
Ay duduk disebelah Luwina wanita itu perihatin dengan keadaan luwina saat ini . Dia masih bersyukur saat itu Hamdan masih mau merawatnya .Setelah mendengar cerita Zero semalam membuat wanita itu semakin kasihan terhadap wanita yang akan menjadi Kakak iparnya itu .
" Uughh...." Lenguhan kecil terdengar dari mulut Luwina yang tengah berbaring disebuah ranjang kecil .Pelan- pelan Luwina mulai menggerakkan matanya dengan engan.
" Kau sudah bangun ... Luwi .?" tanya Ay dengan senyum lembut .
" Nyonya maaf .... apa saya merepotkan Anda .?" Luwina bertanya dengan tidak enak hati .
" Tidak .... tidak merepotkan , aku senang kau sudah sadar .Minumlah dulu agar tenggorakan mu tidak kering ." Jawab Ayesha sambil menyodorkan gelas berisi air kepada Luwina .
" Terima kasih nyonya ..." Jawab Luwina dengan membalas senyum Ay .
" Tidak masalah ... apa masih pusing? . Jika masih pusing lebih baik kamu istirahat kembali sebelum kita pulang . Seperti nya anak anak masih senang bermain disini ." Sahut Ay dengan penuh perhatian .Yang membuat Luwina merasa haru dengan wanita yang ada didepannya .
" Eemm ... saya akan beristirahat sebentar nyonya ." Jawab Luwina dengan senyum manis .
Cklek .....
" Ay apa Luwina sudah bangun ....?" Tanya Zero saat masuk kedalam kamar .
" Iya .... baru saja sadar dia masih terlihat lemas jadi biarkan istirahat dulu ." Jawab Ayesha dengan melirik kakaknya engan .
" Kak ... seharusnya kau pergi mandi terlebih dulu .Atau paling tidak aku ganti baju lihat baju basah semua ." Lanjut Ay mengomeli Zero yang basah semua .
__ADS_1
" Iya ... cerewet ini juga mau ganti baju . Juga ini ulah anak mu dan Zahra membuat ku basah semua ." Sahut Zero dengan cemberut .
Luwina hanya terkekeh saat melihat interaksi kedua saudara itu .
" Aku rasa jika kak David disini dia juga akan melakukan itu kepada ku ." Pikir Luwina didalam hati .
" Eemm ... sir saya akan keluar bersama dengan nyonya anda bisa berganti baju ." Seru Luwina dengan wajah bersemu merah . Saat melihat kemeja Zero yang basah melekat ditubuh atletis milik pria itu .
"Istirahat lah ... aku akan berganti dikamar mandi .Aku hanya mengambil baju ganti saja yang ada disini ." Sahut Zero sambil membuka lemari kayu sederhana yang dikamar itu .
" Aku akan keluar melihat anak anak Zahra pasti kuwalahan menghadapi meraka." Ucap Ay sambil berjalan keluar .
" Eemm ... pergilah " sahut Zero pelan .
Setalah Zero pergi kekamar mandi suasana kamar menjadi hening kembali .Luwina hanya menatap langit langit kamar , Hanya detak jarum jam yang terdengar .Sedangkan diluar terdengar suara riuh anak anak bermain .
" Paman .... apa dia yang akan dikrim ?." Erik bertanya dengan datar .
" Iya ... dari postur tubuh dan juga tingkat kemiripan hampir 70 % mirip dengan mu . Bagaimana menurut mu jika anak itu dikrim ?" Zus bertanya sambil melirik Erik yang hanya diam .
" Eemm ...aku rasa itu cukup baik .Tapi apa mereka tidak akan curiga jika itu palsu . Aku khawatir itu kan menjadi bumerang untuk anak itu ?" Erik bertanya dengan khawatir jika anak itu ketahuan .
" Semau akan berjalan lancar ,Orang kita sudah berada disana jadi mereka akan membantu anak itu ." Jawab Zus dengan melipat tangan nya.
__ADS_1
" Eemm ... jika begitu itu cukup baik ." Sahut Erik dengan mengangkat bahu nya acuh .
Zus tidak bisa berkata kata lagi saat berhadapan dengan anak ini . Aura yang dimilik Erik tidak kalah dari Zero sendiri yang sudah banyak membunuh musuhnya .
" Kakak ... kemari lihat aku menangkap ini ." Teriak Xera membuyarkan lamunan kedua nya .
" Apa ini Xera .... lepas kamu akan gagal jika membawa nya ." Sahut Erik saat melihat apa yang dibawa Xera .
" Tidak kak ini lucu .." Seru Xera tanpa disadari oleh gadis itu tangan nya sudah mulai memerah .
" Coba sini lihat tangan baby girl .... lihat tangan mu sudah mulai merah ." Ucap Erik dengan lembut meraih tangan Xera yah merah .
" Eemm... tapi tidak gatal kak ." Jawab bocah itu dengan sedih .
" Dengar kan kata kakak lepas ya ... ulatnya juga mau cari makan dan nanti akan jadi kupu - kupu yang indah ." Ucap Erik memberi tahu Xera dengan lembut .Zus yang mendengar hanya bisa terdiam .
" Kemana hilangnya aura bocah ini kenapa sekarang sangat manis ." Zus bertanya tanya didalam hatinya saat melihat perubahan singkat itu .
Anton yang melihat keheranan Zus hanya bisa terkekeh pelan .
" Jangan memasang wajah muram begitu , Hanya Baby Xera yang bisa membuat Erik selembut itu ." Ucap Anton menepuk bahu Zus yang terdiam .
" Sungguh aku tidak bisa membayangkan nya saat ini ,jika tidak melihat dengan mata kepala ku sendiri ." Jawab Zus dengan menggelengkan kepala nya tak percaya.
__ADS_1
" He he he ... kepada Putri ku saja Erik tidak bisa selembut itu meski dia juga masih memasang wajah ramah." Sahut Anton sambil terkekeh pelan .
Setalah seharian berada di panti mereka akhirnya memutuskan untu pulang .Anak anak juga sudah terlihat lelah saat ini .Alden dengan posesifnya mengendong sang adik dengan manja .