Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Tuan Scotly kembali kritis


__ADS_3

Keadaan tuan Scotly semakin memburuk racun yang ada ditubuhnya tidak lagi bisa ditekan .Kerena banyaknya organ dalam yang telah rusak . Pria itu enggan melakukan cangkok organ meski sang menantu akan menyediakan .


Seperti saat ini Pria paruh baya itu hanya tersenyum saat menatap foto sang istri . Entah apa yang sedang dipikirkan tangan nya usap lembut foto tersebut .


" Aku akan datang menemui mu ... aku harap kau bisa memaafkan ku . Kerena lalai menjaga mu ,sungguh aku tidak pernah menghianati cinta kita . Aku harap kau juga bisa melihat dari atas sana. Tolong tunggu sebentar saja." Lirih tuan Scotly dengan rapuh .


" Uhuk ..uhuk ...uhuk ....sayang kau datang ." Bisik nya lagi disela sela batuk yang menderanya . Pria paruh baya itu mengangkat tangan nya melihat ada cairan hitam kemerahan .


Tak lama pria paruh baya itu tidak sadarkan diri bertepatan dengan Baweli . yang masuk dengan membawa obat yang seharusnya diminum oleh tuan nya .


" Tuan ....apa yang terjadi ...Dokter ...cepat tuan tidak sadarkan diri ." Baweli berteriak dengan panik .Melihat tuan nya tidak sadarkan diri dengan tangan yang berlumuran darah.Berwarna hitam kental dengan bau yang cukup menyengat .


" Tuan ... segera hubungi nona... keadaan tuan benar benar sudah kritis . Kami tidak tahu lagi harus berbuat apa . Anda juga tahu racun itu sudah tidak lagi bisa ditekan ." Suara dokter itu terdengar paruh .Dengan sarat putus asa yang terlihat dimata nya .


" Baik ... tolong jaga tuan ." Sahut Baweli dengan suara serak . pria paruh baya itu dengan cepat menghubungi Luwina yang berada diperusahaan. Bersama dengan suaminya tengah memeriksa seluruh lembaran yang ada didepan mereka .


" Ya .. paman .....?" Ucap Luwina dengan suara lembut .

__ADS_1


" Nona ....tuan tidak sadarkan diri lagi ." Sahut Baweli dengan suara yang terdengar cemas juga ada ketakutan.


" Aku pulang paman ." Jawab Luwina dengan mata yang berkaca kaca ." Hubby ayo pulang ...dad jatuh pingsan lagi ." Lirih Luwina dengan air mata yang telah turun dari pipinya .


" Oke...tenang dulu ...kita akan pulang ingat apa pun yang terjadi jangan menangis didepan dad . Berikan senyuman untuk mengantar kan nya ." Bisik Zero dengan mengusap lembut punggung istrinya.


" Aku tahu .... semau akan pulang . Tapi kenapa secepat ini . Aku bahkan belum bisa merawat nya dengan baik ." Ucap Luwina dengan suara serak .


Zero hanya bisa mengusap lembut punggung Luwina untuk memberikan dukungan . Pria itu harus bisa menjadi pemompang dan sadar Luwina saat ini .


Zero melajukan mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi . Pria itu hanya fokus memandang jalanan . Dengan satu tangan menggenggam erat tangan sang istri .Mencoba untuk memberikan semua energinya agar sang istri tetep tenang . Dibelakang mereka juga ada mobil yang melaju tak kalah cepat dari mereka . mengikuti dengan cemas itu bisa terlihat dari kaca spion mobil .


" Aku tahu ...semoga saja dad bisa bangun lagi seperti biasanya ." Jawab Luwina dengan lirih .Sungguh kehilangan Daddy kali ini dia belum siap .


Saat ini pernikahan hanya dengan Zero sudah beranjak tiga bulan . Mereka belum bisa menggelar resepsi seperti apa diinginkan oleh Zero . Dengan keadaan tuan Scotly yang seperti saat ini . Kedua setuju untuk menunda resepsi pernikahan mereka .


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih setengah jam . Mobil yang dikendarai Zero berhenti di depan pintu masion bangsawan Scotly .Kedua nya turun dengan tergesa gesa . Diikuti seorang pria yang juga turun dari mobil yang berada dibelakangnya .

__ADS_1


" Tuan ...nona .... " Sapa pria itu dengan senyum lirih .


" Kau datang Juga Maxim ..?" tanya Zero tanpa menoleh hanya melangkahkan kaki nya dengan cepat . Dimana ruangan rawat yang digunakan tuan Scotly selama menjalani perawatan .


" Iya .. ayah memberi kabar ." Jawab Maxim dengan pelan pria itu dengan hati hati melirik Luwina yang berjalan setengah lari.


" Hemm..." Sahut Zero sambil mengejar Luwina yang Sudah berada ditangga .


Cklek.....


" Dokter bagaimana keadaan Daddy saat ini?. Apa dad masih bisa bangun seperti biasanya ?. " Luwina bertanya dengan cemas . Saat mendorong pintu wanita itu sudah terlebih dulu melontarkan pertanyaan .


" Maaf nona ....kami tidak bisa menjawab ." Jawab dokter yang bertugas menjaga tuan Scotly . Dengan menunduk hormat kepada wanita yang ada didepannya . Mendengar jawaban dokter tubuh Luwina seakan menjadi jeli . Sekujur tubuhnya lemas tidak berdaya jika saja Zero tidak dengan sigap menahan tubuhnya . Luwina sudah pasti akan jatuh kelantai yang dingin .


" Hiks ... dad ....kenapa begitu cepat bukan kah dad berjanji akan pergi setelah bisa melihat cucu dad . Kami sedang bekerja keras untuk itu dad ." Ucap Luwina sambil berbisik kepada Daddy nya . Dengan terisak kecil Luwina mengeratkan pelukannya kepada Zero .


" Aura semua pasti akan pergi . Dan kita tidak tahu kapan itu terjadi . Bahkan dengan cara apa kita juga tidak tahu .Sekarang hanya doa yang dibutuhkan Dad . Ayo kita doa kan Dad semoga bisa bangun. Jika memang Allah sudah memanggil nya maka biarkan doa kita menjadi penerang jalan dad ." Bisik Zero dengan suara yang lembut .Berusaha untuk tetap menyakinkan iman yang baru saja diyakini sang istri .

__ADS_1


" Eemm .... " Sahut Luwina dengan lemah .


__ADS_2