
Sejak Zero mengusir Margaretha dari perusahaan,wanita yang menjadi model itu menunjukkan dirinya jika dia lah yang pantas bersanding dengan seorang Zayden .
Kali ini sasaran Margaretha bukan lagi perusahaan pria itu .Melain kan rumah mewah yang ditempati pria itu .
Setelah pulang dari kantor dengan keadaan yang sudah melelahkan Zero bergegas menuju rumah .Sampai nya dirumah di sambut dengan senyum sensual seorang wanita dengan hanya mengenakan baju yang seksi .
" Honey ....aku sudah menunggu dari tadi ." Seru Margaretha saat Zero baru saja masuk kedalam rumah .Pria hanya mengerutkan kening menoleh kepada Hendri yang masih berdiam diri .
" Paman sejak kapan wanita ini berada disini ..?" Zero bertanya dengan nada dingin .
"Satu jam yang lalu ..tuan muda." Jawab Hendri dengan wajah pias . Dari nada yang keluar dari mulut tuan muda nya bisa dipastikan Zero saat ini sedang marah .
Setalah mendapatkan jawaban dari Hendri Zero meniggalkan ruang tamu . Dengan wajah kesal pria itu pergi menuju salah satu ruangan yang ada dilantai 1 .
Margaretha mengikutinya dengan membusungkan dada nya . Dia merasa saat ini Zero sudah menerima nya dengan pesona yang dia punya .
" Honey ... ini bukan kamar mu kan seharus nya kekamar mu .Aku kan membantu mu untuk mandi ." Seru Margaretha dengan senyum menggoda .
" Cih .... ***** ini membuat ku semakin kesal dan muak .Kemana juga Zus pergi lihat saja nanti kau Zus .." Geram Zero didalam hatinya .
__ADS_1
" Eemm ... " Jawab Zero dengan malas .Pria itu membawa Margaretha kedalam kamar itu terlihat sangat berbeda dari kamar biasanya .
Tak ....
Lampu di nyala kan oleh Zero terlihat lah kamar yang baru saja mereka masuki saat ini .
" Duduk lah ... aku akan kembali sebentar lagi ." Ucap Zero dengan mencibir jijik saat melihat Margaretha yang mulai ketakutan .
Kamar itu biasa nya digunakan Zero untuk menghukum para pelayan yang melakukan kesalahan .
" Eemm..baiklah aku akan menunggu mu ." Jawab Margaretha dengan gemetar namun masih ditahan nya untuk memaksakan senyum lembut .
" Paman .... antarkan makan malam kekamar ku jika wanita itu keluar dari sana.Katakan saja aku ada sedang pergi kerumah sakit Zus kecelakaan ." Perintah Zero sambil berlalu pergi meninggalkan Hendri yang masih kebingungan saat ini .
Biasanya Zero jika membawa wanita ke masion akan ditempatkan disalah satu kamar yang biasa digunakan para jal4ng .Tapi kali ini berbeda tuan mudanya menempatkan di ruang hukuman .
"Baik tuan muda .... akan segera saya siapkan ." Jawab Hendri dengan cepat dia tidak ingin tuan muda nya marah dan itu tidak baik untuk jantung nya yang sudah tua .
Didalam kamar itu ada ranjang bersprai warna hitam .Dan juga ada beberapa alat yang menyeramkan yang membaut wanita itu merinding .
__ADS_1
" Ini sebenarnya kamar apa sih .... kenapa sangat menyeramkan seperti ini .?" Tanya Margaretha dengan ketakutan .
Dia sudah menunggu hampir 2 jam tapi pria yang ditunggunya tidak kembali .Entah apa yang saat ini sedang dilakukan Zero .
" Sial ini sudah sangat lama kenapa dia belum juga kembali .... apa dia menipu ku .Sial sial ...aku harus keluar ." Jerit Margaretha dengan geram dia ingin marah tapi tidak tahu harus marah kepada siapa saat ini .
Dengan tergesa gesa wanita itu keluar dari kamar menyeramkan itu .Dia hanya melihat Kepala pelayan yang saat ini sedang menatau keadaan masion .
" Hei kamu ....dimana tuan mu kenapa dia belum kembali kekamar aku sudah menunggunya ." Teriak Margaretha dengan kesal jadi wanita itu meluapkan amarahnya kepada hendri .Sedangkan pria paruh baya itu hanya bisa menggeleng lemah .
" Maaf nona .... kau sedang berteriak kepada siapa . Jika anda bertanya kepada saya tuan muda sedang pergi kerumah sakit . Tuan Zus mengalami kecelakaan sehingga tuan bergegas kesana ." Sahut Hendri dengan cuek .
"Apa ...kenapa tidak bilang dari tadi ... Hah dasar pembantu tidak tahu diri ." Teriak Margaretha dengan penuh amarah .
"Nona tolong jaga bicara anda .... saya juga bukan orang yang sabar .Jadi jika anda tidak lagi ingin menunggu tuan muda silahkan pergi ." Jawab Hendri dengan geram dia masih tidak percaya jika ada seorang wanita yang begitu kasar dirumah ini .
" Diam ...kau setelah aku menjadi nyonya rumah ini orang pertama yang akan ku tendang adalah kau ." Margaretha lagi lagi berteriak dengan marah .
Dengan penuh amarah yang besar Margaretha keluar dari masion yang besar itu .Dengan perasaan kesal wanita itu melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
__ADS_1
" Sialan kenapa .... kenapa bisa seperti ini kenapa dia selalu saja menolak aku .Kurang apa aku ini kenapa dia malah memilih bermalam dengan para jal4ng itu ." Teriak Margaretha sambil mencengkeram kuat setir mobil nya .Dia melampiaskan semua kekesalan nya dengan berteriak didalam mobilya yang melaju dengan kencang.