Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Mentertawakan Zus


__ADS_3

Setelah seharian bermain dengan Carlos Zus memutuskan untuk pulang . Pria itu pulang dengan wajah berbinar cerah tidak ada mendung . Sepeti tadi padi saat sebelum mengetahui siapa yang mengirim bunga kepada Noela .


Dengan sambil bersiul senang Zus memasuki masion oliver .Yang ternyata disana sudah ada Jackson yang menunggunya .Pria itu bersandar disofa dengan segelas kopi ditangannya .


" Apa yang membuat mu begitu senang setelah seharian pergi .?" Jackson bertanya dengan sarkas .


" Tidak ada ... aku hanya bermain dengan Carlos junior itu saja . " Jawab Zus sambil duduk ." Lalu kau sendiri sedang apa disini jangan bilang hanya sekedar meminta kopi gratis .?" Lanjut Zus bertanya dengan nada mencibir .


" Cih... seperti kau sudah sembuh ,sehingga sudah banyak bicara . Aku ada perlu dengan. bos . "Sahut nya dengan kesal .


" Eemm ... seperti yang kau lihat ." Jawab Zus dengan mengangkat bahunya acuh ." Aku pergi kekamar dulu ingin mandi ." Sambung Zus sambil bersiul pelan . Luwina yang berpapasan ditangga pun merasa heran dengan pria ini . Dia melirik Zero yang ada dibelakangnya seolah bertanya apa yang terjadi dengan Zus .Zero hanya menggeleng tidak berdaya melihat Zus saat ini.


" Jack ... apa manusia itu salah minum obat .?" Zero bertanya dengan mata mengerjap tidak percaya . Pagi tadi saja dia masih terlihat galau dan saat ini sudah terlihat senang . Yabg ditanya hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu .


" Kau juga tidak tahu ... " Jawab Jackson dengan curiga .


"Eemm ... sejak tadi pagi Zus sudah pergi entah kemana dan baru pulang . "Sahut Luwina dengan linglung .


" Sudah lah ... mungkin saja dia menemukan sesuatu yang membuat nya senang . Itu lebih baik dari pada galau yang tidak bermanfaat ." Ucap Zero dengan tenang .


" Bagaimana berapa persen yabg bisa kita dapatkan saat ini?." Zero bertanya dengan nada yang serius .

__ADS_1


" Tenang saja ... pengacara Maxim sudah mendapat kan 10 persen . Dan aku juga mendapatkan 5 persen. Sedangkan David Hadwin mendapatkan 15 persen jadi apa itu sudah cukup untuk saat ini.?" Jackson memberi laporan dengan mata cerah .


" Eemm ... itu sudah cukup untuk saat ini. Lagi pula cepat atau lambat kita akan mendapatkan semua nya ." Sahut Luwina setelah berfikir cukup lama .


" Yah .. itu cukup berarti saat ini aku memliki 10 persen yang murni milik ku . Sedangkan 50 atas nama luwina saat ini .?" Zero bertanya dengan mengetuk dagunya .


" Yap .... jika kita gabung kan semua nya bisa jadi 75 persen saham saat ini berada di bawah kita." Jackson menjawab dengan percaya diri .Lagi pula 10 persen lagi saat ini dimiliki oleh tuan Ben ." Lanjutannya dengan penuh semangat .


" Aahh ... aku kenapa lupa jika tua bangka itu juga memliki saham disana ." Seru Zero sambil menepuk dahinya sendiri .


" CK ....kau seharusnya lebih sopan kepadanya bos ." Sahut Jackson berdecak kesal .


" Siapa tuan Ben yang kau maksud .?" Luwina bertanya dengan penasaran .


" Apa dia terlibat dengan kecelakaan orang tua mu .?" Lagi lagi Luwina bertanya dengan memandang Zero dengan penuh ingin tahu .


" Tidak dia bukan orang yang licik ... Dan yang pasti dia dulu juga dan sampai sekarang dia orang yang baik . " Jawab Zero dengan mantap .


" Oohh .... " Sahut Luwina dengan senyum yang mengembang.


Setelah cukup lama Zus Kemabli turun dengan pakaian santai . Wajah pria itu berbinar cerah seakan mengalahkan cahaya matahari .Ketiga orang yang sedang berbincang hanya bisa memandang nya.

__ADS_1


" Zus ... apa kau saja minum obat hari ini .Atau kau menemukan wanita perawan yang bisa memuaskan mu sehingga kau sangat senang?." Jackson tidak bisa lagi tidak bertanya kepada Zus yang terlihat sangat bahagia .


" Tidak .... aku baru pulang bermain dengan Carlos . Bukan kah sudah aku beri tahu tadi sebelum aku mandi ." Jawab Zus dengan menyesap kopi yang sudah disediakan oleh para pelayan .


"Lalu .. apa kau sudah tahu siapa yang mengirim bunga kepada Noel..?" Zero yang kali ini bertanya dengan gemas .


" Sudah bunga itu... Carlos yang mengirim nya saat di sekolahnya sedang mengadakan acara ." Jawab Zus dengan senang hati .


"Hah.... pantas saja ...." Seru Zero dan Jackson serampak .Luwina hanya bisa menghela nafas karena dia tidak tahu soal bunga itu. Kemarin Zero tidak membiarkannya keluar dari ruangan pria itu .


" Bunga ...bunga apa kenapa aku tidak tahu jika ada bunga .?"Luwina bertanya dengan bingung .


" Maaf .... aku lupa tidak memberi tahu mu soal itu ." Jawab Zero sambil menggaruk kepala nya canggung .


Baru setelah Zero menjelaskan tentang bunga Luwina pun tersenyum . Dia tidak menyangka jika hanya karena sebuket n


bunga bisa membuat Zus galau .Tanpa dia tahu bunga itu Carlos yang mengirim nya .


" CK ....Ck... maka nya tanya lah dulu jangan asal cemburu ." Luwina berdecak lirih Zero dan jackson hanya bisa terkekeh pelan mendengar ucapan Luwina .


" CK ...kalian menyebalkan ...." Seru Zus dengan nada kesal .

__ADS_1


" Ha ha ha ha ha ......Zus sudah seharus nya kau jujur kepada Noel .Jangan sampai kau menyesal lagi saat Noel menemukan pria lain ." Ucap Jackson sambil tertawa melihat muka masam Zus saat ini. Mereka bertiga membully Zus yang tidak berani mengungkap perasan nya kepada Noel .


__ADS_2