
Sesuai dengan janji yang sudah dibuat Zero ,pria itu kan menemui tuan Scotly yang saat ini sedang berada dirumah Ben .Tapi kali ini Zero sengaja membawa Erik untuk ikut bersama nya .
" Erik bersiaplah ...aku akan mengajari mu bagaimana cara bernegosiasi kepada lawan atau pun kawan ." Ucap Zero memanggil Erik yang sedang bermain bersama dengan Alden .
" Eemm ... aku akan pergi ." Jawab Erik sambil beranjak untuk mengganti baju .
" Paman ... aku ikut boleh tidak .?" Alden bertanya dengan memasang wajah imut .
" Kau itu belajar dari papa mu saja mulut mu ringan dan tajam berbeda dengan Erik ." Sahut Zero dengan mencibir Alden .
" Huh ... paman kau kejam sekali aku akan juga ingin bisa seperti paman .Huh. .. aku akan ingin juga menjaga adik adik ku ." Ucap Alden dengan wajah memelas .
" Sudahi drama mu itu Al tidak mempan kepada paman ." Seru Zero meninggalkan Alden .Yang membuat keturunan Anton itu semakin kesal .
" Paman ... aku akan membalas mu nanti ." Teriak Alden tidak terima digoda Zero .
Erik segera mengikuti Zero pergi , keduanya mengendari mobil yang sudah disiapkan oleh penjaga .
Setelah berkendara hampir 1 jam Zero dan Erik sampai disebuah villa yang indah . Didekat pegunungan yang masih terawat dengan apik .Mereka disambut dengan ramah oleh kepala pelayan dengan baik .
" Selamat datang tuan muda ..mereka sudah menunggu tuan muda halaman belakang ." Sambut kepala pelayan dengan sopan .
"Terima kasih tolong antar kan kami kesana ." Jawab Zero dengan santai .
" Mari .... saya kan mengantarkan kalian ." Sahut pria itu membawa kedua nya menuju halaman belakang . Terlihat beberapa pria paruh baya yang sedang menunggu mereka .
__ADS_1
" Tuan ... saya sudah mengantarkan mereka kesini . Saya akan undur diri terlebih dulu ." Pamit kepala pelayan itu dengan membungkuk sopan .Zero duduk dengan angkuh dikursi yang ada diseberang ketiga pria yang menunggunya .
" Maaf aku terlambat ... " Ucap Zero dengan tenang tanpa ada rasa bersalah .
" Tidak masalah aku lah yang datang terlalu pagi uhuk uhuk " Jawab Tuan Scotly dengan ramah .Erik menyeringit kan dahinya saat melihat batuk dari tuan Scotly .
" Racun ..." Ucap Erik lirih yang masih didengar Zero .
" Kau yakin Rik ... ?" Zero bertanya sambil menoleh Erik .
" Aku juga tidak pasti tapi ... jika bisa memeriksanya akan lebih baik ." Jawab Erik dengan berfikir .
" Nak ... kau hebat bisa tahu jika batuk tuan karena racun ." Sahut Baweli dengan senyum saat miris .
" Ya ...ini memang racun dan karena ini juga aku menemui mu disini .Nak aku harap janji mu bertahun tahun lalu masih bisa kau tepati ." Ucap Tuan Scotly dengan wajah yang semakin pucat .
" Tidak dia bukan putri ku ... uhuk dia uhuk ..." Belum sempat tuan Scotly berbicara kepadanya semkin lemas .
Membuat Zero dan Erik saling pandang ,akhirnya Zero menghela nafas kasar menngangguk kepala kepada Erik.
Bocah 10 tahun itu berdiri berjalan kearah tuan Scotly sambil mengeluarkan cairan bening dari saku nya .
" Minumlah itu akan membuat tuan jauh lebih baik meski tidak bisa menyembuhkan . Namun itu mampu membuatnya bertahan hingga 1 atau 2 bulan kedepan ." Ucap Erik dengan tanpa ekspresi hanya datar yang terlihat dari raut wajah nya .
" Apa kau yakin nak ... terima kasih jika itu benar ." Ucap Baweli dengan senang dia dengan cepat membantu tuan Scotly untuk meminum ramuan yang diberikan Erik .
__ADS_1
" Uhuk ...uhuk ...." Tak lama setalah ramuan itu diminum oleh tuan Scotly pria itu memuntahkan seteguk darah .
"Tuan ...nak apa yang aku lakukan .?" Baweli bertanya dengan geram.
" Baweli aku tidak apa aku merasa bisa bernafas dengan ringan sekarang ." Sahut tuan Scotly dengan cepat sebelum Baweli marah kepada anak itu .
" Huh ..racun ini sudah menyebar terlalu lama dan sudah merusak organ dalam .Kau masih bisa hidup sampai sekarang juga keajaiban ." Ucap Erik dengan dingin yang membuat orang merinding .
" Kau bisa bertahan karena meminum ramuan yang mirip dengan milik ku tapi itu belum sempurna ." Lanjut Erik dengan pelan .
" Dari mana kau tahu itu ...?" Baweli semakin penasaran dengan bocah itu dari mana tahu semau itu .
" Kakek ... aku sudah hampir 7 tahun bergelut dengan racun dan penawarnya . " Sahut Erik dengan tenang ." Katakan racun apa yang sudah diminum tuan mu .?" Tanya Erik dengan berani .
" Racun Bunga jagung hati ." Jawab Baweli dengan lirih ." Hanya nyonya Elmira yang bisa membuat penawarnya ." sambungnya dengan lirih .
Erik menggelengkan kepala nya saat ini tidak ada yang bisa menyelamatkan tuan Scotly.
" Meski nenek disini ... dia tidak bisa menyelamatkan nya lagi karena organ dalam nya sudah hancur ." Jawab Erik dengan datar .
" Apa maksud mu ... nak kau kau mengenal nyonya Elmira . Nak kata kan dimana dia aku aku muridnya nak katakan dimana nyonya .?" Baweli bertanya dengan mata merah .
" Oohh...pantas saja aku bisa membuat penawar itu ." Sahut Erik dengan tenang sambil duduk disebelah Zero .
" Aku tidak tahu jika nenek mu terkenal .?" Sahut Zero sambil mencibir Erik yang sedang duduk dengan santai .
__ADS_1
" Hah... aku sudah bilang jika ingin menyelamatkan nya ganti semua organ dalam nya racun itu sudah merusak semuanya selama bertahun tahun ." Ucap Erik dengan mata berkilat kejam .