Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Aku akan melihatnya


__ADS_3

Malam itu Margaretha meluap kan amarahnya untuk minum disebuah club' malam . Dimeja bar Margaretha menenggak minuman itu dengan sekali teguk . Sambil merancau memaki Zero yang sudah meninggalkan nya sendiri dikamar yang menakutkan .


"Sialan.....kau pikir kau siapa beraninya menolak ku kau pikir tidak ada pria selain diri mu ." Ucap Margaretha merancau tidak jelas karena sudah terlalu banyak minum .


Banyak mata yang memperhatikan wanita itu dengan tatapan lapar .Sampai seorang pria dengan senyum menggoda menghampiri nya .


" Nona Scotly ... siapa yang sudah membuat mu seperti ini . Bagaimana jika kita bersenang senang malam ini." Ucap Pria itu dengan senyum menawan .


" Siapa kau ... wajah mu juga tampan tidak kalah darinya .?" Tanya Margaretha dengan memicingkan matanya .


" Kau lupa ku ... Retha , Aku Jordan pemilik agensi mu ." Ucap pria itu dengan senyum memikat .


"Aahh... maaf kan aku seperti nya terlalu banyak minum membuat ku lupa segala nya ." Jawab Margaretha dengan sedikit linglung .


"Ayo aku akan membuat mu lupa segala malam ini ." Pria itu berbicara ditelinga Margaretha membuat wanita itu tersenyum .


Setalah perbincangan singkat itu keduanya pergi kelantai atas dimana tersedia kamar untuk para pelanggan yang ingin bersenang senang .


Dari sudut bar terlihat seorang pria dengan seringai tajam memandang kedua nya . Setelah mematikan telfon pria itu berjalan kearah ruangan kendali .


"Apakah ada kamera dikamar 2930 ..?" Zus bertanya kepada petugas diruang kendali .


"Eemm ...sepertinya ada bos ... apa kau ingin melihat nya .?"petugas itu bertanya dengan penasaran .

__ADS_1


" Iya... lakukan itu sekarang . Dan kirim itu kepada Jackson dia kan tahu apa yang harus diperbuat dengan itu .Ucap Zus dengan senyum kejam .Yang membuat para petugas merinding .Zus tidak ada ubahnya Zero jika sudah begini .Mereka dulu selalu takut dengan 5 orang petinggi organisasi dan sekarang tinggal 3 yang masih aktif .


" Baik bos kami lakukan ." Jawab mereka dengan berusaha dengan tenang .


"CK ...bodoh dari banyaknya club' kenapa kau malam memilih disini untuk menghabis kan malam. Jadi nikmati saja apa yang sudah big bos siap kan untuk mu ."Gumam Zus dengan senyum remeh saat melihat rekaman cctv yang kini memperlihatkan bagaimana kedua orang itu sedang saling mencumbu untuk mendapatkan kepuasan.


"Bos semau sudah sesuai dengan rencana kita ... apa hanya ini yang kita tayang kan bos .?" Tanya Zus didalam pesan yang dia kirim kepada Zero .


Setelah menunggu beberapa saat beluk juga ada dari bosnya itu .


" CK sialan kenapa tidak dibalas kemana orang ini dia tidak mungkin bermain dengan para jal4ng saat ini ." Ucap Zus lirih .Dia kesal menunggu balasan dari Zero . Entah apa yang sedang dilakukan pria itu sekarang .


Ting ....


" Hemm ... aku sudah mengirim video dimana wanita itu datang kerumah jadi gunakan keduanya ." Balas Zero .


"Guys ... nikmati malam kalian aku pergi dulu .krim kan video mereka jika sudah selesai ." Ucap Zus sambil melambaikan tangan nya .


" Oke ..bos kami akan melakukan nya ." Jawab mereka dengan kompak .


" Hah .... untung saja bukan big bos yang disini .Hanya dia saja sudah membuat ku merinding apa lagi jika bersama ketiga nya ." Ucap salah satu dari mereka dengan menyeka keringat di dahinya .


" Kau benar .... huh kita masih selamat ."sahut yang lainnya dengan lega .

__ADS_1


" Sepertinya mereka berdua akan sial setelah keluar dari sini keesokan harinya ."Sahut yang lainya dengan terkekeh pelan .


" Aku kasihan kepada nona Scotly .... kenapa dia harus menyingung big bos ."Sahut yang lain dengan nada lesu .


Sedangkan Zero saat ini sedang menikmati malam nya dengan kesendirian . Pria itu hanya menerawang jauh saat dia masih hidup dijalanan .Saat pertama kali bertemu dengan Zus dan juga saudara nya yang lain.


" Tidak aku sadari ini sudah sangat lama ... Aku senang bisa melihat mu lagi meski tidak mengingat ku ." Ucap Zero dengan lirih sambil menggoyangkan gelasnya .


"Apa yang sebenarnya terjadi malam itu ... aku merindukan gadis kecil ku yang polos ." Lanjutnya dengan senyum indah .


" Hah ... aku juga punya gadis kecil Sekarang .Lebih baik aku menghubungi Erik saat ini ."Gumam Zero segera mengeluarkan ponselnya .Setelah beberapa saat sambung telfon terhubung .


" Hallo .... " Jawab Erik singkat .


" Bagaimana ... keadaan disana saat ini .?" Tanya Zero dengan tenang .


"Cukup terkendali .... Bondan sudah menangkap mereka . Dan tuan sudah bertindak lebih dulu mereka suruhan rekan bisnis nya ." Jawab Erik dengan sekali tarikan nafas .


" Bagus lah ... aku akan mengirim seorang anak ke Jerman .Dia yang akan menggantikan mu untuk sementara waktu sampai kau siapa untuk kembali ."Ucap Zero dengan tegas .Erik mendengarkan nya dengan tenang .


"Aku rasa tidak masalah untuk itu lakukan saja yang terbaik ." Jawabnya dengan penuh pengertian ." Saat ini libur sekolah nyonya mengatakan jika dia kan kesana untuk berlibur . Sekarang tuan juga sudah menyiapkan semua sebelum berangkat ." Lanjut Erik dengan suara yang engan .


" Bagus ... kau kan menuggu kalian datang .Apa kau ingin menemui anak itu dulu sebelum aku mengirim nya kesana ?." Zero bertanya sambil menuangkan segelas anggur .

__ADS_1


" Iya akan aku lakukan .... Saat nanti aku memutuskan kembali aku bisa mengambil keputusan untuk nya ." Jawab Erik dengan tegas .Tidak ada keraguan dari nada bicara anak itu .


" Baiklah ... aku kan pergi jika ada yang kau butuhkan segera cara Bondan untuk membantu mu ." Ucap Zero sebelum mematikan sambungan telfon .


__ADS_2