
Disebuah apartemen yang mewah Jordan sedang bergelut dengan selimut tebal. Dan seorang wanita berada didalam pelukannya .Keduanya terlelap sampai dering telfon bergema membangunkan salah satu nya.
" Hallo ...." Jawab Jordan dengan suara khas bangun tidur .
" Bedeb4h sialan ... Apa ku belum juga bangun hah... Dimana kau saat ini keparat ?" Orang dari sebarang telfon berteriak marah .
" CK .... apa sih dad aku baru saja turun dari pesawat 2 jam yang lalu jadi aku tidur. " Jawab Jordan dengan seenaknya.
" CK .. cepat datang Brook gruop sekarang. " Perintah pria itu dengan geram .
" Oke..." Jawab Jordan langsung mematikan sambungan telpon .Pria itu bangun dengan engan , Benar dia baru saja datang dari luar kota . Melakukan perjalanan bisnis sehingga dia tidak tahu kabar tentang Margaretha saat ini .Lagi pula dia sudah punya Clara yang bisa memuaskan nya .
Saat Jordan berada dikamar mandi Clara bangun dari tidurnya. Wanita itu segera mengirim pesan kepada orang lain untuk mengatakan jika Jordan akan pergi menemui sang ayah .
Setelah mengirim pesan Clara kembali menutup mata .Sampai jordan keluar dengan rambut yang basah .
" Honey ... bangun aku harus pergi kekantor ." Bisik Jordan dengan lembut .
" Uugghh ... pergi lah aku akan melanjutkan tidur ku . Aku sangat lelah saat ini kau tahu kan ." Jawab Clara dengan mata sayu .
" Baiklah .. aku akan pergi kamu lanjutkan lagi tidur mu oke .. nanti malam kau kan kesini lagi ." Jordan pamit dengan senyum lembut .
Pria ini bergegas pergi kerena sang ayah kembali menelfon .
"Iya .. iya dad aku pergi kesana aku baru selesai mandi ." Teriak Jordan saat sambungan telfon baru terhubung .Tanpa menoleh lagi pria itu pergi .
__ADS_1
" CK ck.... sepertinya mereka sudah bergerak dan sekarang menjadi kalang kabut ." Ucap Clara dengan senyum bahagia . Dia membuka selimut yang memperlihatkan tubuh seksinya .
"Aaahh... dia benar benar buas ." Gerutu Clara saat melihat tubuhnya yang penuh tanda dari jordan .Wanita itu melangkah pergi untuk membersihkan dirinya .
Matahari telah tengelam keadaan kantor Ceo Scotly juga terlihat sunyi . Terlihat seorang pria tengah sibuk dengan berbagai berkas yang ada dihadapannya.Pria itu terlihat memijit pelipisnya disaat menemukan banyaknya kejanggalan dari data .
"CK.....kenapa begitu banyak tikus di sini... Huh menjengkelkan aahh aku lelah sekali ." Gumam nya lirih .
Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar yang membuat Zero mengangkat kepala nya .
" Masuk ..." Ucap pria itu setelah menekan salah satu tombol dipinggiran meja .
" Permisi tuan ... ini saya membuat kan kopi untuk anda ." Ucap Seorang wanita yang masuk dengan membawa sebuah nampan .
" Tidak ada ... tuan saya sengaja membuatnya dari tadi anda tidak keluar ."Jawab wanita itu dengan suara yang mendayu dayu.
" Pergi ... dan jangan pernah datang jika tidak saya panggil ." Sahut Zero dengan sarkas .
Mendengar itu wanita yang menjadi sekertaris itu merasa direndahkan . Selama ini dia bekerja dengan Enrico dan biasa nya dia juga yang menyiapkan semua nya .
" Biak tuan ...." Ucap nya sambil berbalik pergi .
" Sialan ... kenapa kedua nya selalu menolak apa pun yang aku sediakan ." gerutu wanita itu dengan kesal .
Dia pergi dari ruangan itu dengan perasaan yang dongkol . Dia merupakan sekertaris favorit dulunya tapi sekarang sejak Scotly crop di ambil alih . Sudah dua pria yang dia coba dekati tapi gagal . Sehingga dia merasa jika posisinya akan terancam jika terus menerus terjadi .
__ADS_1
Apa lagi dia tahu saat ini yang berkuasa adalah seorang wanita . Sehingga dia berusaha untuk tetap menjaga image nya . Didepan kedua pria yang saat ini mengambil alih tugas dari sang Presdir sendiri .
Luwina yang baru bangun hanya bisa menghela nafas . Dia merasa seluruh tubuhnya lelah seperti sudah bekerja tanpa henti .
Cklek .....
" Sudah bangun .... Aura ... ayo sudah waktunya kita pulang ." Ucap Zero yabg baru saja masuk .
" Eemm ... tapi aku sangat lelah entah apa yang telah aku kerjakan pada hal aku baru bangun tidur ." Jawab Luwina dengan malas .
" Oke ... mau kau gendong Hemm ..." Sahut Zero sambil terkekeh pelan .Melihat wajah sayu Luwina dan juga rambut yang acak acakan sehingga membuat gemas.
" Tidak ... tunggu sebentar aku akan mencuci muka dulu . Eemm Hubby ....dimana Zus membawa meraka ?." Luwina bertanya dengan suara lirih .
" Mereka berada dimarkas ... jangan pikirkan mereka lagi oke . Aku tidak ingin kau kesakitan lagi ." Jawab Zero sambil merapikan rambut Luwina yang berantakan .
" Eemm ... baiklah ." sahut Luwina beranjak kekamar mandi. Zero hanya bisa terkekeh pelan melihat tingkah imut Luwina .
Tak butuh waktu lama kedua nya sudah keluar dengan senyum yang menghiasi bibir Zero . Sedangkan Luwina terlihat cemberut dengan apa yang sudah dilakukan Zero .
"Aura ... jangan cemberut terus aku akan tambah gemas . Jadi jangan salah kan jika aku akan membuat mu tidak bisa bernafas lagi ." Bisik Zero dengan merangkul pinggang ramping Luwina saat keluar dari ruangan .
Keadaan yang sudah sepi sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka. Kecuali sekertaris yang mengantarkan kopi kepada Zero .
" Sialan ... aku pikir wanita itu tidak ada disini . Apa mereka bermain seharian ini sehingga dia tidak butuh orang lain ." Sekertaris itu terlihat sangat marah . Sebelum juga mengikuti mereka untuk turun dan pulang .
__ADS_1