Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Noela yang tidak peka


__ADS_3

" Hah ... tapi apa maksud nya. .. ?" Tanya Noela yang masih tidak tahu apa pun maksud dari ucapan Jakson .Yang menjadi beban pikiran nya saat ini kenapa bisa pria itu mengatakan jika dia harus memikirkan perasaan orang lain jika dia punya kekasih .


Noela masih bingung sampai sejauh suara yang kemayu datang menyapanya.


" Hay ..say apa kabar kamu udah lama low ngak datang ketempat ku .?" Suara itu bergema dengan nada yang kemayu .Noela hanya mendengus kesal saat melihat siapa yang datang .


"Huh... kenapa kau datang Berlin .Tidak biasanya kau datang kesini .?" Bukan nya menjawab tapi Noela malah berbalik untuk bertanya .


" Oohh.. iya tadi Zus mengirim pesan untuk membawa satu set baju formal kesini ." Jawab Pria kemayu itu dengan menengok sekeliling ." Tapi kemana dia .. apa ini baju untuk kekasihnya.?"Lanjut Berlin sambil bertanya .


"Aku tidak tahu ..."Ucapan Noela terpotong saat Zero menghubunginya . Untuk membawa Berlin keruanganya saat ini . Baru lah dia sadar jika Luwina juga belum kembali .


"Ayo ikut aku keruangan bos .. bos yang minta baju itu ." Sambung Noela Setalah mendapat kan panggilan dari Zero .


" Hii ... si bos mah itu gitu amat sih .." Gerutu Berlin dia kesal selama ini para pria itu sangat cuek kepadanya .


" Itu salah mu sendiri Ber.... Kemabli lah seperti dulu . Maka kami akan selalu memperhatikan mu dengan layak . keluar lah dari masa lalu mu itu ,tidak semua orang akan menghina kita ." Ucap Noela dengan lirih .Dia masih bersyukur untuk yang lain nya masih normal dari pada Berlin .


" Aku tahu .... Noel tapi sudah lah ." Jawab nya dengan engan sampai sekarang dia juga belum bisa melupakan masa lalu . Saat dia dilecehkan oleh para preman . Jika saja bukan karena Zero dan yang lain nya datang menolong mungkin dia sudah mati .


Noela masuk setelah mengetuk pintu ruangan itu . Terlihat Zero yabg sedang berkutat dengan berkas yang ada didepannya .

__ADS_1


" Kau sudah datang ... Ber .?" Sapa Zero dengan tenang .


" Bos .. kau semakin tampan saja seperti nya ada aura yang berbeda deh ... bos ." Seru Berlin dengan semangat .


" Sshhtt.... jangan berteriak Ber ... aura sedang tidur ." Ucap Zero dengan pelan . Berlin yang mendengar itu hanya bisa tersenyum canggung .


" Bos .. ini baju yang kau minta .Terus ada apa perlu apa sih sampai meminta ku datang kesini .?" Tanya Berlin sambil duduk disofa dengan merebahkan tubuhnya .Dari segi mana pun dia terlihat sangat sempurna sebagi pria .


" Aku ingin kau menyiapkan beberapa baju , ... pengantin yang bagus ." Ucap Zero dengan lirih . " Aku harap kau memberikan desain yang bagus dalam waktu yang singkat .Dan juga buatkan yang sebaik mungkin ." Lanjut Zero dengan pelan dan hampir berbisik .


" Bos ... apa kau akan menikah .... kau serius bos tenang saja aku akan membaut gaun yang paling indah dan sempurna ." Ucap Berlin dengan semangat meski dia juga ikut berbisik .Noela hanya bisa tersenyum mendengar itu .


" Eemm ... terima kasih aku tidak akan ada tanpa kalian ." Jawab Zero dengan suara serak .


" Bos... apa kau habis menggempur calon ipar ku sampai kelelahan didalam .?" Berlin bertanya dengan curiga .


"Tidak juga .. aku sudah berjanji tidak akan melakukanya saat ini sebelum menikah ." Jawab Zero dengan mata berbinar cerah .


" Aahh ... bos aku salut dengan mu ." Seru Berlin dengan senang .Begitu juga dengan Noela yang ikut senang dengan apa yang menjadi keputusan dari saudaranya .


" Eemm ... bos dimana Zus aku tadi keruangan nya tapi malah Jackson yang ada disana .?" Tanya Berlin dengan masam .

__ADS_1


"Aku tidak tahu ...coba saja kau tanya sama Jackson .Kau ini tetap saja usil dengan nya awas Zus lebih menyeramkan jika marah ." Ucap Zero kepada Berlin .


" Aku tahu bos ... aku hanya menggodanya . Apa dia akan diam terus seperti sekarang ini huh .. dasar keras kepala ." Sahut Berlin dengan melirik Noela .Sedangkan wanita itu hanya diam tidak tahu harus menjawab apa . Dia sendiri juga bingung kenapa saat Zus seperti sekarang mereka pasti meliriknya .


" Apa aku ada salah dengan nya saat ini ...?" Tanya Noela didalam hati .


"Oke .... deh aku akan pergi bos tinggal terima beres saja. Dan... bos ganteng ku jangan lupa hubungi aku oke .." Seru Berlin sambil membuka pintu untuk keluar .


" Noel ... apa tadi Zus menemui mu ?" Tanya Zero kepada Noela .


" Eemm ... tidak .... aku tidak melihatnya dari tadi . Mungkin saja dia sedang bermain dengan salah satu wanita nya ." Jawab Noela dengan sekenanya .


" Hah.... dasar tidak peka ." Ucap Zero dengan lirih .Entah sampai kapan Noela akan sadar jika selama ini dia lah yang menjadi fantasi Zus saat sedang bercinta dengan para wanita itu .


Zus melampiaskan semau emosi nya dengan bercinta dengan mereka untuk melupakan bayangan wanita ini . Tapi sayang sampai sekarang Noela tidak juga menyadari perhatian dan juga perubahan yang terjadi pada Zus .


Zus dulu bukan lah pria yang suka bermain dengan para wanita . Tapi itu semau berubah setelah Noela menerima cinta Carlos saat itu . Zus hanya bisa diam diam mencintai wanita yang saat ini sudah menjadi ibu .


" Pergi lah Noel .... mungkin sebentar lagi aura akan bangun dua akan malu. jika melihat mu disini dengan keadaan yang berantakan ." Ucap Zero dengan senyum lembut .


" Hah...tahu itu aku akan pergi ." Jawab Noela dengan linglung dia pergi dari ruangan zero .

__ADS_1


__ADS_2