Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Lamaran Zus ( Siap untuk menyerang )


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya . Malam ini Black Shadow akan menyerang Eddelwis . Zus berdiri didepan para anggota disampingnya ada seorang wanita yang tengah tersenyum . Senyum yang membuat para anggota merinding .


Wanita yang sudah lama tidak pernah terlihat sejak kematian sang suami . Dan dirinya dinyatakan sedang hamil , Sehingga wanita itu sudah lama tidak terlihat dimarkas .


" Selamat datang kembali lady ....." Sapa mereka dengan penuh antusias .Apa lagi mereka yang sudah mengenal bagaimana Noela beraksi .Mereka menantikan pertempuran ini dengan hati yang penuh semangat.


" Terima kasih aku pikir kalian sudah lupa kepada ku .." Jawab Noela dengan senyum yang manis .


" Tentu saja kami selalu merindukan kehadiran mu disini ." Sahut salah satu anggota yang merupakan fans dari noela .


" Husstt ..... jangan sembarangan lihat Zus sudah mode marah ." Salah satu teman nya menyenggol yang berbicara dengan berbisik pelan .


" Upsss sepertinya ada gunung yang siap meledak saat ini ." Jawabnya sambil terkekeh kecil . Dia tahu jika zus akan posesif jika itu berhubungan dengan Noela .


Zus hanya bisa mendengus kesal saat melihat par saudaranya yang sedang menggodanya .Meski kesal dia juga tidak mungkin marah .Apa lagi dengan perjanjian yang dia lakukan dengan Noela sebelum berangkat kemarkas .


Flash back of .


Zus mendatangi rumah berlantai dua yang dihuni oleh Noela dan putra nya .Setelah melihat Zero yang telah sukses dengan lamarannya .Zus memutuskan untuk pergi menemui Noela dan Carlos . Dia tidak tahu akan selamat atau tidak dalam pertempuran saat ini .


" Noel .... apa yang kau masak saat ini .?" Zus bertanya saat Noel sedang masak .


" Eemm ...aku masak sup dan juga ada ayam sambal kesukaan mu dan Carlos ." Jawab Noela tanpa melirik pria yang berada dibelakangnya.


" Sepertinya enak .... Aahh aku ingin makan dengan puas ." Sahut Zus sambil memeluk Noela dari belakang .

__ADS_1


Noela yang mendengar ucapan Zus menoleh seperti ada yang berbeda . Dari Ucapan pria yang sedang memeluknya saat ini terdengar nada yang khawatir .


" Zus ada apa .... apa yang terjadi .?" Tanya Noela sambil memandangi Zus dengan intens .


" Eemm...malam ini kami akan menjalankan misi ." Sahut Zus dengan lirih .


" Misi .... apa berbahaya?." Noela bertanya dengan tubuh bergetar .


" Tidak juga ini misi... untuk menyingkirkan Eddelwis ." Jawab Zus semakin menegelamkan kepala nya dileher Noela .


" Eddelwis ..." Lirih Noela . Wanita itu kembali teringat dengan musuh yang telah merenggut nyawa sang suami .


" Aku ikut .... dan berjanji lah kau akan tetap di hidup . Aku tidak ingin kehilangan lagi, Apa kau akan menjadikan Carlos sebagai anak yatim . Jika kau ....." Ucapan Noela terputus saat Zus dengan cepat mencium bibir tebal yang sudah menggodanya dari awal .


Setelah lama mereka berciuman sampai suara Carlos yang datang menghentikan keduanya .


" Ma ... aku sudah lapar apa makanan sudah siap.?" Carlos berteriak dengan keras dari ruangan tamu .Kedua orang itu gelagapan mendengarnya dengan canggung keduanya tersenyum .


" Iya makan malam sudah siap ." Jawab Noela sambil merapikan bajunya yang sudah kusut ulah Zus .


" Maaf ... aku tidak bisa menahannya lagi ." Lirih Zus ditelinga Noela.


Setelah semau sudah siap mereka makan malam dengan lahap . Usai makan malam Zus membawa keduanya kemarkas kerena saat ini hanya disana tempat yang aman .


" Aku akan Kemabli dan hidup bersama dengan kalian.Noela mau kah kau menikah dengan ku jika aku kembali dengan selamat?." Zus bertanya dengan mata yang menatap Noela dengan sendu .

__ADS_1


" Iya ... tapi kau harus kembali tanpa luka . Jika ada luka jangan harap untuk menikah dengan ku ." Sahut dengan Noela dengan kejam sambil memeluk Zus dengan erat .


" Aku tidak ingin jika putra ku menjadi yatim untuk kedua kalinya ." Lanjutannya dengan lirih .


" Eemm ... aku akan kembali tanpa luka ." Jawab Zus dengan mata yang berbinar cerah .


Flash back on .


Tak lama Zero juga datang bersama dengan Luwina dan David. Yang ada dibelakang mereka berdua dengan wajah poker nya . Aura yang ganas menguar dari kedua pria yang terlihat sangat panas . Yang akan membuat para wanita dengan senang hati membuka ************ dengan lebar .


" Semau sudah berkumpul ...sebelum kita berangkat aku ingin mengatakan . Ingat Meksi dengan nafas kalian yang tinggal 1 . Aku harap kalian bisa kembali kesini aku tidak ingin ada satu pun dari kalian yang mati di tanah musuh ." Ucap Zus dengan suara yang rendah tapi semau orang bisa mendengar .


Mereka tahu apa yang dimaksud ucapan Zero kali ini . Dia selalu mengatakan hal yang sama saat mereka sedang melakukan misi seperti sekarang .


" Kami mengerti bos ... kami akan pulang jika kami tidak selamat tolong makam kami dengan layak ." Seru mereka dengan serempak.


" Eemm ... begitu pula sebaliknya jika aku yang tidak selamat . kalian lah yang harus melakukan itu , Dan juga kalian bisa memilih ketua yang baru ." Jawab Zero dengan mata yang merah .Begitu pula dengan para anggota,apa lagi anggota yang baru bergabung . Mereka merasa tersentuh dengan apa yang dikatakan oleh pria yang saat ini sedang berdiri didepan mereka .


" Bos ... kami semau berhutang nyawa dengan mu jadi jangan sampai kami membawa lari Erik untuk mengantikan mu. " Bondan berkata dengan suara yang bergetar .


" Aaahh .. sepertinya itu ide yang bagus . Bocah itu sungguh membuat ku kagum ." Jawab yang lainya dengan semangat .


" Haish ... seperti nya kalian sudah menemukan kandidat untuk pengganti ku ." Ucap Zero dengan lemas .Tapi mata pria itu juga berkilat dengan senang . mereka tidak akan saja pilih jika Erik yang akan memimpin kelak .


" Iya ... selama anak mu belum bisa mimpin kami ." Sahut yang lain .

__ADS_1


__ADS_2