Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Zus galau gara gara bunga


__ADS_3

" Uughh .....jangan aahh...." Ucap Luwina dengan majah memerah .


" Aura ... lakukan seperti biasanya ..." Bisik Zero dengan serak dengan mata yang berkabut gairah .


Sedangkan Luwina sendiri sudah hilang kendali disaat Zero mulai menyentuh tubuhnya .Meski hatinya berkata tidak tapi tubuhnya tidak bisa menolak dari sentuhan dari Zero .


Setelah hampir 1 jam mereka akhirnya keluar dari kamar pribadi Zero . Zero keluar dengan senyum cerah yang membuat Zus mengyunggingkan senyum mengejek Zero .


" Bos .... kalau udah dapat jatah sekarang kerjakan ini semua dengan cepat . Dan juga ayo aku punya beberapa orang yang ingin bertemu dengan mu ." Ucap Zus dengan nada mengejek yang kentara .Zero duduk dikursi nya dengan tenang tanpa terpengaruh oleh ucapan Zus .


" Mana ... dan bilang kepada wanita jadi jadian itu datang membawa satu set baju untuk Luwina ."Sahut Zero dengan tenang .


" Kenapa harus dia kenapa tidak minta Noel saja yang beli .?" protes Zus dengan lesu . Diantara semua orang yang paling tidak ingin ditemui nya adalah orang itu .


" Sudah lah ... tinggal telfon saja dan tidak perlu bertemu dengan nya . Aku sendiri yang akan mengurus nya disini Cepat lah ." Perintah Zero dengan bossy . Zus hanya bisa pasrah saat Zero sudah memerintah dengan nada bossy nya .


Zus mengeluarkan ponselnya dan segera mengirim pesan kepada orang itu .Setelah selesai dia pun pergi dari ruangan Zero menuju keruangan Jackson yang berada di lantai bawah .


Cklek ....


" Keparat .... berhenti lah kita sedang banyak perkejaan ." Ucap Zus cukup keras . Yang membuat kedua manusia itu terkejut dan saling melepaskan diri .


" Cih ...kau menganggu ku saja Zus .." Ucap Jackson sambil merapikan bajunya yang sudah acak acakan .


" pergilah dan jangan datang lagi kesini... minta gaji mu kepada nya dan jangan muncul dihadapan ku ." Ucap Zus dengan geram . Dia tahu betul jika wanita itu yang saat ini sedang membetulkan bajunya itu sedang menggoda Jackson .Dan dasarnya Jackson juga sebelas dua belas dengan nya sendiri .


" Huh .. siapa juga yang bisa menolak jika ada yang membuka bajunya didepan ku . Tentu saja aku makan lagi pula aku juga sedang lapar saat ini."Sahut Jackson dengan senyum mengejek Zus . " Lalu kenapa kau kesini ... tidak mungkin kan kalau kau hanya sedang iseng .?" Tanya Jackson dengan memicingkan mata .


" Pergilah ... keruangan ku dan gantikan aku disana ." Perintah Zus dengan merebahkan diri disofa . Setelah wanita itu pergi dari ruangan Jackson .

__ADS_1


" Hah.... baik lah aku akan pergi tapi lain kali jangan pecat wanita yang menawarkan tubuhnya kepada ku ." Jawab Jackson dengan kesal .


" Kau sedang kesal Jack Hadi pergi lah ..." Sahut Zus dengan menutup matanya .


Keadaan ruangan jackson sepi setelah pria itu pergi . Zero memandangi atap dari ruangan pria itu , dengan mata jauh menerawang .


Flash back Of


Sebelum Zus pergi keruangan Zero dia melihat Noela memegang sebuah buket bunga . Terlihat wanita itu tersenyum sambil melihat kartu dari pengirim bunga itu . Wajah wanita berbinar dengan cerah entah siapa yang sudah mengirim bunga itu .


Zus mendekat untuk melihat siapa pengirimnya , Namun Noela malah menolak untuk memberi tahunya . Dengan kesal dia pergi keruangan Zero dan disana yang dicari sedang sibuk melepaskan hasratnya .


Flash back On .


"Huh... kepada kau harus marah saat melihat Noela bahagia mendapat buket bunga itu .?" Tanya Zus kepada dirinya sendiri dengan geram .


" Ingat lah Zus dia itu saudara mu dia itu istri dari adik mu sendiri . Ingat Zus kau tidak punya perasaan kepadanya itu semau sudah berlalu saat dia memilih bersama dengan nya ." Batin Zus terus mengingat kan tapi sayang perasaan tidak bisa dia tipu .


Selama ini dia hanya bisa mencintai didalam diam . Asal wanita itu bisa bahagia sampai kematian Carlos membuat nya semkin bimbang .


" Hah ... ternyata sampai sekarang rasa itu masih ada aku pikir itu sudah pergi . " Ucap Zus dengan mendes4h lelah .


" Zus sadar lah .... " lanjutnya dengan menjambak rambutnya dengan frustasi.


Sedangkan Jackson baru saja sampai diruangan Sekertaris melihat sebuah bunga dimeja Noela . Membuatnya mengerti apa yang membuat Zus muram .


" Noel ... bunga yang cantik siapa yang mengirim nya .?" Tanya Jackson dengan mencibir Noela selama ini wanita itu hanya bisa mencintai Carlos mendiang suaminya .


" Tentu saja dari pria tampan ku ... " Jawab Noela dengan wajah cerah .

__ADS_1


" Noela kau punya kekasih dan tidak memberitahu kami .... kau .... " Jackson berteriak dengan keras .


" Cih ....bukan kah kau kenal dengan nya jadi untuk apa kau kenal kan lagi .?" Noela juga bertanya dengan keras .


"Huh ... terserah kau saja tapi paling tidak perhatikan perasan pria yang sudah mencintai mu sejak kecil ." Ucap Jackson dengan kesal . " Semoga pilihan mu selalu tetap dan dia bisa menyayangi Carlos junior dengan baik jika tidak . Kami akan mengulitinya sedikit demi sedikit agar dia tahu bagaimana rasa sakit ." Lanjutnya sebelum keluar dari ruangan sekertaris .


Noela hanya bisa memandangi punggung saudara nya itu dengan mematung .


" Apa yang dimaksud oleh nya ...,?"Tanya Noela dengan lirih .


Wanita itu duduk dengan lemas mendengar ucapan Jackson . Dia melirik bunga yang ada dimeja nya .


" Apa aku salah .... ini kan bunga dikirim Carlos untuk acara sekolah yang mengirim hadiah untuk orang tersayang mereka. " Ucap Noela dengan memandangi bunga itu .


" Kak ... mungkin Mr Jackson salah faham dia mengira jika bunga itu dari kekasih Kakak ." Sahut Maely dengan pelan .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Jeng ... jeng...jeng .....


Noela oh Noela ngak peka banget sih .... Jika ada Abang Zus yang sudah menunggu mu ..


Guys ... maaf ya baru bisa up lagi ...


Dan terima kasih buat doa nya dari kalian semau .


Alhamdulillah saat ini nenek ku udah bisa pulang dari RS ....


Jadi sudah bisa up dengan benar ....

__ADS_1


Sekali lagi thanks guys ....


__ADS_2