Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Ketakutan para ayah


__ADS_3

Disini lain di masion kelurga Oliver kini terlihat lebih ramai . Dengan ulah Xera dan Alisa kedua balita yang berbeda umur itu seakan kompak .Kedua nya mencari Erik yang belum kembali saat pergi bersama dengan Zero .


" Dad ... papi kemana membawa kakak .?" Tabah Xera dengan wajah imut .


" Dad tidak tahu sayang sebentar Dad akan menelponnya." Sahut Xavier dengan lembut meski dia sudah geram . Kenapa putrinya lebih mecari erik dari ada diri nya .


Tut Tut Tut .....


" Ada apa ..tumben sekali.?" Jawab dari seberang telfon .


" Kemana kau membawa Erik .." Belum juga Xavier selesai bicara Xera sudah memotong ucapannya .


" Papi ... cepat pulang aku mau main sama kakak . Kenapa papi bawa kakak kan aku mencari kakak .?" Suara terdengar sedang merajuk kepada Zero .Sedangkan Zero hanya bisa terkekeh pelan .


"Sebentar bicara kepada kak Erik sendiri oke ." Ucap Zero memberikan ponselnya kepada Erik .


" Kakak.... Cepat pulang kalau tidak aku akan pergi dengan Carlos ." Ucap Xera dengan nada menggemaskan .


" Tidak ...Kakak kak pulang sekarang ,Jangan bermain terlalu jauh nanti ada orang jahat lagi ."Jawab Erik dengan lembut .Yang membuat semua orang melonggo kecuali Zero .


" Oke ..cepat pulang ."Sahut Xera .Setalah itu sambung terputus ,yang membuat Erik menoleh kepada Zero .


" Ayo pulang ... aku tidak mau membuat princess Subastian itu menangis jika kau tinggal terlalu lama ." Ucap Zero sambil terkekeh pelan ." Tuan tuan sepertinya kami harus pulang ,Jika tidak rumah ini meledak jika baby Xera menangis ." Ucap Zero berpamitan dia masih terkekeh saat melihat raut wajah Erik yang sudah gelap .


" Baik lah ..lain kali kesini bawa Meraka bersama mu lagi pula aku juga punya kerja sama dengan Ss gruop ." Ucap Ben dengan sendu dia juga ingin memiliki cucu yang mengenakan seperti anak anak itu .Namun sayang putra sudah tiada beberapa tahun lalu .

__ADS_1


" Sabar lah ... dengan adanya mereka itu sudah cukup baik ." sahut Tuan Scotly dia tahu apa yang saat ini sedang dipikirkan sahabatnya itu .


" Iya kau benar ... aku tidak menyangka jika ini akan terjadi . " Sahut Ben dengan sendu .Mereka hanya bisa memandangi Zero dan Erik yang sudah menjauh dari mereka.


" Apa kau yakin dengan menyerahkan semua nya kepada nya ?.Apa kau tidak takut jika nanti dia menggunakan nya untuk melawan mu?." Ben bertanya dengan memicingkan mata tua nya .


" Tidak .... aku yakin dia bisa menjaga putri ku .Kau sendiri percaya kepada nya kenapa kau malah bertanya ." Jawab tuan Scotly dengan tenang ." Lihat lah hanya dengan sebotol obat saja bisa membuat ku bernafas lega ." Lanjutnya dengan senyum mengembang .


"Iya ... sebaiknya kau pergi kerumah sakit dan lakukan yang dikatakan bocah itu ." Sahut Ben sambil menyesap minuman nya .


"Apa yang dikatakan tuan Ben benar taun , anda harus melakukan apa yang sudah dikatakan olehnya .Dan seperti nya anak itu memliki latar belakang yang hebat , Dan juga berbahaya ." Sambung Baweli menimpali Ben .


" Akan ku pikirkan aku juga masih ingin melihat putri ku bahagia ." Jawab Tua Scotly dengan sendu .


" Paman ... apa yang akan kau gunakan untuk membuat si palsu itu bisa mudah dipercaya.?" Erik bertanya dengan wajah datar .


" Eemm ...aku akan membuat belati palsu yang mirip punya mu .Apa kau bisa menggambarnya meski tidak sedetail mungkin .?" Zero bertanya dengan acuh .


" Akan aku berikan tapi ada ukiran yang tidak bisa diukir sembarangan ." Sahut Erik dengan memandang keluar jendela .


" Eemm ...itu sudah cukup yang penting ukiran naga yang ada di belati itu saja ." Ujur Zero . Setelah itu hanya keheningan yang terjadi disepanjang perjalanan mereka .


Sampai di masion sudah ada Xera yang berkecak pinggang menunggu mereka berdua .


" Papi .... kenapa pagi bersama kakak tidak mengajak ku ." Seru Xera saat Zero dan Erik baru saja turun dari mobil .

__ADS_1


" Maaf baby girl ... ini urusan pria jadi baby girl tidak boleh ikut ." Jawab Zero dengan wajah memalas . Sedangkan Xera malah melotot kepada Zero sebagai tanda jika gadis kecil itu sedang merajuk .


"Kau sedang marah papi ....jadi jangan membuat ku tambah marah ." Sahut Xera dengan wajah yang menggemaskan kan .Bukannya takut malah membuat Zero terkekeh .


" Baby .... maaf tadi kak sedang membantu kakek yang sedang sakit ." Ucap Erik dengan lembut sambil mengusap kelapa Xera .Mata gadis kecil itu berbinar saat mendengar suara Erik yang lembut .


" Ayo Kak akan membawa mu bermain sebagai permintaan maaf ."Lanjut Erik dengan mengangkat Xera kepelukan nya .Xavier mendengus kesal saat melihat dengan mudahnya Erik membuat Xera luluh .Pria itu hanya menghela nafas melihat putrinya telah diambil orang lain .Sampai usapan lembut dipungung nya membuat nya tersenyum lembut .


" Jangan terlalu dipikirkan ... mereka masih kecil biarkan saja mereka seperti itu .," Ucap Ay dengan lembut . Mata wanita itu teduh yang mampu membuat pria garang sepeti Xabier tunduk .


" Aku tahu ... sayang aku hanya tidak rela saja jika ada pria lain yang nanti akan datang kepada kita .Dan membawa putri kita jika nanti sudah dewasa .Aku berharap dia tetap menjadi bayi kecil kita .," Ucap Xavier dengan sendu .


Hal yang sama juga dirasakan Anton saat melihat putrinya, yang saat ini sedang bermain dengan Carlos .


🌺🌺🌺🌺🌺


Yah ....para ayah ini sangat takut kehilangan putrinya ....


Yuk simak terus ...


jangan lupa like and comen ....


Punya rejeki kasih kembang kopi yah ...


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2