Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Saling adu kelicikan


__ADS_3

Mendengar apa yang diucapkan Zero membuat Enrico kembali senyum cerah .Dia berfikir jika Zero bisa dia tipu dengan mudah .Hanya dengan syarat seperti itu dia dengan mudah bisa mengambil alih kekuasaan Zero .


" Baiklah saat ini saya membutuhkan tanda tangan anda untuk kelancaran kerja sama ." Ucap Enrico sambil menyodorkan sebuah dokumen . Pria paruh baya itu tersenyum lebar untuk mendapatkan apa yang diincarnya saat ini .


" Eemm ... Sepertinya kau pintar untuk mencari keuntungan juga . Dengan apa yang ingin kau ajukan ini cukup terkesan . Tapi apa iya mereka mau memberikan kita keuntungan sedemikian rupa .?" Zero bertanya dengan memicingkan mata . Keseluruhan dari berkas yang dipegang nya saat ini hanya mengarah kepada keuntungan perusahaan mereka saat ini .


Hanya dengan apa yang dilihatnya sekarang Zero sudah pasti tahu . Ada yang tidak beres dengan apa berkas yang disodorkan oleh pria didepannya .Setelah membaca dengan teliti Zero menemukan sebuah kejanggalan.


" Eemm ... dia pikir bisa mengelabui ku dengan surat palsu ini .Cih mari kita lihat seberapa kuat diri mu saat ini ." Batik Zero berdecik saat menyadari kejanggalan .


"Tuan .... saya bisa menjamin lagi pula saya masih orang yang dipercaya oleh tuan Scotly . Jadi tidak mungkin saya akan mengacaukan perusahaan milik nya . Meski saat ini sudah berada ditangan anda . " Ucap Enrico mencoba untuk meyakinkan Zero .


"Eemm...baiklah saya percaya dengan itu . Jadi kamu buatlah proposal yang kerja sama dengan mereka . Saya akan menunggu hasilnya semoga anda beruntung. " Sahut Zero dengan membubuhkan tanda tangan nya .


" Terima kasih untuk itu tuan .. saya tidak akan mengecewakan anda ."Jawab Enrico dengan penuh keyakinan .


Setelah berbasa basi cukup lama Enrico pun pamit untuk pergi . Pria paruh baya itu tersenyum dengan senang setelah berkali kali melihat tanda tangan Zero .Dia merasa jika sudah berhasil dengan baik untuk mengambil alih semua saham yang ada ditangan Zero .

__ADS_1


" Bos ... kau memberikan tanda tangan mu dengan mudah untuk nya . Lihat bagaimana senang pria itu pergi dengan berkas yang sudah mendapatkan tanda tangan mu ." Ucap Zus dengan melihat punggung Enrico yang telah hilang .


" Aku rasa pensil ajaib ini akan berfungsi dengan baik . Mari kita tunggu ,dan melihat permainan apa lagi yang akan dimainkan oleh nya ." Jawab Zero dengan senyum misterius .


Luwina tidak tahu apa yang dimaksud kedua pria yang ada didepannya .Hanya bisa diam untuk mengamati apa yang sudah dilakukan dengan Zero .


" Hah .. itu pasti menjadi sesuatu yang lucu . Aku pasti menantikan pertunjukan yang bagus ."Sahut Zus dengan mata berbinar .


"Mari kita tunggu setelah itu kita bisa menendang nya ."Ujur Zero dengan mata yang bersinar dengan kejam .


" Aura bersiap lah kita akan melakukan pertarungan yang sebenarnya." Lanjutnya dengan lembut .Zus yang menyadari Kasih sayang keduanya pun hanya bisa menyingkirkan dengan keadaan diam .


" pria itu tidak akan bisa mengambil apa yang menjadi milik mu aura ." Ucap Zero sambil menarik Luwina kepangkuan nya .


" Aahh ... jangan macam macam kita sedang berada diruang meting ." "Ucap Luwina dengan lirih .


"Tidak masalah .... lagi pula apa yang akan mereka lakukan jika mereka melihat ." Jawab Zero dengan menempelkan dagunya di bahu Luwina .Sambil memeluk wanita itu ,Yang membuat wajah luwina terbakar karena malu . Wajah cantik itu merona yang membuat Zero semakin gemas .

__ADS_1


" Aura ..... Jangan buat ku memakan mu sekarang jadi jangan bergerak . Kau membangunkan nya dan dia susah untuk tidur ." Bisik Zero dengan suara serak . Yang membuat Luwina merinding .


" Jangan ... jangan sembarangan lepaskan aku kita harus kembali ." Ucap Luwina dengan gugup . Saat merasakan bibir tebal Zero yang berada di lehernya yang putih bersih .


" Eemmhh .... Uugghh .... cukup ... " Ucap Luwina dengan terbata bata . Dengan menahan getaran yang berbeda yang diberikan oleh Zero . Mendengar suara lenguhan Luwina membaut Zero semakin melancarkan serangan dileher wanita yang ada dipangkuan nya .


Melihat raut wajah luwina yang berubah karena terbakar oleh gairah . Zero membawa Luwina pergi keruanganya dengan gerakan cepat .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ... minta doa nya ya ... semoga nenek saya cepat sembuh dan bisa pulang dari rumah sakit saat ini ..


Jadi saya minta maaf jika beberapa hari ini akan kesusahan update .


Saat ini author sedang berada di ruang sakit menemani nenek .


See you next chapter .....

__ADS_1


Bye bye .....


__ADS_2