Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Berangkat menuju Indonesia


__ADS_3

Akhir pekan tiba sesuai dengan apa yang sudah dijadwalkan sebelumnya . Zero memboyong Luwina menuju Indonesia tempat tinggal sang adik . Yang tanpa Luwina sadari tujuan Zero saat ini bukan hanya untuk mengunjungi adiknya .Tapi juga untuk bertemu dengan nenek Elma .


" Bagaimana apa semua sudah siapa?." Tanya Zero kepada Zus .


" Sudah semua sudah siap .kita tinggal berangakat saja sat ini, lihat lah bocah itu begitu antusias . Saat mendengar kau akan membawanya ke Indonesia ." Jawab Zus sambil menggelengkan kepala nya tak berdaya dengan apa yang di lakukan Carlos .


" Lalu bagaimana dengan para tahanan mu saat ini . Apa kau akan meninggalkan mereka begitu saja .?" Noela bertanya dengan cemas .


" Tidak ...ada Jackson yang akan mengurus mereka jadi tidak perlu repot .Lagi pula dengan siksaan racun yang diberikan Erik itu sudah cukup . Jadi untuk apa kita repot untuk mengurus mereka .Ingin kabur pun juga sia sia mereka tidak bisa ." Jawab Zero dengan tenang .


" Aahh .... benar juga mereka juga berkata jika sudah puas bermain dengan Margaretha .Jadi bagaimana selanjutnya ?." Kali Zus yang bertanya dengan penuh semangat .


" Biarkan saja ..... beri tahu jika yang lain jika ada yang masih mau ." Sahut Zero .


" Bagaimana dengan Enrico apa dia masih bisa bertahan untuk menyaksikan hal lain .?" Zero kembali bertanya dengan senyum sinis .


" Aku rasa masih bisa sampai kita kembali ." Jawab Zus dengan memainkan rambut Noela .


" Zustiavo Algamer seperti nya kau sudah bosan dengan jari jari mu ." Seru Noela dengan geram .Sejak Zus melamarnya hari itu sifat mesum Zus semakin meningkat derastis jika bersama dengan Noela .


" Tentu saja masih ... bagaimana aku bisa memuaskan mu jika mereka tidak ada ." Jawab Zus dengan seringai mesum .

__ADS_1


" CK ....mesum ...Jangan sembarangan bicara masih ada Carlos ." Sentak Noela dengan mantap Zus dengan tajam .


" Dia tidak dengar ...saat sedang sibuk dengan mami nya ." Jawab Zus dengan sekenanya .


Memang benar saat ini Carlos sedang bermain dengan Luwina . Saat menunggu pesawat itu berangkat menuju Indonesia .kedua nya terlihat sedang asyik dengan game yang ada di ponsel .


Zero melirik keduanya ada senyum yang tersungging dari bibir tebal nan seksi itu .


" Aura ... apa yang sedang kau mainkan sehingga tidak mendengar apa yang kami bicarakan?. " Tanya Zero sambil melihat ponsel yang dipegang Luwina .


" Tidak ada ...aku hanya bermain game dengan Carlos . Huh tunggu ....apa kita masih lama.?" Tanya Luwina setelah melihat sekelilingnya .


" Tidak ayo berangkat.... lagi pula kita menggunakan jet pribadi .Jadi kita bisa berangkat kapan pun hanya saja kita juga harus menghormati mereka. yang berpergian dengan pesawat umum . "Jawab Zero dengan nada lembut .


Saat membayangkan bisa bermain dengan mereka yang menggemaskan . Sudah memacu semangat nya untuk segera sampai .


Biar cerah wajah luwina juga menukar kepada pria yang ada disampingnya . Yabg saat ini sedang memeluknya itu .Zero juga tersenyum senang melihat Luwina yang ceria .


" Aku yakin ....Xera tidak kan melepaskan mu dengan mudah . Jadi bersiaplah sayang siapkan stamina mu untuk menghadapi princess Subastian itu." Jawab Zero dengan terkekeh gemas . Apa lagi saat bayangan Luwina sedang bermain dengan Xaviera .


" Eemm ...tentu saja Aaah .... aku ingin sekali membawa nya pulang ." Sahut Luwina semakin gemas sendiri saat mengingat Xaviera .

__ADS_1


Zero hanya bisa terkekeh geli dengan perubahan sikap Luwina . Dia berharap senyum itu tidak lagi pernah luntur dari wanita yang menjadi pujaan hatinya .


" Tapi sayang kau tidak bisa membawanya pulang . Jika ingin kau harus menghadapi para bodyguard yang setiap saat bersama dengan Xera ." Sambung Zero dengan serius .


" Hah ..... bagaimana bisa . Bukan kah itu hanya bodygraud.?" Tanya Luwina dengan mata yang membulat .


" Tentu ...yang dimaksud Zero itu adalah Xavier dan juga Erik ."Jawab Zus dengan terkekeh .


" Hah .... aku tidak percaya Jika pria itu begitu protektif kepada istri dan putrinya ." Ucap Luwina sambil menggeleng kepala.


" Ha ha ha ..... semau ayah juga akan sama dengan nya." Tawa Zus dan Noela tidak bisa lagi mereka tahan .


" Huh .... Possessive father." Gumam Luwina yang masih didengar Zero .


" Aku pun juga akan melakukan hal yang sama jika nanti kita bisa memiliki putri ." Sahut Zero dengan mata yang berbinar binar . sambil menaik turunkan alisnya .


Mereka tertawa dengan bahagia berbeda dengan beberapa orang yang saat berada di markas tahan Zero .Mereka terlihat sangat mengenaskan saat ini .Bisa dibilang hanya Arnov yang masih terlihat baik saat ini . Luka luka akibat dihajar oleh Zus, Noela ,dan juga Clara.


" Kenapa kalian hanya bisa diam saja ...tidak kah kalian ingin keluar dari sini ." Enrico berteriak disela sela kesakitan yang dirasakan nya saat ini .


" Diam lah .... kami juga ingin keluar dari sini . Kau lihat sendiri mereka yang dirayu putri mu saja tidak bisa membebaskan kita . Apa lagi kami yang juga sama dengan kau saat ini ." Jawab Jacob dengan serak .

__ADS_1


" Diam lah .... kalian tidak akan bisa bebas dari sini . Meski menjadi ****** mereka semua . Aku tahu benar mereka begitu setia dengan Zero dan juga Zus yang menjadi pemimpin Aku sendiri juga tidak tahu apa yang sudah dilakukan keduanya sehingga bisa mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari para anggota ." Bentak Arnov dengan keras .Dia merasa sudah bosan mendengar perdebatan yang tidak ada manfaatnya itu .


__ADS_2