Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Persiapan dan rencana Zero .


__ADS_3

Malam itu Zus kembali kerumah untuk segera bisa memeluk Noela . Yah mereka telah menikah secara resmi dengan mendapatkan surat nikah . Setelah pulang dari Indonesia kerena mereka merasa tidak perlu lagi mengadakan pernikahan mewah . Bagi mereka hanya perlu pemberkatan dan memiliki surat nikah.


" Kenapa belum tidur ...?" Zus bertanya dengan senyum mengembang. Saat melihat istrinya yang masih berada diruang tamu untuk menunggu nya .


" Apa yang terjadi sampai mereka meminta mu datang .?" Tanya Noela dengan suara yang terdengar cemas .


" Tidak ada hanya .. wanita muda itu intinya sudah rusak . Dan yang lainnya juga sudah menyerah dan memilih untu mati dengan cepat ." Jawab Zus sambil memeluk Noela dengan manja .


" Apa kau sudah memberi tahu bos .?"Jawab Zus dengan menegelamkan kepalanya didada Noela .


" CK ..jangan ..Uuhh ....Zus Aahh ..." Noela tidak lagi bisa menahan diri . Oleh godaan yang diberikan oleh zus yang begitu lihai . Yeah Noela juga tidak bisa membohongi rasa yang dia rasakan saat ini.


Hingga akhirnya keduanya bergulat diranjang dengan permainan yang panjang .Keduanya saling berlomba untuk memuaskan pasangan nya .Apa lagi Noela tahu Zus adalah pemain jadi dia harus bisa mengimbangi pria itu dalam hal ini .


" Terima kasih .... aku tidak apa pernah lupa rasa nikmat yang kau berikan ." Bisik Zus disaat permaianan mereka usai .

__ADS_1


" Eemm ..... aku lelah ." Lirih Noela dengan menutup matanya . Zus terkekeh dengan reaksi Noela saat ini. Pria itu menarik selimut untuk keduanya .


"Selamat malam love ..." Bisik Zus sebelum memeluk Noela dan menyusulnya ke alam mimpi .


Saat Zus puas dan terlelap dengan damai berbeda dengan Seorang pria yang berada di club. Yang dimiliki Zus selama ini terlihat pria itu sedang memandang wanita yang berada didepan nya .


" CK ... aku tidak menyangka jika kau datang ditempat ini .?" Jackson bertanya dengan sinis .


" Memang nya kenapa ada yang salah . Lagi pula ini bukan lah pertama kalinya aku disini ." Jawab Wanita itu dengan wajah yang memerah karena mabuk .


" Patricia... ingat lah aku akan membalas mu agar aku tahu bagaimana rasa menjadi diri ku dan mommy ku ." Sambungnya sebelum jatuh diatas meja .


Jackson hanya bisa memandang wanita yang saat ini tidak sadarkan diri . Dia juga bingung apa yang terjadi sebenarnya kenapa wanita itu merancau tentang Patricia .


Pria itu mengalihkan perhatian nya membuang jauh jauh pikirannya saat ini. Dengan mendesah pelan akhirnya dengan engan . Jackson membawa wanita itu pulang keapartemen nya yang selama ini dia gunakan .

__ADS_1


" CK ...kenapa kau menyusahkan ku ." Gumam Jackson sambil memandang wanita yang berada dipelukan nya saat ini . Wanita itu masih bergumam dengan tidak jelas .Jackson hanya bisa menghela nafas pasrah. Menjalankan mobilnya menuju apartemen .


Berbeda dengan Jackson saat ini Zero sedang bersama dengan Erik . Bocah yang berusia 10 tahun itu sedang mengunakan sebuah jarum . Untuk kembali menekan racun yang ada pada tuan Scotly .


"Rik ...apa itu akan berhasil untuk saat ini.?" Zero bertanya dengan wajah muram .Dia tidak ingin Luwina bersedih dengan keadaan calon mertua nya saat ini. Sehingga dia diam diam membawa Erik datang setelah Luwina pergi bersama dengan Ay .


" Semoga saja ini bisa membuat nya bertahan sampai kalian menikah ." Jawab Erik dengan tenang tapi mata tajam yang tidak teralihkan sama sekali .


" Yaeh .... itu adalah harapkan terakhirnya .." Jawab Zero dengan lesu .


" Tapi kamu tahu kami berbeda .Dan pernikahan berbeda itu akan rumit jika berada disini .Mungkin kami akan kembali dan itu bisa menjadi solusi . tapi untuk akad akan aku lakukan disini." Jawab Zero dengan senyum kecil .Dia sudah merencanakan semua itu apa lagi dengan bantuan dari Xavier . Itu bukan lah masalah untuk saat ini.Zero akan menikahi Luwina secara agama disini . Dan akan meresmikan nya saat berada di London .Itu lah solusi yang diberikan oleh beberapa orang yang telah ditemuinya . Untuk menjalankan pernikahan beda nya .


" Eemm semoga lancar ..." Jawab Erik dengan datar . Zero hanya bisa menghela nafas dengan sikap datar Erik . Entah kenapa dia merasa bocah itu terlalu kaku .


" CK ... didik Xavier memang laur biasa ." Gumam Zero sambil berdecak kesal .Erik tidak perduli dengan apa yang dikatakan Zero saat ini . Dia masih fokus melihat beberapa jarum perak yang telah berubah warna .

__ADS_1


Setelah lima menit Erik mulai mencabuti jarum jarum itu dari tubuh tuan Scotly . Pria itu dalam pengaruh obat bius yang diberikan Erik sehingga dia tertidur .


__ADS_2