Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Kembali dikediaman Subastian


__ADS_3

" Untuk saat in sudah cukup .... beristirahat lah dengan baik . " Ucap nenek Elma dengan lembut .Sedang Erik menyeka keringat yang berada di dahinya .


" Nenek ... istirahat lah biar aku yang mengurus nya . " suara Erik terdengar datar tapi juga ada kelembutan dari setiap ucapan nya .


" Eemm ... kau benar nenek lelah . Jadi jaga nona Luwina dengan baik ." Sahut Nenek Elma dengan senyum lembut .


"Minum ini ... bisa membantu anda pulih lebih cepat." Ucap Erik sambil menyodorkan sebuah botol air .


" Terima kasih ...rasanya kepala ku jauh lebih ringan sekarang ." Jawab Luwina sambil menerima air yang diberikan Erik .


" Eemm ... " Jawab Erik berbalik pergi melihat Xaviera yang terlihat sudah bangun .


Melihat putrinya yang bangun Xavier juga mendekat . Tapi sayang nya sang putri lebih memilih Erik dari pada dirinya .


" Kakak ....." Gumam Xaviera pelan sambil mencari Erik .


" Princess ... Dad disini kenapa harus mencari kakak .?" Xavier bertanya dengan cemberut .


"Eemm ... tidak ." Jawab Xaviera dengan linglung .


" Princess nya Papi .... kemari papi ayo cepat ." Zero tak mau kalah dengan Xavier saat berurusan dengan gadis kecil itu .

__ADS_1


" Kalian ini bisa diam ....tidak sih " seru Ay dengan kesal . "Ayo pulang saja dan istirahat dirumah . Hari ini sudah sangat melelahkan ." Lanjutnya dengan kesal .


" Baik lah ....mu queen ..." Jawab keduanya dengan lirih .Anela terkekeh dengan meski dia masih lemas karena rasa sakit yang baru mereda . Itu sudah membaik sehingga apa yang dikatakan Ay benar . Mereka harus pulang setelah melalui hari yang melelahkan . Apa lagi nenek Elma yang sudah kelelahan saat ini .


Setelah menunggu beberapa saat mereka semua memutuskan untuk pulang . Apa lagi Dikediaman Subastian masih ada Noela yang menunggu mereka . Sebagai tuan rumah tidak mungkin Ay menginggalkan nya begitu saja untuk menjaga Xaviero .


Setelah berkendara setengah jam mereka sampai Dikediaman Subastian . Yang disambut dengan suara tawa Aisha yang bermain dengan Carlos . Sedangkan Xaviero hanya diam dengan memperhatikan mereka bermain .


Duduk dengan elegan yang membaut para orang dewasa sedikit canggung .Hanya Zus yang tidak terpengaruh kepada sikap bocah itu .


" Zus.... kenapa aku merasakan aura yang menekan dari bocah berusia 3 tahun ini ."Bisik Noela dengan melirik Xaviero .


" Hah... gen Subastian sungguh luar biasa ." Jawab Zus dengan mendesah lelah .


" Eros .. apa kau ingin makam sesuatu biar nanti aunty ambilkan ?" Noela berusaha untuk bertanya kepada bocah itu .


"No ... aunty ...." Jawab Xaviero sambil menggelengkan kepala nya .


" Baik lah katakan kepada aunty jika ingin sesuatu ." Ucap Noela dengan lembut . Dia ingin sekali menyentuh kepala bocah pendiam itu .Tapi tatapan mata Xaviero yang tajam mengurungkan niatnya . Pada hal dirinya adalah seorang pembunuh bayaran . Tapi nyalinya menciut saat bersama dengan bocah berusia 3 tahun .


" Biarkan saja ... jika dia ingin sesuatu biasanya akan meminta sendiri kepada Ron ." Sambung Zus yang tak berdaya menghadapi bocah itu .

__ADS_1


Selama ini dia sering dibawa oleh Xavier jika ada pertemuan dengan Klien .Banyak yang mengatakan jika Xaviero autisme tapi nyatanya tidak . Dia anak yang memiliki kecerdasan melebihi anak seusianya .Sehingga engan berurusan dengan hal yang remeh .


Mereka semua menghentikan aktifitas nya saat melihat adanya mobil yang berhenti didepan dipintu . Xaviero lebih dulu berjalan menuju salah satu mobil yang ditumpangi oleh sang mommy .


" Eros ... papi merindukan mu ...kemari dan peluk papi ." Seru Zero yang sudah mengambil Xaviero yang berjalan kearah Ay .Bocah itu menatap Zero dengan tajam yang membuat pria itu terkekeh geli .


" Oohh ....ayo lah tersenyum untuk papi ." Zero terus menggoda Xaviero .


" Papi turun ...." Ucap Xaviero dengan melirik Luwina yang masih pucat .


" Mami tidak apa ..baiklah turun sekarang papi akan membawa mami untuk istirahat ."Sahut Zero dengan menurun kan Xaviero .


" Eemm .... mami .." jawab Xaviero dengan suara pelan .Zero semakin gemas dengan bocah itu . Entah apa yang dia ingin katakan saat ini . Zero hanya memperhatikan apa yang akan dilakukan bocah itu .


" Dia anak yang baik ...." Lirih Luwina dengan wajahnya yang terlihat pucat .


" Eemm... hanya saja dia terlalu pendiam . Ay dan Xavier pernah membawanya ke dokter . Dokter tidak mengatakan jika dia autisme hanya saja dia terlalu kaku dan dingin . Sehingga terlihat seperti anak autisme ." Jelas Zero kepada Luwina yang terlihat masih menatap Xaviero dengan penuh minat .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys...aku masih bingung nih buat ending yang lebih cepat . Jadi mohon saran dari kalian semau ya ...

__ADS_1


Jangan lupa like and comen .....


Thanks guys ...


__ADS_2