Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Kebodohan Jordan


__ADS_3

Disebuah apartemen yang mewah Jordan sedang bergelut dengan selimut tebal. Dan seorang wanita berada didalam pelukannya .Keduanya terlelap sampai dering telfon bergema membangunkan salah satu nya.


" Hallo ...." Jawab Jordan dengan suara khas bangun tidur .


" Bedeb4h sialan ... Apa ku belum juga bangun hah... Dimana kau saat ini keparat ?" Orang dari sebarang telfon berteriak marah .


" CK .... apa sih dad aku baru saja turun dari pesawat 2 jam yang lalu jadi aku tidur. " Jawab Jordan dengan seenaknya.


" CK .. cepat datang Brook gruop sekarang. " Perintah pria itu dengan geram .


" Oke..." Jawab Jordan langsung mematikan sambungan telpon .Pria itu bangun dengan engan , Benar dia baru saja datang dari luar kota . Melakukan perjalanan bisnis sehingga dia tidak tahu kabar tentang Margaretha saat ini .Lagi pula dia sudah punya Clara yang bisa memuaskan nya .


Saat Jordan berada dikamar mandi Clara bangun dari tidurnya. Wanita itu segera mengirim pesan kepada orang lain untuk mengatakan jika Jordan akan pergi menemui sang ayah .


Setelah mengirim pesan Clara kembali menutup mata .Sampai jordan keluar dengan rambut yang basah .


" Honey ... bangun aku harus pergi kekantor ." Bisik Jordan dengan lembut .


" Uugghh ... pergi lah aku akan melanjutkan tidur ku . Aku sangat lelah saat ini kau tahu kan ." Jawab Clara dengan mata sayu .


" Baiklah .. aku akan pergi kamu lanjutkan lagi tidur mu oke .. nanti malam kau kan kesini lagi ." Jordan pamit dengan senyum lembut .


Pria ini bergegas pergi kerena sang ayah kembali menelfon .


"Iya .. iya dad aku pergi kesana aku baru selesai mandi ." Teriak Jordan saat sambungan telfon baru terhubung .Tanpa menoleh lagi pria itu pergi .

__ADS_1


" CK ck.... sepertinya mereka sudah bergerak dan sekarang menjadi kalang kabut ." Ucap Clara dengan senyum bahagia . Dia membuka selimut yang memperlihatkan tubuh seksinya .


"Aaahh... dia benar benar buas ." Gerutu Clara saat melihat tubuhnya yang penuh tanda dari jordan .Wanita itu melangkah pergi untuk membersihkan dirinya .


Matahari telah tengelam keadaan kantor Ceo Scotly juga terlihat sunyi . Terlihat seorang pria tengah sibuk dengan berbagai berkas yang ada dihadapannya.Pria itu terlihat memijit pelipisnya disaat menemukan banyaknya kejanggalan dari data .


"CK.....kenapa begitu banyak tikus di sini... Huh menjengkelkan aahh aku lelah sekali ." Gumam nya lirih .


Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar yang membuat Zero mengangkat kepala nya .


" Masuk ..." Ucap pria itu setelah menekan salah satu tombol dipinggiran meja .


" Permisi tuan ... ini saya membuat kan kopi untuk anda ." Ucap Seorang wanita yang masuk dengan membawa sebuah nampan .


" Tidak ada ... tuan saya sengaja membuatnya dari tadi anda tidak keluar ."Jawab wanita itu dengan suara yang mendayu dayu.


" Pergi ... dan jangan pernah datang jika tidak saya panggil ." Sahut Zero dengan sarkas .


Mendengar itu wanita yang menjadi sekertaris itu merasa direndahkan . Selama ini dia bekerja dengan Enrico dan biasa nya dia juga yang menyiapkan semua nya .


" Biak tuan ...." Ucap nya sambil berbalik pergi .


" Sialan ... kenapa kedua nya selalu menolak apa pun yang aku sediakan ." gerutu wanita itu dengan kesal .


Dia pergi dari ruangan itu dengan perasaan yang dongkol . Dia merupakan sekertaris favorit dulunya tapi sekarang sejak Scotly crop di ambil alih . Sudah dua pria yang dia coba dekati tapi gagal . Sehingga dia merasa jika posisinya akan terancam jika terus menerus terjadi .

__ADS_1


Apa lagi dia tahu saat ini yang berkuasa adalah seorang wanita . Sehingga dia berusaha untuk tetap menjaga image nya . Didepan kedua pria yang saat ini mengambil alih tugas dari sang Presdir sendiri .


Luwina yang baru bangun hanya bisa menghela nafas . Dia merasa seluruh tubuhnya lelah seperti sudah bekerja tanpa henti .


Cklek .....


" Sudah bangun .... Aura ... ayo sudah waktunya kita pulang ." Ucap Zero yabg baru saja masuk .


" Eemm ... tapi aku sangat lelah entah apa yang telah aku kerjakan pada hal aku baru bangun tidur ." Jawab Luwina dengan malas .


" Oke ... mau kau gendong Hemm ..." Sahut Zero sambil terkekeh pelan .Melihat wajah sayu Luwina dan juga rambut yang acak acakan sehingga membuat gemas.


" Tidak ... tunggu sebentar aku akan mencuci muka dulu . Eemm Hubby ....dimana Zus membawa meraka ?." Luwina bertanya dengan suara lirih .


" Mereka berada dimarkas ... jangan pikirkan mereka lagi oke . Aku tidak ingin kau kesakitan lagi ." Jawab Zero sambil merapikan rambut Luwina yang berantakan .


" Eemm ... baiklah ." sahut Luwina beranjak kekamar mandi. Zero hanya bisa terkekeh pelan melihat tingkah imut Luwina .


Tak butuh waktu lama kedua nya sudah keluar dengan senyum yang menghiasi bibir Zero . Sedangkan Luwina terlihat cemberut dengan apa yang sudah dilakukan Zero .


"Aura ... jangan cemberut terus aku akan tambah gemas . Jadi jangan salah kan jika aku akan membuat mu tidak bisa bernafas lagi ." Bisik Zero dengan merangkul pinggang ramping Luwina saat keluar dari ruangan .


Keadaan yang sudah sepi sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka. Kecuali sekertaris yang mengantarkan kopi kepada Zero .


" Sialan ... aku pikir wanita itu tidak ada disini . Apa mereka bermain seharian ini sehingga dia tidak butuh orang lain ." Sekertaris itu terlihat sangat marah . Sebelum juga mengikuti mereka untuk turun dan pulang .

__ADS_1


__ADS_2