
Zero menghubungi Radit untuk mengirimkan dokumen yang membutuhkan nya . Dia akan mengerjakan nya selama Luwina masih tidur Wanita itu terlihat yang lelap .Tak lama terdengar suara terketuk dari luar . Zero beranjak dari ranjang menuju pintu.
Cklek ....
" Bos ini ....semua yang perlu kau lihat ."Ucap Radit dengan masam ." Bos kenapa tidak pergi ke kantor saja .Disana juga ada ruangan pribadi mu ." Gerutu Radit dengan kesal.
" CK ...katakan saja kau sedang tidak dapat jatah dari istri mu ." Jawab Zero sambil berbalik masuk kedalam kamar .Tapi sebelum masuk Zero berbalik badan menatap Radit .
" Kenapa masih disini .?" Zero bertanya kepada Radit yahh mengikuti nya masuk .
" Tentu saja menunggu berkas yang harus kau tanda tanganin sekarang ." Sahut Radit dengan memutar mata malas .
" CK ... yang mana .?" Zero berdecak kesal .Dengan cepat Radit menujuk map berwarna biru.
" Yang biru bos ..." Jawab Radit .
" Apa yang kau lihat ....ini cepat pergi ." Perintah Zero dengan kesal . Tahu begini dia tidak akan meminta Radit datang kepada nya .
__ADS_1
" He hehe ...oke Bos ...selamat menikmati makanan mu ." Teriak Radit dengan menutup pintu dengan keras. Pintu tertutup dengan keras Zero hanya bisa menggelengkan kepala nya .
Pria itu melirik jam yang berada di dinding kamar hotel yang ditempatinya . Jam menunjukan pukul 1 siang .Sehingga mau tidka mau dia membangunkan Luwina yang masih tertidur .
" Aura ... bangun waktunya untuk makan siang. " Bisik Zero dengan membelai pipi Luwina .
" Uughh .... aku masih mengantuk." Jawab Luwina dengan suara serak .Zero tak kehabisan akal untuk membangunkan wanita itu .Pria itu dengan sengaja mengigit leher Luwina hingga memerah .
" Uughh ... sshhtt...apa yang ...Aahh .." Ucap Luwina dengan suara tertahan .
"Membangunkan mu Aura . Sekarang pilih bangun apa pilih kita saling memuaskan lagi?". Zero bertanya dengan vulgar . Suara pria itu mulai terdengar serak dan Luwina tahu apa yang dipikirkan pria itu .
" Huh.... tangan dan mulut ku saja masih terasa kebas . Sekarang malah ingin lagi sungguh gila ." gerutu Luwina dengan kesal .
Tak lama terdengar suara zero yang memanggil nya dari luar .
" Aura..... cepat keluar ayo kita makan siang . " Suara Zero terdengar dari luar .
__ADS_1
" Tunggu ...." Jawab Luwina dengan cepat .Wanita itu dengan cepat mencuci muka dia juga merasakan lapar saat ini .
Setelah Luwina keluar wanita itu sudah bisa mencium bau yang sangat menggugah selera makan nya . Mata wanita itu berbinar cerah saat melihat berbagai hidangan yang sudah tertata rapi dimeja .
" Kemari lah .... " Panggil Zero dengan senyum mengembang dari bibir sensual pria itu .Luwina mendekat dengan senang hati apa lagi makan yang ada benar benar membuat nya semakin lapar .
Keduanya menikmati makan siang mereka dengan gembira . Setelah selesai makan keduanya berencana untuk kembali kerumah sakit . Apa lagi semua berkas yang di bawa Radit juga sudah Zero selesai kan .
Tapi sebelum mereka pergi meninggalkan hotel . Zero mendapatkan panggilan dari rumah sakit . Pria itu segara melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit .
Zero bersama dengan Luwina sampai didepan ruangan tuan Scotly berada . Di sana sudah ada dokter yang menunggu kedatangan mereka .
"Dokter bagaimana keadaan Daddy saya .?" Luwina bertanya dengan cemas . Begitu pula dengan pria yang berada disampingnya saat ini .Dokter itu tersenyum dengan lembut saat keduanya bertanya .
" Tenang lah nona keadaan tuan sangat baik . Tadi tuan sempat sadarkan diri dan saat ini beliau sedang tidur . Jadi mohon tunggu hingga beliau bangun kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ." Jawab Dokter itu dengan ramah dan sopan . Dia tidak berani bertindak sembrono menghadapi kedua orang itu .
"Terima kasih dokter ..... " Sahut Luwina dengan senyum bahagia . Wanita itu memeluk Zero dengan erat seakan menyalurkan semua emosinya .
__ADS_1
" Sama sama nona itu sudah menjadi tugas kami ." Jawab dokter itu dengan membungkuk sopan.
Zero membawa Luwina masuk kedalam ruangan tuan Scotly . Didalam sudah ada Baweli yang menemani tuan Scotly . Yang masih terbaring lemah tapi kali ini tidak ada lagi alat alat . Yang menjadi penunjang kehidupan nya .