
Zero kembali murka pria itu sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya . Selama ini dia diam bukan berarti tidak tahu apa pun yang terjadi diperusahan nya .
"Kalian pikir aku tidak tahu apa pun selama ini .Aku diam bukan berarti kalian bisa berbuat semau kalian .Apa kalian luap bagaimana cara ku mengurus para penghianat . Apa kalian lupa aku duduk disini dengan tangan berlumuran darah .Seharus nya kalian mengingat itu agar kalian tidak tersesat ." Ucap Zero dengan dingin .Tidak ada yang berani menjawab semua nya menundukkan kepala .
" Zus tahan mereka ....aku mau besok para pemegang saham dan juga dewan direksi semua nya ada disini tanpa satu pun yang tidak ada ." perintah Zero dengan mata merah kerena kemarahannya .
"Baik bos.." Jawab Zus dengan lesu .," Hah ... nasib aku tidak bisa melepas penat ku dengan bercinta ." gerutu Zus didalam hati nya saat ini .Dia ingin menghajar semua yang terlibat saat ini .Entah dari sisi mana mereka mendapatkan dukungan sampai berani mengusik singga tidur ini .
Zero Kemabli keruangan nya melihat sudah tidak ada orang lagi . Ruangan yang tadi berantakan ulah David kini sudah rapi .
" Hah... aku tahu rasanya seperti Xavier saat aku menganggu nya ." Gumam Zero sambil mendes4h lelah .
Pria itu duduk dengan wajah lelah melihat setumpuk berkas yang sudah menantinya .
Saat jam makan siang Zus akan mengetuk pintu untuk mengingat . Tapi kali ini berbeda Zus sengaja meminta luwina untuk membawakan makan siang keruangan Zero .
" Sir ... tuan Zus sudah memesan kan makan untuk anda ." Ucap Luwina Setalah mendapat jawaban Zero .
" Eemm ....kau siap kan saja disana aku akan pergi kekamar mandi ." Jawab Zero dengan wajah lelah .
Luwina hanya bisa mengangguk kepala nya sambil menata makan diatas meja .Sampai seorang wanita dengan lancangnya masuk dengan arogan .
__ADS_1
Cklek ....
" Honey ..... aku datang ayo kita makan siang bersama ." Ucap Margaretha dengan bangga mengangkat dagu tinggi .
"Maaf nona ....tuan sedang dikamar mandi ." Jawab Luwina dengan sopan meski ada kilatan amarah dimata itu .
" Cih ... pergilah kau menganggu ku." Sahut Margaretha dengan sombong .
Luwina hanya mendengus jijik saat melihat betapa culasnya wanita ini .
Zero keluar dari kamar mandi menyeringit kan keningnya saat melihat ada wanita lain di ruangan nya .
" Apa yang kau lakukan disini .... ?" Tanya Zero sambil mengerut kan kening .
" Maaf nona Scotly saya tidak mengundang anda ... jadi silahkan keluar saya dengan tidak dalam mood yang baik saat ini ." Sahut Zero dengan dingin .Membuat Margaretha sedikit takut perubahan aura Zero kali ini berbeda dari biasanya .sepertinya pria itu memang sedang dalam mood yang tidak baik .
" Tapi honey ... bukan kah sudah seharusnya aku kita sering menghabiskan waktu untuk bersama agar bisa saling mengenal .Bagaimana pun kita akan menikah sesuai dengan janji keluarga kita ." Ucap Margaretha dengan senyum sensual yang membuat Zero semakin muak .
"Keluar .... " Teriak Zero dengan keras . Margaretha terperanjat begitu pula dengan Luwina yang dari tadi hanya diam saja.
" Kau masih berdiri disana... kau tidak mendengar apa yang diucapkan calon suami ku sana gih keluar menggangu saja ." Sahut Margaretha dengan mencibir Luwina .
__ADS_1
" Kau yang keluar ***** ...Jika kau tidak tahu pintu aku akan tidak akan segan melemparkan mu dari jendela sekarang juga ." teriak Zero dengan sarkas . Margaretha bergidik saat mendengar teriak Zero .
" Honey .... tapi ....aku ..." Ucap Luwina dengan terbata bata .
Zero yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya langsung menarik Margaretha keluar sambil melemparkan nya .
Brukk...
" Keluar Jangan lagi muncul disini .." Geram Zero dengan mata yang merah .Luwina hanya memandang nya dengan sinis. Didalam hati dia bahagia saat melihat Zero melemparkan Margaretha .
" Zus .... jangan biarkan wanita ini masuk kesini .Jika aku masih melihatnya berani lancang lemparkan dia ." Perintah Zero dengan mata yang penuh amarah .
" Baik bos ... Nona Scotly sebaiknya jangan membuat tuan semakin marah .Silahkan pergi sebelum saya menyeret anda ." Ucap Zus dengan senyum mengejek yang semakin membuat Margaretha murka .Dia saat ini dipermalukan seperti ini ,dia adalah putri bangsawan Scotly bagiamana ada yang bisa mempermalukan dirinya seperti sekarang .
" Aku akan mengingat semua ini .... dan kalian akan menyesal . Dan kau bagaimana pun kita akan tetap menikah sesuai dengan perjanjian keluarga ." Ucap Margaretha dengan sinis .
" Apa kau bilang perjanjian keluarga .... ha ha ha ..bodoh apa aku pernah bilang perjanjian keluarga tidak .Dan kau hanya nona Scotly palsu kau hanya putri haram ." Suara Zero menggelegar memenuhi lantai paling atas dari bangunan itu .
Tubuh Margaretha bergetar hebat selama ini tidak ada yang tahu aib dari keluarga Scotly .Publik hanya tahu nona Scotly hanya satu dan itu dirinya sejak 15 tahun lalu .
" Zus seret wanita ini pergi ....sekarang " Teriak Zero kembali menggema membuat tubuh Margaretha bergetar .Zus menarik wanita yang saat ini bersimpuh itu dengan kasar . Margaretha hanya bisa diam dia tidak menyangka jika Zero mengetahui semua ini .sungguh sangat ironis nasib wanita ini .
__ADS_1
Noela memandang dengan jijik sambil mencibir .
" Dia pikir siapa dirinya .... Cih tidak ada informasi yang tidak bisa kita dapatkan ." Ucap Noela dengan lirih .