Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Akhir dari Eddelwis


__ADS_3

" Bedeb4h apa yang kau lakukan hah ....?" Salah satu anggota Eddelwis berteriak dengan amarah yang sudah memuncak .


" Tidak ada ...." Jawab Zus dengan acuh dia menyeret pria yang ada disamping nya dengan kejam .


" Kau ....lepaskan wakil ketua kami . Apa yang sudah kau lakukan . Berani nya kau masuk kedalam wilayah kami ." Terdengar raungan marah dari seluruh anggota Eddelwis .


Zus hanya tersenyum mengejek mendengar geraman amarah dari mereka semua .


" Cih .. penghianatan seperti nya kalian panggil dengan wakil ketua . Sungguh membuat ku muak dengan itu semua ." Jawab Zus acuh tak acuh .Setelah itu Zus melemparkan pria pingsan itu kelantai . Dengan gerakan cepat dia membantai musuh yang terlihat didepan nya . Dengan itu dari luar jga terdengar suara jeritan kesakitan dari setiap sudut ruangan.


" Aagrrhh ..... tolong " teriak para anggota yang dengan tertahan saat belati sudah menebas leher mereka .


Dengan sekejap ruangan yang awalnya diisi dengan pesta berubah menjadi pesta kematian .Jordan yang melihat itu berusaha untuk melindungi Clara yang saat ini sedang bergetar dipelukan nya a. Dia pikir wanita itu sedang ketakutan tapi dugaan itu salah . Tubuh Clara bergetar hebat karena ingin segera itu bergabung dengan mereka untuk membantai musuh .Apa lagi dia melihat pria yang diseret Zus dia ingin sekali berlari kesana dan mencabik cabik pria itu .


" Clara ... cepat pergi keluar sebelum mereka menangkap mu . Aku kan menjaga mu untuk keluar dari sini ." Ucap Jordan dengan lembut dia berusaha untuk menenangkan Clara yang ketakutan .Sampai sebuah suara yang membuat nya sungguh kaget dan tidak tahu harus berbuat apa.


" Clara ....aku serahkan pria ini kepada mu . Bawa dia pergi kau bisa melakukan apa pun kepadanya setelah Noela setuju." Suara Zus cukup keras sehingga mereka bisa mendengar dengan baik .


" Oke ..... aku sudah menuggu ini ." Jawab Clara dengan penuh semangat .


Dor ... dor.....


Suara tembakan kembali menggema digelapnya malam . diluar terjadi baku tembak dan juga adu skil.Jeritan semakin terdengar menyedihkan saat ini .Apa lagi David yang saat ini berdiri dengan dua pistol ditangan .

__ADS_1


Zero mengunakan pistol juga sebuah belati yang sudah lama menemani nya .


Kedua pria itu membantai habis semau musuh yang datang . baju yang mereka gunakan kini sudah berubah warna yang awalnya hitam kini sudah tercampur warna merah darah .


" Ha ha ha ... ternyata hanya ini kemampuan mereka . Huh sungguh membosankan ." Ucap David dengan suara yang sombong .


"Tuan tolong lepaskan kami .... kami akan menyerah ." Ucap Salah satu anggota Eddelwis yang tengah sekarat .


Tanpa bicara apa pun David melesatkan sebuah peluru kepada orang itu .


" Cih .... menjengkelkan .," Ucap David melangkah masuk keruangan lain .


Zero juga pergi dari sana dan berjalan menuju ruangan pria paruh baya . Yang sedang bercinta dengan wanita muda yang terlihat ketakutan. Juga ada kebencian yang mendalam dari wanita muda itu .


Hal itu membuat pria itu terkejut dan langsung menarik dirinya dari inti wanita yang sudah setengah sadar itu .


" Bajingan beraninya kau datang kesini . Aku belum mendatangi mu untuk menjemput enrico tapi kau sudah mengantarkan nyawa kesini ." Pria itu berteriak dengan marah sambil memakai celana nya kembali .


" Cih ....tua bangka bersyukur lah kau masih hidup ." Ucap Zero dengan gerakan cepat dia segera menusuk pria itu dengan sebahu jarum suntik . Tak butuh waktu lama dia juga jatuh pingsan . seperti yang dilakukan Zus sebelumya .Zero menghampiri wanita muda itu dengan miris .


" Kau bisa pergi dengan bebas saat ini jadi bangun lah kau harus bisa bangun . " Ucap Zero dengan dingin .Wanita itu hanya tersenyum dengan air mata yang mengalir .


" Tuan ... tolong akhiri hidup ku biar aku mati dengan tenang . Sudah tidak ada lagi didunia ini yang bisa membuat ku hidup lagi ." Ucap nya dengan lirih . Zero merasa iba dengan wanita itu tapi dia juga tidak bisa membawa pergi kerena wanita itu sudah meminta mati maka Zero melemparkan sebuah racun kepada nya .

__ADS_1


" Minumlah jika kau ingin mati dan buang jika kau ingin hidup . Semua ada ditangan mu untuk memilih ." Sahut Zero dengan muka datar .Setalah itu dia menyeret pria itu pergi .


Zus juga sudah selesai dengan tugas nya pria itu tersenyum dengan senang .Dia memandang jordan yang masih linglung saat ini . Dengan apa yang telah terjadi melihat bagaimana Clara yang begitu ganas membunuh anggota nya .Dengan senyum mengejek Zus berkata dengan dingin .


" Bagaimana dengan ini ..... " ucap Zus sambil menepuk tangan nya . Para mantan anggota Eddelwis keluar dengan tanpa rasa bersalah . mereka membawa Jordan pergi dari tempat itu. Mereka kelaur markas Setalah mengosongkan seluruh isi Brakas yang ada zero kini sudah duduk dengan tenang di kap mobil .


" Semau sudah kosong kita bisa meledakan semuanya ." Ucap Jackson dari balik aerphone yang meraka gunakan .


" Bagaimana dengan wanita itu?." Tanya Zero dengan miris .


" Dia memilih untuk meminumnya ." Jawab Jackson dengan sedih . Dia juga berharap wanita itu tetap memilih hidup tapi sayang wanita muda itu memilih mati .


" Sudah lah itu pilihan nya sendiri .Sekarang ledakan semua nya jangan meninggalkan jejak apa pun ."Ucap Zero memberi perintah para anggota nya .


🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ... hari ini Up 2 jadi kembang kopinya jangan lupa ya ..


Apa lagi like and comen nya .


Sudah waktunya menyiksa musuh diruangan yang sama kali ini . Jadi Jiak pertempuran kali ini kurang seru jangan khawatir .


Di markas Zero terdapat banyak tawanan .

__ADS_1


QQ


__ADS_2