
Keluarga dan kerabat terdekat melalui berdatangan Dikediaman Scotly .Dalam keadaan hening hanya terdengar suara Zero yang tengah membawa doa untuk tuan Scotly . Begitu pula dengan Luwina yang duduk disamping suami nya .
Mereka hanya bisa terdiam mendengar suara lantuan ayat ayat yang dibaca Zero . Dalam hati mereka tergugah meski mereka tidak tahu apa artinya .
" Apa kau sudah memberi kabar kepada keluarga Subastian .?" tanya Noela berbisik kepada Zus .
" Sudah ... mereka dalam perjalanan kemari ."Jawab Zus sambil berbisik . Dia masih menatap saudara yang membawa doa dengan suara yang merdu .Dia sudah sering kali mendengar nya tapi entah dia tidak pernah bosan. Tapi dia malah merasa nyaman dan damai saat mendengar kan nya .
Keluarga hadwin juga telah datang setelah menerima kabar. yang disampaikan oleh zus beberapa jam yang lalu .
" Dok bagaimana ....apa tidak bisa lagi diselamatkan.?" Tanya tuan hadwin yang baru saja datang .
" Maaf tuan kami tidak bisa menjawab...untuk saat ini hanya doa kalian semua yang bisa membantu ." Jawab dokter itu dengan menggelengkan kepala nya .
" Ya Tuhan .... tolong berikan kesempatan lagi untuk nya ." Ucap Nyonya Hadwin terdengar tulus .
__ADS_1
" Semoga saja ada keajaiban untuk itu nyonya..." Dokter menimpali nya dengan senyum kecil .Mereka hanya bisa berharap tapi semua itu tergantung kepada sang pencipta .
Luwina menoleh saat menyadari ada jika mommy dan Daddy sudah datang. Wanita itu berdiri dari sisi Zero yang masih berdoa . Dengan langkah pelan Luwina berjalan menuju orang tua angkatnya.
" Mom ...apa dia akan meninggalkan ku juga mom kenapa mereka meninggalkan ku . Apa seharusnya aku tidak kembali saja .Kenapa mereka meninggalkan ku?" Luwina bertanya dengan mata sembab .
" Tidak sayang menang sudah takdirnya seperti ini . Meski kau tidak kembali Daddy mu juga akan bernasib sama . Mereka sudah merencanakan ini jauh jauh hari. Seandainya kau tidak datang bisa saja kami tidak akan pernah tahu . Jika selama ini tuan Scotly juga menderita . Ini bukan salah mu tapi kesalahan mereka yang serakah ." nyonya Hadwin berkata dengan lembut membelai punggung Luwina .
" Hiks ....mom ...apa nanti mom juga akan meninggalkan ku juga.?" Luwina bertanya lagi dengan terisak .Nyonya Hadwin melirik suami nya . Meminta bantuan untuk menghibur luwina . Mereka juga merasa ada yang berbeda dengan putri nya saat ini . Luwina bukan lah orang yang mudah menangis seperti saat ini . Sehingga menimbulkan pertanyaan di benak mereka saat ini .
" Aura .... semau orang sudah pasti akan kembali kepada pencipta nya. Bukan itu sudah berada di suratan takdir semua manusia . Tidak ada manusia yang kekal untuk hidup selama nya. Hanya tinggal menunggu waktu kapan mereka akan dipanggil terlebih dulu ." Zero menjawab pertanyaan Luwina yang membaut orang tua angkat nya itu bingung.
" Karena memang sudah waktunya .... jadi ayo pergi makan .kamu tidak makan apa pun sejak tadi siang datang . " Jawab Zero dengan lembut .
"Aku ingin makan rendang bisa kah ...?" Tanya Luwina dengan mata yang berbinar cerah .Semau orang saling pandang dengan perubahan yang terjadi saat ini . Entah kemana hilangnya wajah cemberut dan kesedihan . Yang baru saja dikatakan oleh wanita itu .
__ADS_1
"Baik lah ....aku akan membuatnya kita lihat apa kita punya rempah nya atau tidak . Jika tidak kita buta steak saja itu juga hampir sama dengan rendang. " Jawab Zero dengan sehalus mungkin . Beberapa hari yang lalu Luwina mengatakan jika dirinya telat datang bulan . Sehingga Zero dengan hati hati merawat Luwina saat ini . Apa lagi dengan sikap Luwina yang berubah lebih manja dan juga perubahan mood nya yang tiba tiba . Dia mengingat kehamilan Ay hampir sama dengan luwina.
Zero pergi kedapur sudah ada koki yang menunggu mereka . Untuk menyiapkan makan malam .Kerena nona mereka belum juga makam sejak tadi . Sehingga mereka siap siaga jika nona mereka ingin makan .
" Apa kalian punya bumbu rempah ini ....?" Tanya Zero sambil menunjukan resep bumbu. Yang akan dia buat rendang kepada koki .
Mereka saling pandang sejak sebelum menjawab pertanyaan tuan muda itu .
" Seperti nya kami tidak memiliki tuan ...Mungkin ada tapi tidak lengkap ." Jawab koki dengan berpikir .
" Aura... bagaimana sekarang ..apa perlu aku meminta Hendry mengantar kan bumbu kesini ?" Tanya Zero dengan menatap Luwina .
" Tidak usaha ....buat saja apa yang ada aku sudah lapar ." Jawab Luwina dengan mengelus perut nya rata .
" Baik lah ... nona kami akan menyiapkan makan malam nya ." Sahut koki dengan menunduk hormat .
__ADS_1
" Tidak aku ingin masakan suami ku ...kalian pergilah .." Perintah Luwina kepada para koki dan pelayan.
Hanya Baweli yang yang menemani keduanya saat ini . Pria paruh baya itu tersenyum lembut saat melihat betapa Zero perduli kepada nona nya .Sampai pria itu mau turun langsung didapur hanya untuk menuruti keinginan nona muda nya.