
Saat jam sudah menunjukkan pukul 10 Mobil yang diisi oleh 2 orang itu terparkir mulus . Di area parkir khusus milik petinggi perusahaan Oliver .Keduanya turun dengan tenang ,tapi itu tidak mengurangi jika kedua nya dalam suasana yang berbeda .
Jika sang pria terlihat dengan senyum cerah yang menendakan kepuasan . Berbeda dengan wanita yang berjalan dengan menunduk . Dengan pipi yang yang merona merah dan juga terlihat malu . Siapa apa pun yang melihatnya pasti akan berfikir jika terjadi sesuatu diantara mereka .
" Bodoh berhenti memikirkannya ... Luwina kau itu sudah dewasa jadi bersikap lah baik ." Ucap Luwina didalam hati .Dia tidak menyangka jika sentuhan Zero mampu membuatnya merasa terbang ke awan .Melihat Luwina yang tidak fokus dengan jalan nya Zero dengan lembut menarik tangan Luwina . Pria itu menggenggam dengan erat yang membuat Luwina semakin memerah .
" Sir ......" sebelum Luwina selesai dengan ucpannya bibir kenyal itu sudah berada di bibirnya .
"Hukuman mu jika masih memanggil ku dengan itu .." Bisik Zero dengan senyum mempesona .Luwina masih linglung langsung menganggukkan kepala nya .Zero semakin gemas dengan reaksi yang dilakukan Luwina .
"Ayo jalan jangan bengong ... " Seru Zero dengan gemas sendiri .Dia masih mengingat dulu jika Luwina terkejut dia juga akan membuatkan matanya seperti saat ini .Luwina mengikuti Zero dari belakang tapi pria itu menarik Luwina untuk berada disampingnya .
" Eemm ...tapi saat bersama dengan yang lainnya aku tetap memanggil sir oke tidak ada bantahan .Aku tidak ingin menimbulkan sesuatu yang bisa membuat ku pusing dengan para wanita itu ." Sahut Luwina setelah tersadar dari linglung nya .
" Oke .... tapi hukuman tetap berlanjut ,Jadi tinggal hitung berapa kali kau memanggil ku sir ." Jawab Zero dengan seringai yang tercetak jelas dibibir pria itu .
" Hah....itu sama saja curang dasar licik ." Batin Luwina seru dengan keras dia merasa telah termakan tipuan Zero .
Keduanya masuk kedalam lift yang tersedia khusus untuk Zero . Lift itu langsung terhubung kelantai paling atas dimana ruangan zero berada .Tak butuh waktu lama lift itu terbuka kedua orang itu melangkah masuk dengan acuh tak acuh .
__ADS_1
Zero melangkah keluar terlebih dulu baru Luwina mengikuti nya dari belakang . Saat ini mereka berada Oliver crop , Sedangkan Scotly crop sendiri dipegang Maxim untuk sementara waktu .Sampai Luwina secara resmi mengambil alih tugas nya .
" Selamat pagi menjelang siang sir ..." Sapa patricia dengan senyum menggoda . Meski baju yang digunakan nya cukup sopan . Tapi masih ada saja yang dilakukan nya .
"Eemm... Apa AC dikantor ini tidak berfungsi kau harus membuka kancing mu terbuka ."Tanya Zero dengan mencibir tidak senang .
" Aahh .. maaf sir tadi saya sedikit kepanasan ." Jawab Patricia dengan malu . " Sial bukan kah dia suka bergonta ganti wanita tapi kenapa dia malah tidak tertarik ." Lanjutnya didalam hati .Dia merasa kesal di acuhkan oleh Zero yang membuatnya semkin geram .
Sedangkan diruangan sekertaris Noela dan Maely tertawa terkekeh saat melihatnya .Ini bukan lah pemandangan yang aneh menurut mereka . Tapi juga luar biasa yang membuat orang lain tertawa dengan lelucon yang terjadi .
" Aura .... buatkan aku kopi dan bawa keruangan ku ." Ucap Zero sambil melirik Luwina yang masih menahan tawanya ." Jika ingin tertawa jangan ditahan Aura lepaskan saja ." Sambungnya dengan mencibir .
" Lihat saja ... aku yakin kau bisa membuat mu tunduk kepada ku . Setelah itu akan ku buat aku bersujud di kaki ku untuk merangkak naik ke tubuh ku ."Gumam Patricia dengan geram .
" Sungguh tidak tahu malu ...." Ucap Maely dengan kebencian yang membara .
Diruangan Zero pria itu merasa pusing dengan para wanita itu. Baru juga dia selesai dengan Margaretha yang selalu menganggu nya kini ada lagi .
" Hah.... apa mereka akan berhenti jika aku menikah ? atau malah akan menyerang lebih gencar ." Tanya Zero kepada diri sendiri .Kadang dia juga berfikir apa mereka yang memiliki kekuasaan juga akan mengalami apa yang saat ini terjadi padanya .
__ADS_1
Dulu dia sering mengejek Xavier saat pria itu merasa bingung di saat ada wanita yang mendekatinya .
" Huh ... ternyata seperti ini rasanya jadi Xavier .," Ucap Sambil menghela nafas kasar Pintu ruangan nya terbuka setelah terdengar ketukan . Luwina masuk dengan membawa nampan yang ada secangkir kopi dan cemilan .Pria itu menyambutnya dengan senyum lebar saat melihat siapa yang masuk .
" Eemm .. aku bingung harus memanggil apa saat ini ." Ucap Luwina dengan canggung sambil meletakan kopi diatas meja .
" Eemm ...aku bisa memanggil apa pun itu selain Sir ." Jawab Zero dengan senyum lembut .
" Eemm ... bagaimana dengan nama panggilan mu saja Zero ?." Tanya Luwina dengan pelan .
" Tidak masalah untuk saat ini ... itu juga bagus nanti bisa diganti lagi jika sudah ada yang tepat ." sahut Zero dengan mengangkat cangkir kopinya .
" Baik lah ... aku akan pergi banyak yang ahrus aku urus apa lagi sekarang kau ,memberi ku tambahan tugas dari Scotly crop ." Ucap Luwina dengan malas .
" Ha ha ha .. kau harus terbiasa dengan itu sebelum aku menjadikan satu . Dan tidak mungkin kita mengandalkan Maxim yang kita tahu dia itu pengacara ." Seru Zero dengan tawa yang lepas .
" Eemm.. aku tahu itu ,aku pergi ." Jawab Luwina sambil melambai kan tangannya .
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Eeehh ....bang aku juga mu di hukum bang ....