
Setelah menyelesaikan ucapan nya Zero berdiri dan mendekati mereka . Dengan gerakan cepat Zero menarik lengan salah satu tawanan .Sesuai dengan dugaan Zero mereka menanamkan sebuah chip yang bisa meledak jika mereka buka suara .
" Huh ... ternyata mereka tidak berbekas kasih .Aku pikir chip ini hanya akan membuat mu meledak seperti chip yang dimiliki beberapa anggota kita .Tapi ini berbeda chip ini akan menguliti kalian dan tidak akan membunuh kalian .CK ...CK sungguh kejam ." Ucap Zero dengan berdecak kesal .
" Ka- kau tahu itu jadi bunuh saja kami . Meski kau ..memaksa kami juga tidak akan bisa mengatakan apa pun . Jadi tolong bunuh kami dengan begitu kami akan terbebas dari siksaan ini ." Jawab Salah satu dari mereka dengan suara lirih .
" Bagiamana jika kami bisa mengeluarkan chip itu . Apa yang akan kalian berikan kepada kami .?" Zus bertanya dengan semirik kejam .
" Kami ... Agrhh.... akan melakukan yang terbaik ." Jawab mereka dengan mengerang kesakitan .
Chip itu akan bereaksi saat mereka berhianat atau pun mereka membongkar misi .Dan saat ini mereka merasakan itu mereka mengerang kesakitan . Mereka juga merasakan tubuh mereka terbakar .
Saat melihat reaksi Zero dengan cepat meminta penjaga membawa sebuah suntikan . Setelah menunggu beberapa saat penjaga itu kembali dengan beberapa suntikan.
Zero menyuntikkan obat itu ke tubuh mereka setelah cairan itu masuk semua . Beberapa detik mereka berhenti mengerang kesakitan . Warna kulit mereka juga sudah lebih baik .
" Seperti nya obat itu bekerja dengan baik . " Ucap Zero sambil mengangguk puas .
" Itu obat apa bos ...?" Zus bertanya dengan penasaran .
__ADS_1
" Obat itu dari Erik tapi aku meminta tim medis untuk menambahkan lagi beberapa formula . Dan ternyata itu berhasil mereka bisa menghentikan racun yang keluar dari chip itu ." Jelas Zero dengan mata berbinar dia tidak menyangka jika Obat itu juga bisa bekerja .
" Wah .. aku tidak tahu jika anak itu sangat jenius dalam hal ini ."Zus berdecak kagum dengan hasil yang didapat oleh Erik .
" Lalu bagaimana dengan kalian ... apa kalian bersedia bergabung dengan kami jika kami bisa menghilangkan chip dan juga racun itu .?" Zus bertanya dengan sedikit mengejek siapa pun akan tergiur dengan tawaran ini .
" Kami akan melakukan nya ... jika itu benar ." Jawab mereka dengan terbata bata .
" Bagus ... tim medis akan menentukan dimana saja letak chip itu . Setelah itu kita akan melakukan operasi untuk pengambilan. untuk sementara kita kan kami akan memberikan cairan itu untuk selama beberapa bulan kedepan sampai racun itu hilang ." Ujur Zero dengan tegas .
Mendengar itu mereka lebih semangat lagi meski harus menunggu mereka tidak masalah yang penting bisa terlepas dari chip itu . Apa lagi dengan racun yang sudah hilang apa pun mereka akan lakukan .
" Bagus sekarang ikut dengan mereka ..." Ucap Zus dengan engan . juga dia sudah merasakan lelah ditubuhnya saat ini .
" Bos ....ayo pulang aku ingin tidur dengan kasur yang empuk ." Sambungnya dengan menguap pelan .Zero pun melihat jam tangan nya yang sudah menunjukan tengah malam .
" Hah... ayo mungkin aura juga sudah menunggu ku pulang ." Jawab Zero dengan senyum mengembang saat membayangkan Luwina yang akan marah jika pulang malam .
" Bos ... kenapa kau tersenyum seperti itu .?" Tanya Zus dengan memiringkan kepala nya .
__ADS_1
" Tidak .. ayo pulang ." Jawab Zero sambil berlalu pergi . Zus hanya bisa mengikuti Zero dari belakang .
Sedangkan di club malam wanita yang gagal menggoda Zus saat ini sedang menjalankan misi . Dengan mata yang awas wanita itu mencari pria yang akan menjadi target nya kali ini .
Diantara para pengunjung yang datang dengan data yang sudah diberikan Zus . Dia bisa menemukan dengan mudah .Dia merubah raut wajah nya dengan sedikit sembab dia duduk dikursi bartender .Melihat wanita itu datang bartender menuangkan sebuah minuman .
" Nona ... kau datang lagi dengan keadaan kacau lagi .Apa pria mu masih tidak bisa dihubungi .?" Bartender itu bertanya setelah menerima kode dari wanita itu .
" Hiks ... berikan kau minuman dengan kadar alkohol yang tinggi . Aku ingin melupakan nya dia ... hiks ... dia saat ini telah menikah dengan saudara tiri ku . Hiks ... aku hanya ditipu oleh nya saat aku sudah menyerahkan semua yang kau punya .Hiks ..hiks .." Ucap Wanita itu dengan menenggak minuman beralkohol itu .
Jordan yang mendengar itu hanya tersenyum miring dan melihat wanita cantik nan seksi itu .
" Nona jangan bersedih ... dia hanya pria bodoh yang akan membuang permata demi batu kerikil. " Ucap Jordan dengan lembut . Dia tidak akan menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan wanita cantik .
" Yah ... aku benar Aahh ... aku yakin tidak akan ada yang menolak pesona ku ." Jawab Wanita itu dengan berbinar dan juga mata memerah karena mabuk .
" Nona ... jangan terlalu banyak minum dimana alamat mu aku akan mengantar mu pulang .?" Jordan bertanya dengan lembut .
" Eemm .... " Wanita itu sudah mabuk sehingga dia tidak bisa menjawab dengan benar .
__ADS_1
" Tuan ...bisa membawanya kelantai atas untuk beristirahat . Aku kasihan dengan nya dia sering kesini hanya karena ditipu oleh tunangan nya ." Ucap Bartender itu dengan rasa kasihan .