Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Akan ku hancurkan anaknya


__ADS_3

Margaretha mengamuk diruangan Enrico dengan menghancurkan barang yang ada disana .Sedangkan Enrico hanya diam membiarkan nya melampiaskan kemarahannya.Setalah puas wanita itu menatap Enrico yang dia tahu sebagai asisten ayahnya . Dan juga orang yang selalu ada untuk nya dari kecil .


" Paman .... apa yang dikatakan oleh pengacara itu tidak benar kan ... aku keturunan Scotly kan?." Margaretha bertanya dengan wajah sembab .


" Tentu kau keturunan Scotly ... ada darah mereka ditubuh mu . Dan itu tidak bisa disalahkan kami anak sah jadi jangan perdulikan .Saat ini kita harus mencari tuan aku yakin mereka sedang menyekap tuan disuatu tempat ." Jawab Enrico dengan lembut , Dia tidak ingin putrinya itu terluka lebih dalam lagi .Pada kenyataannya Margaretha anak yang terlahir sah darinya .


" Ini sudah berlalu bertahun tahun ... aku tidak bisa menghancurkan apa yang sudah aku susun dengan rapi hancur begitu saja ." Ucap Enrico didalam hati .


" Paman kau benar ... kita harus mencari Daddy kita harus menemukan nya ." Sahut Margaretha dengan wajah yang berbinar lagi .


Terlihat kilatan cahaya semangat dari matanya .Dia tidak lagi perduli dengan apa yang terjadi ,selama ini hanya dia yang akan menjadi putri Scotly .


" Jika memang dia memiliki putri lain aku kan membunuhnya . Dan semua ini akan menjadi milik ku ." Gumam Margaretha dengan lirih .


" Sudah sebaiknya aku membawa mu pulang .Jangan khawatir kan apa pun ,selama paman masih berada disini dan juga dengan saham kita tetap bisa bertahan .Dan menemukan waktu yang tetap untuk menyingkirkan mereka ." Ujur Enrico dengan tegas keserakahan itu terlihat jelas dari mata itu .


" Paman ... Kau benar kita masih punya senjata untuk itu." Sahut Margaretha dengan penuh ambisi .


Diruangan lain Maxim membawa Luwina dan Zero ke ruangan CEO disana masih tertata rapi .Juga ada foto besar yang terpajang didinding .Yang memperlihatkan sebuah keluarga bahagia sepasangan suami istri dan seorang anak perempuan .


" Foto yang bagus ... " Lirih Luwina dengan sendu .Zero hanya bisa mengusap lembut punggung Luwina .

__ADS_1


" Iya ..tuan tidak pernah mengganti foto atau pun beda yang pernah menjadi kenangan bersama dengan mendiang anak dan istrinya ." Sahut Maxim dengan suara berat nya .


" Oohh ...maaf aku pikir ini foto nona Scotly yang barusan ." Ucap Luwina dengan senyum mengejek .


" Tidak ... pada dasarnya dia bukan anak tuan .Tapi bisa dibilang dia tetap keturunan Scotly." Jawab Maxim dengan senyum miris .


" Seperti keluarga Scotly mengalami masalah internal .Sampai membuat tuan Scotly menjual saham kepada ku ." Ucap Zero menimpali ucapan Maxim .Sedangkan Maxim hanya bisa menghela nafas kasar .


Luwina secara tidak sadar sudah membuka lemari yang dimana ada mainnya dulu saat datang kesini .


Cklak ...


" Luwi aku ada keperluan dengan Maxim ...kau bisa menunggu disini ."Ucap Zero dengan lembut . Dia ingin membiarkan Luwina disana sendiri saat ini dan itulah yang dibutuhkan nya .Luwina hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban .


" Mari tuan ... saya kan membawa anda berkeliling ketempat lain ."Sahut Maxim yang tahu apa yang diinginkan Zero saat ini .


Setelah kedua nya pergi Luwina sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya .


" Hiks.... mom ..hiks .... aku ....aku telah berada disini lagi mom ... kuat kan aku mom biarkan aku kuat untuk membalas kan semuanya mom .." Tangis Luwina pecah begitu saja saat melihat banyaknya fotonya dan juga sang mommy .


" Mom ...hari ini aku kembali mengingatnya . Saat orang itu mengatakan, jika pria itu ingin kita mati agar tidak ada yang akan menganggu keluarga barunya.Mom aku bersumpah akan melakukan hal yang sama. Akan ku buat anak dari wanita itu hancur sehancurnya ." Gumam lirih Luwina tapi Zero yang bersandar dipintu masih mendengarnya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Maxim dia dengan jelas mendengar ucapan lirih Luwina .


" Apa ini yang membuat nya membenci tuan selama ini .?" Tanya Maxim didalam hati .Zero sedang memejamkan mata nya berusaha untuk menetralkan perasaan saat ini .Dia sendiri pernah merasakan apa yang sedang dirasakan Luwina saat ini .


" Tuan ...apa kita harus masuk sekarang .?" Maxim kembali bertanya dengan pelan .


" Iya ini sudah cukup lama ....aku takut dia akan melakukan sesuatu yang lebih parah dari sekedar menangis seperti sekarang ." Jawab Zero Setalah bisa mengatur perasaan nya .


Kedua yang sepakat untuk kembali menemui Luwina yang saat ini sedang meringkuk . Wanita itu masih menangis tapi juga ada ketakutan yang terlihat dari tubuh yang bergetar hebat saat ini .


" Luwi ...apa yang terjadi maafkan aku apa kami terlalu lama sehingga membuat mu takut.?" Zero bertanya dengan lembut sambil mengangkat Luwina kedalam pelukan nya .


Hingga luwina mengangkat wajah nya nya penuh air mata .Dan juga pandangan wanita itu terlihat kosong .


Deg ....


" Luwi ... maaf kan aku jangan menangis lagi oke ...Baby girl aura lihat aku kembali kau tidak kan pergi lagi jangan menangis ."Zero memeluk lagi Luwina dengan erat seakan menyalurkan semau energinya .


Maxim pria itu sudah mati Matian menahan marahnya . Dia ingin sekali membunuh pria itu saat melihat keadaan luwina saat ini .Dengan perasan yang berat dia meninggal kedua nya untuk keluar agar bisa mengendalikan dirinya saat ini.


" Bedeb4h .... apa yang sebenarnya terjadi waktu itu .Aku tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja ." Ucap Maxim dengan geram .

__ADS_1


__ADS_2