
Berita menurunnya harga saham Scotly crop juga didengar oleh Enrico yang masih berkerja . Pria itu mulai merencanakan untuk menawar saham mereka agar bisa mengalahkan Zero . Dengan begitu dia bisa memiliki perusahaan sepenuh nya .
" Bagus dengan saham yang menurun sekarang kita bisa membelinya dari mereka . Cepat atau lambat jadi sebaiknya bersiap ." Gumam Enrico dengan senyum mengembang .
" Lalu apa kita bisa membuat perusahaan bertahan lebih lama lagi .?" Debora bertanya dengan khawatir .
" Tenang saja kita akan mendapatkan semaunya . Kau tidak lupa kan jika saat ini Jordan berada di pihak kita . lagi pula ayah Jordan juga pemilik Eddelwis yang akan jatuh ketangan Jordan .Dengan begitu kita bisa menguasai semuanya ." Sahut Enrico dengan percaya diri .
Mendengar penjelasan dari Enrico ,Debora tersenyum puas . Meski belum menemukan dimana Marvolo Scotly berada saat ini . Dengan begini sudah cukup untuk mengambil alih kekuasaan.
" Sekarang kau hibur anak mu ... jangan biarkan bertindak sembrono untuk saat ini ."Seru Enrico dengan suara rendah .Dia sudah cukup mengurus Margaretha saat ini .Dia ingin fokus dengan perusahaan jika saja Margaretha saat ini masih berfungsi dia akan membuang nya .
" Pergi lah aku akan mengurus retha .... Lagi pula dia masih tidur saat ini . Dan mungkin sebentar lagi Jordan akan kembali ." Jawab Debora dengan membuka majalah .
Dengan mendengus kesal Enrico pergi meninggalkan paviliun . Saat ini yang menjadi tujuan pria itu adalah perusahaan Scotly crop . untuk melihat perkembangan dan juga tindakan apa yang akan dilakukan Zero saat ini .
Saat dia sampai di kantornya melihat Maxim yang sedang duduk dikursi dengan menyilangkan kaki . Semakin membuatnya kesal saat Maxim dengan bersantai .
"Tuan ... kenapa anda masih bersantai seperti ini sedangkan saham sedang menurun saat ini .?" Tanya Enrico dengan wajah penuh amarah .
__ADS_1
" Maaf tuan muda Oliver belum memberikan perintah apa pun . Jadi saya juga tidak bisa bertindak .," Jawab Maxim dengan tenang . Yang membaut Enrico semakin kesal .
" Dan lagi pula saham masih stabil meski menurun jadi anda tidak perlu khawatir . Aahh aku lupa jika anda masih asisten tuan Scotly . " Lanjut maxim dengan mengubah raut wajahnya.
" Jadi katakan dimana saat ini tuan berada . Aku ingin menemui nya bagaimana pun aku masih salah satu orang nya .?"Tanya Enrico dengan sendu . " Aku yang menemaninya dari kecil saat pertama kali tuan besar membawa ku . Tapi disaat dia sakit seperti ini malah tidak tahu keberadaannya." Lanjutnya dengan suara pilu .
" Aku sendiri juga tidak tahu ... dimana tuan dan juga ayah ." Jawab Maxim dengan menunduk . Dia memang tidak tahu dimana keduanya saat ini . Yang dia tahu hanya saat ini tuan Scotly sedang berobat .
" Hah...semoga saja tuan bisa kembali .aku juga tidak tahu harus berbuat apa skandal nona Margaretha sudah seperti ini. Yang mengakibatkan saham menurun ." Ucap Enrico dengan nada tulus ."Cih .. mau mati saja menyusahkan ." Lanjut dalam hati .
" Aku akan pergi mengambil beberapa berkas untuk mencari investor untuk mendukung kita ."Lanjutnya dengan senyum lembut .
" Tidak tentu saja tidak ...bagaimana pun ini dibangun oleh tuan tua yang sudah merawat ku dari kecil . Aku tetap akan melakukan yang terbaik meski sudah ditangan orang lain ." Jawab Enrico yang mencoba mengendalikan dirinya saat ini .
" Itu bagus .. jadi pergilah ke Oliver crop untuk mendiskusikan dulu dengan nona Hadwin selaku yang bertanggung jawab . " Sahut Maxim dengan memiringkan kepala nya .
" Iya tentu saja .. aku akan menghubungi nya terlebih dulu ." Sahut Enrico sambil membuka pintu pergi .
Setelah Enrico keluar Maxim mengeluarkan ponselnya . Dan menekan salah satu nomer yang ada diponselnya .Tak butuh waktu lama sambung telpon itu terhubung .
__ADS_1
" Tuan ... Enrico akan menghubungi anda untuk berbicara tentang saham yang menurun ." Ucap Maxim dengan datar .
" Eemm ... aku tahu biarkan saja . kita akan ikut bermain .Aku sudah meminta orang ku memantau nya ." Jawab dari seberang dengan suara tak kalah datar .
" Baiklah ... untuk saat ini belum ada yang ingin menjual saham mereka . Kita harus menunggu beberapa hari lagi ." Sahut Maxim pelan .
" Huh .. ternyata mereka masih percaya jika turunnya saham hanya sebentar .Apa lagi mereka tahu jika aku lah yang saat ini memliki saham terbanyak ." Jawab pria itu dengan tenang ." Jadi pantau saja untu saat ini jangan bertindak dulu ." Lanjutnya .
" Baik ... dimengerti ." Jawab Maxim dengan tegas.
Zero hanya bisa menghela nafas setelah mendapatkan panggilan dari Maxim .Dia akan dengan cepat meminta Luwina keruangan . Untuk memberitahu kan apa yang harus dilakukan nya .
Cklek ....
" Kemari ... ada yang harus kita bicarakan saat ini ."Ucap Zero sambil melambaikan tangan nya .Luwina hanya bisa mendekat dengan tertunduk lesu .Dia tahu jika bos mesumnya itu tidak akan bisa melepaskan dengan mudah .
" Jangan modus ... " peringatan dari Luwina dengan melotot yang membuat Zero gemas dengan tingkah Luwina .
" Tidak ... ini tentang Enrico .. "Jawab Zero dengan terkekeh pelan ." Mungkin dia kan datang untuk menemui kita jadi bersiap lah .Tahan apa pun yang kamu rasakan jika berhadapan dengan nya . Jangan tujukan kelemahan mu dihadapan musuh .," Lanjut Zero dengan menarik Luwina ke pangkuan nya .
__ADS_1