Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Gara gara zus


__ADS_3

Satu bulan berlalu dengan cepat Zero telah kembali ke London . Pria itu saat ini sedang duduk dikursi kerja nya dengan malas . Apa lagi saat ini istrinya tidak berada di ruangannya. Sejak mengambil alih kekuasaan Scotly Luwina berada diperusahaan Scotly. Saat pria itu sedang mengerjakan tumpukan kertas yang ada didepannya .


Zus masuk dengan lemas pria itu terlihat pucat . Sehingga Zero menghentikan kegiatan dan memandang saudara itu .


" Bos ... bisa kau membelikan ku bakso .?" Tanya Zus dengan wajah pucat nya . Tapi mata pria itu berbinar cerah saat meminta kepada Zero .


" Kamu jangan bercanda Zus ... ini bukan Indonesia bagaimana bisa kamu minta bakso ." raungan Zero terdengar menggelegar diruangan nya .


"Aku tahu tapi entah lah .. aku ingin memakannya ." Jawab Zus dengan sendu .


" Hah ... kenapa kau yang ngidam aku yang repot Zus .?" Zero bertanya dengan mendesah lelah . Ya mereka baru saja mendapat kabar jika Noela hamil seminggu yang lalu .


" Bos ... ayo lah aku ingin makan itu . " Zus merengek seperti anak kecil .


"Huh ...ayo pergi cari kedai bakso yang ada disini. Semoga saja ada yang jualan ." Gumam Zero dengan kesal. Baru lah wajah Zus kembali berbinar cerah . seperti anak kecil yang mendapatkan permen .Zero lagi lagi mendesah lelah melihat Zus yang begitu bahagia hanya kerena dia mau menuruti kemauannya .


" Jack ... jaga kantor aku mau cari bakso ." Seru Zero kepada Jackson yang baru saja ingin keruangan Zero .


" Hah .. apa ... bos jangan bercanda . Aku mau ijin pergi mencari wanita cantik ." Jackson tak kalah ikut berseru dengan cukup keras . Tapi sayang nya kedua orang itu tidak lagi perduli .Dan hanya diam saja pergi keluar dimana mobil telah disiapkan oleh petugas .


" CK .. sialan kalian berdua .Huh...pasti Zus berulah lagi dengan merengek seperti bayi . Ya Tuhan kuat aku ..mengahadapi segala macam peraturan mu ." Gerutu Jackson dengan kesal . Tapi dia juga tidak mau jika Zus menyusahkan nya . Hanya untuk mencari makanan yang diinginkan pria itu .

__ADS_1


" Apa iya .... orang ngidam itu harus dapat?" Jackson bertanya dengan muram .


" Kau akan nanti jika kau memiliki istri ." Sahut Noela yang berdiri disamping nya . Dengan mengusap perutnya yang masih rata .


Wanita itu juga sama terkejutnya saat dokter mengatakan jika diri nya hamil .


" Cih ... bisa tidak jangan pamer . " Jackson berdecih dengan lirih .


" Temu kan dia agar aku tidak menyesal ...yakin dia jika tidak semua pria itu sama ." Ucap Noela dengan menepuk pundak Jackson . Yah di antara mereka bisa dibilang Jackson adalah yang paling muda setahun dari Arnov .


" Eemm ....aku tahu . Sungguh Noel aku tidak bisa bercinta dengan para wanita yang datang menggoda ku . Aku merasa tidak nyaman dan juga entah lah dia layu meski aku dalam hasrat yang memuncak ." Lirih Jackson dengan suara paruh .


" Berdoa lah jika dia jodoh mu ...pasti dia akan kembali ." Noela mencoba memberi semangat kepada pria disampingnya .


Cukup lama untuk mecari tempat parkir akhirnya mereka bisa juga memesan bakso . Zus dengan mata yang berbinar cerah tanpa malu memesan banyak . Hinga membuat Zero menggelengkan kepala nya dengan pasrah .


" Zus kau yakin semau ini akan habis .... ?" Tanya Zero dengan resah memandang Zus yang begitu bersemangat .


"Eemm .. ini sangat enak bos ..."Jawab Zus setelah menelan bakso yang ada didalam mulut nya .


" Cepat lah setelah ini aku akan menjemput aura . Untuk pergi kerumah sakit melihat kedada Daddy . " Ucap Zero dengan pasrah .Pria itu menghubungi istrinya untuk bertanya apa dia juga menginginkan bakso .

__ADS_1


" Hallo ....." Jawab Luwina dengan suara jernih . Yang membaut Zero tersenyum tanpa sadar .


"Aura aku sedang menemani Zus makan bakso apa kamu mau ... ?" Tanya Zero dengan lembut .


" Eemm ... sepertinya enak .bawa kan satu porsi ya .." Pinta Luwina dengan suara manja .


" Tentu ... jadi tunggu saja disana . Kau akan segera kesana setelah Zus selesai makan." Jawab Zero dengan semangat .Hingga dia lupa jika dirinya berada ditempat umum .


" Baik lah aku akan menunggu . Aku akan mengerjakan tumpukan kertas ini dulu .Bye ..Hubby ." Ucap Luwina dengan suara yang merdu .


" See you wife ...tunggu aku ." Jawab Zero dengan penuh cinta . Zus hanya mendengus kesal melihat saudara itu .


" Bos ... lihat lah sekeliling . Lihat bagaimana para gadis itu menatap mu kita seakan ini memakan saja. " Gumam Zus dengan kesal .


" Bukan kah itu sudah bisa . ..Jadi biarkan saja . cepat makan aku akan menjemput istri ku . " Seri Zero dengan mulai makan dengan lahap bakso yang ada didepannya .


Mereka makan dengan tenang setelah cukup lama akhirnya . Zus puas dengan perut kenyang . Mata pria itu berbinar cerah sebelum seorang gadis datang dengan senyum menggoda .


"Permisi ... apa kah kalian akan kearah universitas .?" Tanya gadis itu dengan senyum merekah .


" Tidak..." jawab Zus dengan memicingkan mata .

__ADS_1


" Aahh sayang sekali ... aku bagaimana ini . Sial aku bisa terlambat jika begini ." Ucap gadis itu dengan lirih . Kedua pria itu masih bisa mendengar itu dengan jelas . tapi keduanya tidak perduli dan masuk kedalam mobil .


Sedangkan gadis itu hanya bisa memandang dengan kepergian mereka raut wajah kesal . Begitu juga terdengar tawa dari teman teman nya yang lain .


__ADS_2