
Sedangkan yang dibicarakan saat ini sedang menikmati tidur malamnya.Dengan memeluk pria kecil yang mengirim bunga . Kedua nya tidur dengan senyum indah tanpa tahu jika ada orang lain yang sedang kebingungan .
Keesokan paginya Noela terbangun dengan suara berisik di dapurnya .Wanita itu sengaja bangun siang untuk akhir pekan .Dengan muka malas dia beranjak dari ranjang dan berjalan keluar.
" CK ... siapa sih ini masih pagi sudah membuat keributan. " Gerutu Noela dengan kesal .
Didapur Zus sedang sibuk dengan berbagai bahan masakan . Entah apa yang sudah dikerjakan nya hingga membaut keributan. Saat sampai di dapur Noel hanya bisa melonggo melihat Zus yang sibuk dengan yang dikerjakan .
" Zus ... apa yang sedang kau lakukan .?" Tanya Noela dengan bersandar di pintu .
" Eemm.... membuat sarapan . " Jawab Zus dengan masih sibuk dengan sayuran didepannya .
" Huh .. ada angin yang membuat mu mau masak lagi ." Noela bertanya sambil mencibir .
" Sedang ingin saja ." jawab Zus dengan mengangkat bahu .
"Hah ... terserah aku masih mengantuk ." Sahut Noela sambil berlalu pergi . Zus bisa melihat bunga yang ada sebuah vas yang didekat pintu .
Dia merasa kesal saat melihat bunga itu tapi dia juga engah bertanya . Setelah Noela kembali dengan wajah yang segar Zus juga sudah selesai dengan masakan nya .Carlos juga sudah bangun saat melihat Zus dia melompat dipenuhi kegembiraan .
" Papa .... disini wah ..... papa kamu masak semau ini .?" Wajah Carlos berbinar cerah saat melihat makan khas Indonesia itu .
" Eemm ... papa sengaja membaut nasi goreng ini lagi pula ini mudah . Dan juga nikmat yang menjadi salah satu makan Indonesia . " Jawab Zus dengan mengusap kepala Carlos dengan lembut sambil meletakan segelas susu untuk bocah itu .
__ADS_1
"Sekarang coba lah .... jika ada yang kurang bilang sama papa ." Lanjutnya duduk disebelah Carlos .
" Eemm... ini sangat lezat mirip dengan buatan mama Zahra. " seru Carlos setelah menyuapkan sesendok nasi goreng buatan Zus .
" Wah ... sepertinya papa akan sering membuatkan mu nanti . " Sahut Zus dengan senang .
" Eemm ... ternyata kau jago juga masak nasi goreng. Apa kamu juga bisa masak yang lain dari Indonesia .?" Noela bertanya dengan mata cerah .
" Eemm ... kalau dicoba mungkin bisa ."Jawab Zus dengan tenang .
Mereka sarapan dengan bercanda dan tertawa dengan tingkah laku Carlos . Bocah itu terlihat sangat senang dengan kedatangan Zus .
" Papa .... kemarin disekolah ada tugas untuk memberikan hadiah untuk orang tersayang nya . " Ucap Carlos bercerita . Dengan wajah berbinar cerah .
" Eemm ... aku merangkai bunga dan aku kirim kekantor mama . " Jawab Carlos dengan dipenuhi semangat . Zus yang mendengar jawaban Carlos langsung mengingat bunga itu .
" Jadi bunga itu dari Carlos .. Oohh God kenapa aku harus marah saat saat melihat bunga itu . Bodohnya kau Zus pantas saja Noela begitu bahagia menerima itu ." Batin Zus berteriak memaki dirinya sendiri .
" Papa ... bagaimana apa bunga yang aku rangkai bagus .?" Carlos bertanya dengan mata berbinar cerah .
" Tentu saja ... anak papa yang terbaik ." Sahut Zus tak kalah semangatnya.
Noela yang melihat itu hanya bisa bersyukur dengan adanya Zus dan juga yang lainnya. Membuat Carlos tidak ke kurang figur ayah .meski dia sudah tidak memilik ayah tapi dengan adanya mereka sudah cukup menggantikan sang ayah .
__ADS_1
" Terima kasih Zus ... kau selalu ada untuk kami . " Ucap Noela dengan lirih . Zus yang mendengar hanya mengulas senyum lembut .
Mereka bertiga menghabiskan pagi dengan bermain dan bercanda tawa . Tidak terasa semau beban yang dirasakan Zus kemarin sirnah begitu saja . Setelah mendengar dari Carlos bahwa bunga itu dia yang mengirim nya .
Tapi berbeda dengan Noela yang masih terlihat tidak nyaman . Melihat Noela yang seperti sedang berfikir membuat Zus mendekat dan bertanya .
" Noel ...apa yang sedang kau pikirkan sampai tidak memperhatikan Carlos . Apa yang membuat melamun saat ini?." Zus bertanya sambil menepuk pundak Noela dengan lembut .
" Eemm ...aku hanya berfikir apa yang dimaksud jackson kemarin." Jawab Noela dengan mengembuskan nafas kasar .
" Memang apa yang dikatakan oleh maniak satu itu?." Zus memicingkan mata saat bertanya .
" Cih .. mengatai orang maniak tidak sadari diri ." Noela mencibir . Zus hanya bisa tersenyum masam ." Dia mengatakan jika aku harus memikirkan perasaan orang lain saat memiliki kekasih ."Lanjutnya dengan mengedipkan matanya saat menoleh kearah Zus ." Entah apa yang membuatnya berkata seperti itu." Sambungnya lagi dengan menggelengkan kepala.
" Sudah lah ..jangan dipikirkan mungkin dia sedang mabuk . " Jawab Zus dengan menahan rasa yang bergejolak dihatinya .
" Huh ... Zero juga dia juga mengatakan jika aku tidak peka ."Noela berkata lagi dengan linglung .
" Hah ...kau memang tidak peka Noel ." Ucap Zus didalam hati .
"Sudahlah ... biarkan saja mereka . Tapi ingat jika ada pria yang mendekati mu untuk menjadi kekasih mu bilang lah kepada kami . Noela kau adalah saudara perempuan kami ingin yang terbaik untuk mu . Kami hanya tidak ingin jika ada orang yang memanfaatkan mu . "Ucap Zus dengan menatap mata Noela dengan lirih lembut .
" Eemm.. aku tahu . Tapi tidak mungkin ada pria yang mau dengan ku yang sudah memilik anak . Kecuali kau Zus ...ha ha ha ha ..." Noela berkata dengan tawa yang keras .
__ADS_1
Zus yang melihat itu hanya bisa tersenyum membalas ucapan Noela .