Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Terjebak hubungan saudara


__ADS_3

Dengan pikiran yang cukup kacau Noela melalui harinya dengan lambat . Apa lagi dia juga tidak melihat Zus dari tadi pagi . Meski dia ingin bertanya itu hanya disimpan didalam hatinya .Semau pertanyaan dia telan bersamaan dengan keresahan hatinya . Apa ada masalah jika dia menerima bunga dari Carlos .


" Kenapa mereka semua ...marah apa salah aku menerima bunga dari Carlos ?. Huh ... apa yang sebenarnya mereka pikirkan saat ini .? Jangan bilang mereka berfikir jika bunga ini dar seroang pria .? " Noela berfikir keras untuk itu . Dia ingin berbicara dengan Luwina tapi sayang wanita itu sudah dikuasai oleh Zero saat ini .


" Hah.... apa yang harus aku lakukan saat ini .?" Tanya Noela lagi dengan muram .


Wanita itu akhirnya pulang dengan keadaan masih linglung . Dia berharap besok semau sudah dalam keadaan baik baik saja .


Disebuah bangunan tua yang terlihat dari luar Zus sedang duduk ditemani wanita cantik . Yang menggoda nya tapi sayang pria itu tidak bergeming sama sekali . berbeda dari biasanya yang akan menggila jika bersama nya .


" Bos ... apa kau tidak ingin bermain dengan ku bos ...?" Wanita seksi bertanya dengan manja .


" Pergilah ...aku sedang tidak ingin ." Jawab Zus dengan rendah . Anak buahnya yang satu ini memliki ciri khas untuk melakukan misi .Dengan cara menggoda pria hingga lupa dan dia akan menjalankan misi dengan lancar .Dibekali dengan tubuh seksi dan wajah yang cantik .


" Yah ... tumben sekali sih bos .." Sahut nya dengan kecewa . Dengan nada sensual nya dia masih mencoba merayu Zus selama ini hanya Zus yang dia kagumi selain Zero .


" Bangun kan dia jika dia mau bangun maka lakukan apa pun yang kau ingin kan . Tapi jika gagal, lakukan misi ini dan dapatkan semua informasi dari nya ." Ucap Zus sambil melemparkan sebuah foto yang dan data diri dari orang itu .

__ADS_1


"Wow bukan kah ini pemilik dari JB agensi bos ..apa perlu aku melenyapkan nya .?" Wanita itu bertanya dengan senang hati . Wanita itu mulai menggoda Zus segala nya sudah dia lakukan . Tapi sayang Zus tidak bergeming sama sekali bahkan junior nya tidak bereaksi sedikit pun .


" Wah ... bos ...aku menyerah deh hari ini kau aneh banget. Jadi misi ini jadi milik ku bos ?." Tanya wanita itu dengan berbinar . Meski gagal merayu Zus tapi dia masih semangat bahkan tidak ada jejak kekecewaan dari matanya .


" Iya.. tugas mu memantau apa yang dilakukan olehnya sampai big bos memutuskan apa yang harus kita lakukan selanjutnya .Sekarang pergi lah saat ini pria itu sedang berada di club milik ku kau tahu akan dengan yang aku maksud. " Ucap Zus dengan malas .


" Oke ... aku pergi dulu bos jika butuh aku tinggal panggil saja ." celetuk wanita itu pergi dengan semangat .


Tak lama Zero datang dia bisa melihat Zus yang sedang duduk dengan raut wajah muram . Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu .


" Hah .. aku hanya takut kecewa itu saja . " Jawab nya sambil menegak anggur yang ada digelasnya .


" Hah... itu sebabnya Zus kau harus tahu siapa yang mengirim jika pria itu orang baik dan bisa mau menerima Noel dengan apa adanya . Maka kita akan membiarkan nya tapi jika pria itu hanya ingin memanfaatkan Noel . Kita akan melenyapkan dengan cepat tanpa disadari oleh Noel ." Jelas Zero yang membuat Zus mengerti apa maksud saudaranya itu . Zero bukan lah orang yang suka menjelaskan tapi kaki ini berbeda .


" Aku mengerti ... akan aku lakukan . Ayo mereka pasti sudah menunggu kita terlalu lama . Aku sudah tidak sabar untuk menguliti mereka saat ini juga . " Ucap Zus yang mencoba menghindari pembicaraan tentang Noela .


Zero hanya bisa mengikuti Zus dengan senyum miring . Dia tahu jika perasan pria itu masih milik Noela tapi mereka berdua terjebak dalam hubungan saudara. Kandang Zero juga heran dengan keduanya . Noela yang tidak peka Zus yang takut kehilangan dan lebih memilih diam .

__ADS_1


Mereka berdua telah sampai disebuah ruangan dengan banyak alat . Di sana juga terdapat beberapa orang pria dengan keadaan yang cukup miris .Dengan berbagi luka sayatan ditubuh mereka .


" Apa mereka masih bungkam ....?" Tanya Zus kepada penjaga .


" Iya ... mereka masih setia dengan apa yang mereka miliki saat ini ." Jawab pria itu dengan wajah muram .


"Aku akan mengurus nya .... Kau pergilah untuk istirahat panggil yang lain untuk berjaga ." Ucap Zero . Penjaga itu hanya bisa tersenyum mendengar perintah Zero . Setelah sekian lama Zero memimpin mereka semau keadaan jauh lebih manusiawi saat ini . Dan mereka dengan senang hati mengikuti peraturan yang sudah dibuat Zero . Hanya ada satu syarat tidak ada penghianatan itu saja .


" Bangun .... kami tahu kalian sudah sadar . Dan jika tidak ingin bangun sekarang tidak masalah sih ... kalian bisa tidak bangun selamanya ." Seru Zus dengan suara yang rendah . sehingga membuat Kelima tawanan itu merinding .


" Aagrrhh ... " Teriak salah satu dari mereka .


" Ayo lah ... kenapa kalian sangat susah untuk berbicara .?" Tanya Zus dengan jenaka .


" Kami tidak bisa berbicara apa pun jadi bunuh saja kami ... karena itu jauh lebih baik ." Jawab salah satu dari mereka dengan terbata bata .


" Mereka tidak akan pernah bisa bicara Zus ...jadi jangan buang waktu untuk itu ." Ucap Zero dengan dingin .

__ADS_1


__ADS_2