
"Delova Amaura Scotly.......putri ku ." Lirih tuan Scotly dengan mata berkaca kaca . Pria paruh baya yang terlihat lemah itu terenyuh melihat putrinya . Yang kini berada dihadapan nya dengan tersenyum manis .
Pria paruh baya itu ini sekali merengkuk Luwina kedalam pelukannya. Tapi itu semua harus dia tahan untuk saat ini. Dia tidak ingin jika putrinya malah lari dan meninggalkan nya . Cukup dengan bisa melihatnya diakhir hidupnya sudah membuatnya puas .
Tanpa dia duga wanita yang saat ini berjalan kearahnya dengan air mata yang mengalir . Zero melepaskan Luwina agar bisa melepas rindu ,gelisah,juga amarah yang selama ini dia tahan . Kerena kesalahfahaman yang selama ini diciptakan oleh Enrico .
" Daddy ...."lirih Luwina Sambil memeluk pria perih baya saat ini berdiri dengan kaku .
Setelah beberapa saat baru lah dia sadar jika saat ini putrinya. benar benar berada didalam pelukan nya dengan terisak .
" Daddy ..... " gumam Luwina didalam pelukan pria paruh baya . Yang juga menangis dengan tersedu sedu .
" Terima kasih ...terima kasih sudah mau memaafkan pria bersalah ini . Terima kasih masih mau memanggil pria tua ini dengan Daddy .Dad... merindukan mu sayang terima kasih masih karena kembali kepada Daddy ...uhuk ..uhuk ...." Ucap Tuan Scotly dengan terisak serta di batuk .
" Uhuk ...uhuk...Dad bahagia sayang." Lanjut tuan Scotly dengan lirih hampir saja tidak terdengar ditelinga Luwina .
" Dad ....apa...apa ....yang terjadi dengan mu Dad.." Luwina bertanya dengan air mata yang tidak bisa dia tahan lagi . Tuan Scotly hanya tersenyum teduh saat mendengar pertanyaan Luwina .
" Dad ....tak apa sayang .... sudah waktunya saja dad untuk menyusul mommy ." Jawab taun Scotly dengan semain lemah .
" Dad ...." Teriak Luwina dengan keras saat tiba tiba tuan Scotly pingsan .Untung saja Baweli masih berada dibelakang mereka .Dengan sigap dia menahan tubuh mereka agar tidak jatuh saat Luwina tidak sanggup menahan nya .
" Tuan ....." Seru Baweli juga dengan kaget .
__ADS_1
Semau orang yang awalnya dalam keadaan sedih ikut terperanjat melihat tuan Scotly jatuh tidak sadarkan diri .Xavier segera memanggil dokter yang sudah disiapkan untuk tuna Scotly .Begitu juga dengan nenek Elma yang segera memeriksa keadaan tuan Scotly .
" Aura ...tenang lah ....Daddy pasti akan bangun lagi dia belum melihat putrinya menikah . Jadi dia harus bangun untuk menjadi wali kita." Ucap Zero yang berusaha untuk menghibur luwina .
" Hiks ....hiks.... apa kau yakin Daddy akan bangun lagi ..?" Luwina bertanya dengan terisak dipelukan Zero .
" Tentu ...saja selalu akan ada keajaiban untuk semua umat nya." Jawab Zero dengan lembut sambil mengusap punggung Luwina agar wanita itu jauh lebih tenang .
" Kakak ipar semua akan baik baik saja .... mari kita berdoa semoga Allah masih memberi tuan Scotly kesehatan ." Ucap Ay dengan tersenyum lembut yang menenangkan .
" Bisa ...bisakah kau mengajari berdoa seperti kalian . Agar Tuhan mendengar nya?." Luwina bertanya dengan mata yang memerah .
" Semua doa itu sama saja hanya caranya berbeda ..." Sahut Zahra yang terlihat semakin anggun dengan hijab yang menutupi nya .
" Iya ....jadi tenangkan diri mu saat ini . ayo masuk dulu kita bisa menunggu kabar dari dokter dan juga nenek Elma .Paling tIdak kita tunggu Erik keluar ." Ucap Zero sambil membawa Luwina kedalam villa .
Saat para orang dewasa sedang dilanda kebingungan dengan keadaan tuan Scotly .Berbeda dengan anak anak yang saat ini sedang bermain . Dengan dijaga oleh Alden dan Carlos . Awalnya Xaviera ingin bersama dengan Erik . Tapi setelah Ay memberi pengertian akhirnya bocah itu menyerah . Dengan bujuk rayu yang diberikan Alden dan Carlos .
" Abang udah janji ....ya pokoknya harus dapat kupu kupu yang cantik . Jika tidak awas saja Xera akan marah ." Ucap Xaviera dengan cemberut .
" Tentu saja.... Abang akan mendapatkan nya ." Jawab Alden dengan percaya diri .
" Eemm .... Kakak juga akan mendapatkan nya untuk para princess cantik ." Ucap Carlos dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih .
__ADS_1
Sejak Carlos memliki keinginan untuk pergi ke Indonesia dia berusaha dengan keras untuk bisa bahasa Indonesia dengan baik .
" Wah ...kak Carlos bisa bahasa kita ,Kak Carlos hebat ." Seru Aisha dengan gembira .
"Emm ....Kakak bisa agar bisa bermain dengan kamu ." Jawab Carlos yang langsung mendapat kan tatapan tajam Alden .Yang tidak suka jika ada yang mencoba menggoda adiknya .
Kembali Diruangan tuan Scotly saat ini terlihat dokter dan nenek Elma yang masih berusaha dengan keras . Untuk menyetabilkan keadaan nya yang saat ini tidak lah naik .
" Apa yang harus kita ... lakukan saat ini. Keadaan nya semakin kritis kita tidak bisa melakukan tindakan dengan hanya alat seadanya?." Dokter itu bertanya dengan cemas ." Kita harus membawanya kerumah sakit sekarang paling tidak kita ada alat untuk menunjang jantungnya untuk berdetak ."Lanjut dokter dengan mengelap keringat di dahinya .
" Aku sudah menekan racun nya ...tapi untuk juga tidak cukup organ dalam nya sudah rusak parah . Seperti yang anda katakan dok kita hanya bisa membawanya ke rumah sakit ." Jawab Nenek Elma .Erik masih berusaha untuk menekan beberapa jarum untuk menghambat kerusakan yang disebabkan oleh racun itu .
" Rik tinggalkan biar itu nenek yang melakukanya . Sekarang keluar lah minta mereka untuk bersiap kerumah sakit. Dan juga bersiap untuk segala kemungkinan terburuk ." Nenek Elma memberi perintah kepada Erik .
🌺🌺🌺🌺🌺
Guys ..... like comen nya .....
Jangan sampai lupa juga kembang kopinya juga ya ... biar author kembali semangat untuk menuntaskan cerita ini .
Thanks guys ....
See you next chapter...
__ADS_1