Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Mengeluarkan racun Luwina


__ADS_3

" Aku yakin kamu akan merasakan apa yang aku rasa . Jika mereka berdua selalu saja berdebat seperti ini ."Ucap Ay dengan menggelengkan kepalanya tidak berdaya .


" Eemm ....aku rasa aku tahu rasanya di saat Kak David dan dad sedang memperebutkan mom ." Sahut Luwina dengan terkekeh pelan . Dia bisa merasakan keluarga Zero tidak berbeda dengan keluarga Hadwin.


" Sayang...kemana Xera aku belum melihat nya dari tadi . Hanya Xero yang bermain dengan Alden dan Aisha ?." Xavier bertanya dengan mata yang mencari keberadaan Xaviera .


" Seharusnya dia berada disini . Aku tadi bertemu dengan nya yang sudah terlelap dipelukan Erik . Dan meminta Erik untuk membawa nya kesini ." Jawab Zero yang juga baru menyadari jika tidak ada Erik maupun Xera . Hanya nenek Elma yang berada disana .


" Hah....kemana bocah itu membawa putri ku .awas saja jika tidak segara datang kesini ." Ucap Xavier dengan geram . Nenek Elma hanya bisa tersenyum melihat itu .Meski xavier terlihat marah pria itu hanya akan menghukum Erik untuk mengerjakan semua dokumen yang dibawanya dari kantor .


" CK ... bilang saja kau malas mengerjakan tumpukan kertas dimeja mu itu sehingga meminta Erik untuk mengerjakan nya ." Ay berdecak kesal .


Cklek ....


pintu terbuka dari luar Erik masuk sambil memeluk Xaviera yang telah tidur dengan lelap .Tanpa perduli dengan tatapan tajam Xavier Erik membawa Xaviera keranjang yang berada didekat Luwina saat ini .


" Kau bawa dari mana saja putri Erik ... kau ingin mengerjakan semau tumpukan kertas dimeja kerja ku lagi ." Seru Xavier dengan suara tertahan kerena tidak ingin jika xaviera terbangun .


" Saya hanya membawanya bermain tuan ...dan nona langsung tertidur ." Jawab Erik datar .

__ADS_1


Xavier kehabisan kata kata mendengar jawaban Erik . Sungguh diluar pemikiran xavier saat ini . Sedang Zero hanya bisa terkekeh geli melihat Xavier yang tidak berdaya . Dia tahu dengan pasti saat bersama dengan Erik Xaviera akan mudah terlelap .Pada hal semua orang tahu jika princess Subastian itu anak yang memiliki insting cukup tinggi .


" Hah ... aku sudah menyerah untuk itu. Kau kerjakan semua tumpukan dokumen itu setelah Kembali nanti ." Ucap Xavier dengan tidak berdaya .


" Baik tuan ....." Jawab Erik dengan tetap datar . Ay melotot sempurna mendengar Erik yang begitu mudahnya menyanggupi permintaan Xavier .


" Ha Ha ha ... apa kau berencana untuk membuat kan Eros adik .?" Zero bertanya dengan tawa yang ditahan nya agar tidak membaut Xaviera bangun .


" Apa salah nya ...kau pergi lah bawa nona Luwina ke penghulu untuk menikah Jangan . Hanya kau tiduri saja ingat kau hanya keponakan perempuan. Apa kau ingin keponakan diperlakukan sama .?" Xavier bertanya dengan sarkas .


" CK ... tidak usah kau katakan aku juga kan menikahinya . Untuk saat ini aku masih menunggu Daddy Luwina bangun . " Jawab Zero tak kalah sarkas .


" Stop .... tuan jika ingin berdebat jangan disini keluar sana . Kalian akan mengganggu tidur princess ." Seri Erik dengan dingin yang bisa menghentikan kedua pria itu .


" Hah ... untung ada kau Rik ... jika tidak mom akan pusing ." Sahut Ay dengan tidak berdaya .


" Nyonya .... istirahat lah dan ini minum lah ." Ucap Erik sambil memberikan sebuah botol kecil kepada Luwina .


Wanita itu memandang Erik lalu kepada Zero yang menganggukkan kepala nya . Sebagai tanda jika Luwina harus meminum ramuan itu .

__ADS_1


" Minum lah itu baik untuk kesehatan mu .." Ucap Ay dia tahu apa itu kerena Erik juga sering memberikan nya hal yang sama .


" Itu akan menyegarkan anda setelah meminumnya ." Lanjut Erik . Luwina masih terlihat engan untuk meminumnya . Tapi setelah mereka semua meyakinkan nya Luwina ahkirnya meminumnya .Setelah beberapa saat Luwina merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari kepalanya .


" Uuhh.... Shhtt ... rasanya ada yang ingin keluar dari kepala ku ." Ucap Luwina dengan terbata bata .


Zero memandang Erik dan nenek Elma yang terlihat sedang mengecek keadaan luwina .Nenek Elma mengembuskan nafasnya dengan lega .


" Tidak apa keluarkan saja jika memang bisa keluar ." Jawab nenek Elma dengan senyum teduh .


" Apa itu akan berbahaya untuk kesehatan Aura?." Zero bertanya dengan panik .


" Tidak ...Jika bisa keluar itu akan lebih baik ." Jawab nenek Elma . Tak lama keluar cairan merah dari hidung Luwina setelah merasakan kesakitan .Awalnya semau orang berpikir jika itu adalah darah . Tapi setelah dilihat dengan teliti itu bukan darah melainkan cairan yang berwarna hampir sama dengan darah .


" Uughh ... ini sakit ...Aahh .... " Luwina merintih menahan rasa sakit nya disaat cairan itu keluar lebih banyak .


" Bertahan lah nak ....setelah ini tidak akan ada lagi kesakitan . Bertahan lah ...." Nenek Elma terus memberi simulasi agar ciaran itu keluar semua .


" Agrrhh .... "Luwina mengeram tertahan saat Erik menancap jarum perak untuk mempermudah racun itu keluar .

__ADS_1


Setalah hampir setengah jam berlalu keadaan luwina sudah lebih baik . tidak ada lagi cairan yang keluar . Tapi Luwina terlihat lemas tidak berdaya . Nenek Elma dan Erik mengenal nafas lega setelah semau proses telah selesai .


__ADS_2