" Anda benar tuan..... aku yakin princess Subastian itu akan kembali mengoceh jika belum bertemu dengan Erik ." Baweli menimpali ucapan sang tuan .
__ADS_1
Sedangkan Erik sedang sibuk dengan ramuan yang baru saja dia dapatkan . Bocah berusia 10 tahun itu sedang memilah mana yang akan digunakan nya sekarang .dan mana yang akan dikeringkan .Dia tengah sibuk tanpa menyadari jika ada orang lain yang memperlihatkan nya saat ini .
" Kakek ... ada apa.?" Erik bertanya saat merasakan ada yang sedang memperhatikan nya saat ini .
" Tidak ada ... sebentar lagi si cerewet akan datang lebih baik kau bereskan semau itu. Sebelum gadis kecil mu itu mengamuk dan membuang mereka semua . Hanya karena kau tidak menemaninya bermain ." Ucap tuan Scotly dengan terkekeh geli .Melihat bagiamana Erik tidak berdaya jika sudah berurusan dengan Xaviera .
" Hah.... baik lah kek ." Jawab Erik sambil merapikan tanaman yang dipilihnya sejak tadi datang .Dia juga tidak ingin kerja dua kali jika sudah ada Xaviera .
Dan benar saja setelah Erik selesai dengan tanaman obatnya .Iring iringan mobil memasuki kawasan mereka . Tapi Kali ini agak berbeda mobil yang datang cukup banyak . Dan juga ada mobil dari black shadow yang mengawal mereka saat ini .
Erik mengerutkan kening memikirkan siapa kemungkinan yang datang saat ini.
" Eemm ...kenapa ada mobil black shadow.?" Tanya Erik didalam hati .Saat mobil berhenti dihalaman sebuah villa yang besar dan juga terlihat rapi .
Orang orang semau mulai turun dari mobil yang paling depan digunakan keluarga Subastian. Kedua keluarga Anton yang keluar dari dalam . Yang mengejutkan semua orang mobil ketiga dikendarai Zus . Zero keluar dengan seorang wanita yang membuat taun Scotly memandang dengan mata berkaca kaca .
Deg.....Deg ....Deg.....
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Guys .... kasih kembang kopinya yah ....
Jangan lupa tinggalkan like dan comen kalian .