
Disebuah hotel mewah seorang wanita dengan tubuh telanjang .Terlihat sedang berada dibawa kukungan seorang pria . Wanita itu menjerit saat dimana mencapai puncaknya .
" Debora ... kau masih selalu nikmat ." Ucap pria itu dengan senyum kepuasan .
" Tentu saja .... aku selalu merawat tubuh ku ." Jawab wanita itu dengan senyum menggoda .
" Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?. Retha juga belum bisa kembali saat ini juga ." Debora bertanya dengan muram .
" Skandal itu sudah bisa aku atasi .. tunggu beberapa saat lagi . Dan kita harus bisa menekan pria itu untuk segera menikahi Retha dengan begitu kita bisa menggunakan nya ." Jawab Enrico dengan tangan yang kembali menjelajahi tubuh Debora .
"Eemm ... jadi biarkan Retha bersenang senang disana. Dia bisa memanjakan dirinya ." Lanjutnya dengan kembali bercumbu .
" Uuhh ....iya kau benar ... ." Sahut Debora dengan suara putus putus .
Kedua nya Kemabli berpacu mencari kenikmatan untuk tubuh mereka sendiri .Mereka tidak perduli dengan usia mereka saat ini .Saat ini dikamar mewah itu hanya terdengar erangan dari keduanya.
Keesokan harinya Zero Kemabli dengan aktifitas yang melelahkan dikantornya .Sejak dia bertemu dengan Luwina Zero tidak pernah menyentuh wanita lagi .Entah karena apa dan itu juga membuat Ay nafas lega .
"Selamat pagi sir ... ini kopi yang anda minta ." Ucap Luwina sambil meletakkan secangkir kopi diatas meja Zero .
" Eemm ...apa jadwal ku hari ini , Apa Zus sudah mengatakan jika aku mengurangi jadwal selama keluarga ku disini .?" Zero bertanya dengan wajah teduh .
" Yes .. sir semua jadwal sudah dikurangi sesuai dengan permintaan anda ." Jawab Luwina dengan senyum ramah .
" Akhir pekan apa kau bisa menemani ku ke suatu tempat .?" Zero bertanya lagi dengan penuh harap .
" Eemm ....saya kan usaha kan sir ..apa anda akan pergi dengan keluarga anda sir .?" Luwina berbalik bertanya kepada Zero .
__ADS_1
" Tidak... mereka akan pergi berlibur ,Yah meski bukan murni berlibur .Xavier juga sedang mengurus perusahaan yang ada disini ." Jawab Zero dengan menyeruput kopinya .
" Eemm ...baik sir saya akan ." Jawab Luwina .Entah bagaimana dia merasa sangat nyaman jika bersama dengan pria yang ada didepan nya .
" Saya permisi Sir ... " Ucap Luwina minta ijin untuk kembali keruangan nya .
" Eemm...pergi lah ." Jawab Zero dengan engan .
Setelah Luwina pergi pria itu kembali fokus dengan tumpukan berkas yang ada dimeja nya .Sampai ketukan pintu yang agak berbeda dan suara yang tidak pernah dia dengar .
Tok ... tok....tok....
" Sir ... saya membawa dokumen yang harus anda tanda tangani ." Ucap wanita itu dengan lembut dan juga mendayu dayu .Zero melirik sekilas siapa wanita yang sudah lancang berani masuk keruangan .
" Kau siapa ..?" Tanya Zero dengan dingin dan wajah datarnya semakin suram .
Zero tidak melirik nya sama sekali dan meriah gagang telpon . Entah siapa yang sedang dihubunginya, setelah sambungan telfon itu mati . Noela datang dengan wajah muram ,Wanita itu kesal saat zero menyuruhnya datang keruangan nya.
" Bos .... kau menyuruh kesini tumben sekali ?." Noela bertanya sambil mencibir .
" Apa dia anggota baru ... ?" Tanya Zero sambil menujuk wanita seksi yang ada didepannya .
" Eehhh.... sedang apa kau disini .?" Noela baru sadar jika ada orang lain yang diruangan Zero saat ini .
" Aahh ....saya membutuhkan tanda tangan sir Oliver ,Jadi saya kesini ." Jawab Patricia dengan senyum ramah yang dipaksakan .
" CK ....bodoh membuat ku susah saja ." gerutu Noela dengan geram .
__ADS_1
" Noel ... kau belum menjawab ku ." Seru Zero dengan memicingkan mata .
" Iya dia baru saja datang tadi pagi.Kenapa tidak Zus saja yang kau panggil ." Ucap Noela dengan cemberut .Patricia hanya bisa diam sambil mengamati , Apa.wanita ini ada hubungan dengan CEO Oliver .
" Bukan nya kau sudah tahu jika zus belum datang ." Sahut Zero dengan mencibir Noela .
Yang membuat wanita itu membulatkan matanya .
" Bawa dia pergi dan beri tahu peraturan disini .Jika tidak patuh kau bisa meminta nya pergi kepada Jackson ." Ucap Zero dengan dingin .
" Hah... kau membuat ku repot saja .Ayo pergi jika ingin hidup mu selamat jangan membuat masalah ." Seru Noela sambil menarik Patricia pergi .
Wanita itu hanya patuh mengikuti Noela yang menggerutu tidak jelas .Sampai nya mereka diruangan sekertaris Noela menatap tajam Patricia .
" Bukan kah aku sudah mengatakan peraturan disini .Jika tidak ada Zus kau bisa memberikan semua dokumen yang membutuhkan bos kepada ku .Dan lihat sekarang kau membuat ku repot lagi ." Ucap Noela dengan sarkas.
"Kenapa kau melarang ku .... sedangkan dia juga baru saja keluar dari ruangan Ceo ?." Patricia tidak terima dengan teguran yang baru saja dikatakan Noela .
" Bodoh .... jika Kau keberatan dengan peraturan sialan kan pergi ke HRD sesuai dengan perintah bos . Dan jika kau masih ingin berkerja maka patuhilah peraturan yang sudah ada ." Jawab Noela dengan dingin .
Cklek ..
" Kak ... aku sudah waktunya berangkat klien sudah menuggu diruang meting ." Ucap Luwina saat baru saja akan keluar .
" Eemm .. pergilah aku akan mengurus dia ." Jawab Noela dengan memberikan berkas kepada Luwina .
Luwina pergi dengan langkah lebar dia tidak perduli dengan para wanita yang selalu menggoda Zero .Sampai diruangan Zero Luwina sebelum dia mengetuk pintu Zero sudah keluar dengan wajah datarnya .
__ADS_1